MerdekaOto – Setiap hari, para pengemudi ojek online di Indonesia berpacu dengan waktu dan biaya. Bensin menggerus pendapatan, servis rutin memakan tabungan, dan waktu isi daya berarti waktu tidak bisa narik. Di sinilah VinFast Feliz II masuk dengan tawaran yang sulit diabaikan.
E-scooter asal Vietnam ini belakangan semakin dilirik kalangan pengemudi ride-hailing, bukan karena tren semata, melainkan karena hitungan ekonomisnya memang masuk akal. Biaya operasional lebih rendah, sistem tukar baterai yang cepat, dan harga awal yang terjangkau menjadi kombinasi yang tepat sasaran untuk segmen yang sensitif terhadap pengeluaran harian.
Feliz II ditawarkan dengan harga Rp20,1 juta untuk skema berlangganan baterai, atau Rp27,38 juta bila pembelian sudah mencakup dua baterai. Bagi yang memesan antara 20 Mei hingga 20 Juni 2026, ada insentif promosi senilai Rp1,6 juta. Pemesanan dilakukan dengan deposit Rp1 juta yang tidak dapat dikembalikan, sementara pengiriman pertama ke pelanggan Indonesia dijadwalkan mulai Juni 2026.
Dibandingkan motor bensin sekelas yang harganya sudah merangkak di atas Rp20 juta, selisih harga beli saja sudah menarik. Tapi daya tarik sesungguhnya ada di biaya jangka panjang.
Pengemudi yang sudah lama mengendarai motor bensin paham betul bagaimana pengeluaran itu menumpuk, dari bensin harian, ganti oli rutin, filter udara, busi, hingga servis berkala yang tidak bisa ditunda. Dengan motor listrik, sebagian besar komponen bergerak tersebut hilang dari daftar pengeluaran. “Dengan e-scooter, biaya operasional menjadi jauh lebih mudah dikelola,” kata salah satu pengemudi yang sudah mencoba beralih.
Dari sisi teknis, Feliz II mengandalkan dua baterai LFP berkapasitas total 1,5 kWh yang tersimpan di bawah jok. Teknologi LFP dipilih bukan tanpa alasan, jenis baterai ini dikenal punya usia pakai panjang, tingkat keamanan tinggi, dan lebih stabil dalam kondisi panas seperti iklim tropis Indonesia. Dengan kedua baterai terisi penuh, jarak tempuh bisa mencapai 145 kilometer, angka yang cukup kompetitif untuk skuter listrik perkotaan dan lebih dari cukup untuk satu sesi kerja penuh.
Soal sistem tukar baterai, ini jadi salah satu keunggulan paling praktis yang Feliz II tawarkan. Pengisian daya konvensional mengharuskan pengemudi berhenti lama dan menunggu. Sistem tukar baterai membalik logika itu: baterai habis cukup ditukar dengan yang sudah penuh di stasiun terdekat dalam hitungan menit, lalu langsung jalan lagi. Biaya per penukaran hanya Rp6.000 per baterai. Untuk yang memilih berlangganan, tarifnya Rp84.000 per baterai per bulan.
VinFast juga menggandeng V-Green, pengembang infrastruktur pengisian daya global, untuk memperluas jaringan stasiun tukar baterai di seluruh Indonesia. Selain itu, setiap unit Feliz II berhak atas layanan tukar baterai gratis di stasiun V-Green selama satu tahun, dengan batas hingga 20 kali penukaran per bulan. Pengguna yang ingin mengisi daya di rumah juga tetap bisa melakukannya kapan saja.
Garansi yang ditawarkan juga tidak main-main: hingga enam tahun atau 72.000 kilometer, mana yang lebih dulu tercapai. Untuk kendaraan harian yang dipakai intensif seperti motor ojol, angka ini memberikan jaminan yang cukup berarti.
Di luar kalkulasi biaya, ada dimensi lain yang sering luput dari perhatian tapi dirasakan langsung oleh pengemudi, yaitu kenyamanan fisik selama bekerja. Motor bensin menghasilkan getaran dan suara mesin sepanjang hari. Bagi pengemudi yang narik 8 hingga 12 jam sehari, akumulasi kelelahan dari getaran itu nyata. Feliz II, seperti motor listrik pada umumnya, beroperasi dengan akselerasi halus dan senyap. Pengemudi lebih rileks, penumpang pun merasakan perjalanan yang lebih nyaman.
Aspek terakhir ini bukan sekadar soal gaya hidup. Seiring meningkatnya standar layanan di platform ride-hailing, penumpang yang nyaman cenderung memberi rating lebih baik, dan rating yang baik berdampak langsung pada pendapatan pengemudi.
Feliz II tidak hadir sebagai kendaraan revolusioner yang memimpin teknologi. Posisinya lebih strategis dari itu, yaitu sebagai pilihan yang realistis dan ekonomis bagi pengemudi yang ingin beralih ke listrik tanpa menanggung risiko finansial besar. Harga masuk yang terjangkau, sistem baterai yang fleksibel, biaya operasional harian yang rendah, dan jaringan infrastruktur yang terus tumbuh menjadikannya pilihan yang semakin sulit untuk diabaikan di pasar motor listrik Indonesia.

