MerdekaOto – Akhir pekan selalu punya cara sendiri untuk mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama. Bagi komunitas pegiat otomotif, waktu senggang itu kerap dijadikan ajang berkumpul, memamerkan kendaraan kesayangan, sekaligus mempererat hubungan lewat berbagai kegiatan bersama. Momen semacam ini pula yang dimanfaatkan OtoCibubur, komunitas yang menghimpun jurnalis media otomotif, penyelenggara event, hingga pelaku industri kendaraan bermotor.
Aktivitas semacam ini pun perlahan menjadi ciri khas komunitas otomotif urban di berbagai kota besar, tempat hobi mesin dan kendaraan berpadu dengan gaya hidup sosial. Bagi anggota OtoCibubur, ruang berkumpul bukan sekadar ajang pamer garasi, melainkan juga wadah bertukar informasi seputar tren industri sekaligus mempererat jejaring profesional antaranggota yang berasal dari latar belakang berbeda.
Tak sekadar berkumpul biasa, OtoCibubur menggelar Nongkrong Bareng pada Minggu (12/7) dengan nuansa berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya agenda rutin komunitas diisi wisata kuliner, olahraga pagi, atau touring bermotor, kali ini mereka memilih memanfaatkan gelaran turnamen sepak bola antarnegara yang tengah memasuki fase menegangkan untuk menyatukan anggota dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

Ketua Pelaksana Nongkrong Bareng OtoCibubur, Hendra Suhara, menuturkan bahwa momentum pertandingan sepak bola kelas dunia ini sengaja dipakai sebagai perekat silaturahmi antaranggota. Menurutnya, kebersamaan menyaksikan laga secara ramai-ramai, saling bersorak, hingga sarapan pagi bersama menjadi cara ampuh melepas penat dari rutinitas pekerjaan yang kerap dikejar tenggat waktu.
“Kita bisa nikmati serunya pertandingan secara bersama, merasakan kehangatan momen bersama keluarga dan sahabat,” ungkap Hendra.
Ia menambahkan, suasana menonton bola bersama memberi warna berbeda dibanding agenda rutin komunitas yang selama ini terbentuk. Ada semangat kebersamaan yang lebih hidup, membuat interaksi antaranggota terasa lebih cair dan tidak kaku.
Semangat kolektif yang dibangun OtoCibubur ini rupanya turut menarik perhatian Chery Indonesia. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara, sejalan dengan filosofi “For Family, For Champion” yang mereka usung. Filosofi ini menitikberatkan pada nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan tekad untuk terus tampil sebagai yang terbaik di setiap lini.

Sebagai wujud dukungan nyata, Chery Indonesia menghadirkan satu unit Tiggo 9 CSH yang dioperasikan sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran SUV flagship ini tidak sekadar menjadi kendaraan pendamping acara, melainkan juga membuktikan secara langsung manfaat teknologi Vehicle-to-Load (V2L) yang tertanam di dalamnya.
Berkat fitur V2L, Tiggo 9 CSH dapat berfungsi layaknya pembangkit listrik portabel dengan kapasitas suplai daya hingga 6,6 kW atau setara 6.600 Watt melalui adaptor khusus. Daya sebesar itu cukup untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik sekaligus, mulai dari televisi, mesin pembuat kopi, kompor listrik, sampai peralatan pendukung acara lainnya. Fitur ini terasa sangat membantu ketika kegiatan komunitas digelar di ruang terbuka atau lokasi yang minim akses jaringan listrik.
Praktik pemanfaatan V2L dalam acara Nongkrong Bareng OtoCibubur menjadi gambaran nyata bagaimana teknologi kendaraan modern kini tak lagi terbatas pada fungsi mobilitas semata. Mobil dengan fitur V2L bisa menjelma menjadi sumber daya listrik cadangan yang menunjang berbagai aktivitas komunitas, termasuk momen kebersamaan seperti nonton bareng pertandingan sepak bola.
Fitur V2L sendiri belakangan makin dilirik sebagai nilai jual penting pada kendaraan berbasis hybrid maupun listrik. Kemampuan mengubah mobil menjadi sumber daya cadangan dinilai relevan dengan gaya hidup masyarakat urban yang aktif di luar ruangan, baik untuk kegiatan komunitas, camping, maupun situasi darurat ketika pasokan listrik dari jaringan utama terputus.

Sebagai catatan, Tiggo 9 CSH merupakan SUV flagship tujuh penumpang milik Chery yang mengusung teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dengan skema Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Mobil ini memadukan mesin 1.5L Turbo dengan motor listrik, menghasilkan karakter berkendara yang responsif namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Teknologi CSH pada Tiggo 9 memungkinkan kendaraan beroperasi penuh dengan tenaga listrik dalam mode EV, maupun berpindah ke mode kombinasi mesin bensin dan motor listrik sesuai kebutuhan pengendara. Dalam mode EV murni, jarak tempuh baterai diklaim mampu menembus lebih dari 180 kilometer. Sementara jika dipadukan dengan mesin konvensional, jarak tempuh gabungan bisa mencapai lebih dari 1.400 kilometer, angka yang cukup menjanjikan untuk perjalanan jarak jauh tanpa perlu sering singgah mengisi ulang energi.
Keunggulan itu diperkuat lagi dengan kemampuan pengisian daya cepat, di mana baterai Tiggo 9 CSH bisa terisi dari kapasitas 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 20 menit. Kombinasi jarak tempuh panjang dan waktu pengisian singkat ini membuat Tiggo 9 CSH terasa praktis digunakan, baik untuk mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan jauh bersama keluarga dan komunitas.
Kolaborasi antara komunitas otomotif seperti OtoCibubur dengan produsen kendaraan seperti Chery Indonesia menunjukkan bagaimana industri otomotif tidak hanya berbicara soal produk, tetapi juga turut merawat ekosistem komunitas penggemarnya. Dukungan berupa unit kendaraan sekaligus edukasi fitur teknologi seperti V2L menjadi nilai tambah tersendiri, sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi otomotif kini semakin relevan dengan kebutuhan gaya hidup dan kebersamaan penggunanya.

