MerdekaOto – Senin pagi, 06.45. Kemacetan sudah mengular sejak gerbang tol. Kamu masuk ke mobil, menyalakan mode ECO, dan membiarkan V23 bekerja dengan tenang. Baterai dihemat, akselerasi dijaga tetap smooth, dan kamu tiba di kantor tanpa drama.
Itu adalah satu versi dari iCAR V23.
Sabtu malam, 20.30. Jalanan lebih lengang. Kamu keluar sendirian, atau berdua, tanpa agenda besar. Jari bergeser ke mode Sport. Karakter mobil berubah seketika, respons pedal gas lebih tajam, tenaga instan khas motor listrik yang biasanya terasa halus kini mulai menggigit. V23 yang sama, tapi terasa seperti kendaraan yang berbeda.
Itu versi kedua.
Dua minggu kemudian, long weekend. Kamu mengajak keluarga ke pantai yang aksesnya belum diaspal sempurna. Beberapa ratus meter terakhir adalah jalan tanah berbatu. Mode Off-Road diaktifkan. Distribusi torsi menyesuaikan, traksi dikontrol lebih ketat, dan V23 melewati rintangan itu tanpa kepanikan.
Versi ketiga dari mobil yang sama.
Inilah proposisi utama iCAR V23 yang jarang dibicarakan secara terbuka: kendaraan ini tidak memaksamu beradaptasi dengannya. Justru sebaliknya. Dengan enam mode berkendara yang bisa dipilih sesuai kondisi dan suasana hati, V23 mengikuti siapa kamu hari itu, bukan hanya siapa kamu saat menandatangani BPKB.

Enam mode itu adalah ECO, Comfort, Slippery, Sport, Off-Road, dan Individual. Masing-masing bukan sekadar label di menu pengaturan, melainkan karakter berkendara yang berbeda secara nyata.
ECO adalah mode paling rasional. Konsumsi energi ditekan, akselerasi dibuat lebih tenang, dan jarak tempuh dimaksimalkan. Untuk komuter harian yang setiap pagi berhadapan dengan kemacetan Jabodetabek, ini adalah mode yang paling sering aktif dan paling berdampak langsung pada efisiensi pengeluaran bulanan.
Comfort mengambil alih saat perjalanan butuh ketenangan lebih dari kecepatan. Respons suspensi terasa lebih lembut, transisi tenaga lebih halus, dan kabin terasa lebih damai. Ini adalah mode untuk perjalanan bersama orang tua, anak kecil yang mudah mabuk perjalanan, atau sekadar hari-hari ketika kamu ingin sampai tujuan dalam kondisi lebih segar dari saat berangkat.

Slippery hadir untuk kondisi yang tidak bisa diprediksi. Di negara dengan curah hujan setinggi Indonesia, mode ini bukan kemewahan tambahan. Jalanan basah, genangan air di persimpangan, aspal licin di tanjakan, semuanya menuntut distribusi tenaga dan respons pengereman yang berbeda dari kondisi normal. Mode ini melakukan penyesuaian itu secara otomatis.
Sport adalah versi V23 yang paling ekspresif. Tenaga instan khas EV yang selama ini bekerja di balik karakter halus, di mode ini justru tampil ke permukaan. Akselerasi terasa lebih agresif, seluruh karakter berkendara bergeser ke register yang lebih hidup. Bukan untuk harian, tapi untuk momen-momen ketika kamu memang ingin merasakannya.
Off-Road adalah mode yang paling jarang dibutuhkan, tapi paling diingat saat digunakan. V23 bukan kendaraan trail khusus, dan tidak perlu berpura-pura menjadi satu. Tapi untuk jalanan berbatu menuju pantai tersembunyi, akses masuk area camping yang belum rata, atau jalan tanah di desa saat mudik, mode ini cukup untuk memastikan kamu sampai tanpa insiden.
Kemudian ada Individual, mode yang paling personal dari semuanya. Di sini, pengemudi mengkonfigurasi sendiri karakteristik yang paling sesuai dengan preferensinya. Tidak ada dua pengguna yang akan menyetel mode Individual dengan cara yang identik, dan itulah intinya.
Keenam mode ini bisa dirasakan langsung dalam program Weekend Test Drive iCAR V23 yang dimulai 13 Juni 2026 di Monsieur Spoon Riviera Aloha PIK 2, Jakarta, dan berlanjut 20 Juni 2026 di Puri Indah, Jakarta. Pemilihan lokasi lifestyle bukan kebetulan. iCAR ingin konsumen merasakan V23 dalam konteks kehidupan nyata, bukan dalam suasana showroom yang steril dan terasa seperti transaksi.
Di luar mode berkendara, V23 Tipe Z iWD juga hadir dengan lebih dari 20 titik plug-and-play untuk personalisasi tampilan. Artinya, adaptasi itu tidak berhenti di cara berkendaranya saja, tampilannya pun bisa berubah mengikuti selera dan kebutuhan pemiliknya.
Pasar SUV listrik Indonesia sedang tumbuh cepat, dan banyak pemain masuk dengan proposisi yang serupa: efisien, modern, bertenaga. V23 mencoba mengambil ruang yang berbeda, bukan dengan klaim spesifikasi tertinggi, melainkan dengan menawarkan kendaraan yang terasa hidup dan relevan di berbagai momen kehidupan penggunanya.
Karena pada akhirnya, mobil terbaik bukan yang paling canggih di atas kertas. Tapi yang paling tepat untuk setiap versi dirimu yang muncul sepanjang minggu.

