Close Menu
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

15 Oktober 2026 | 18:24

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

14 Oktober 2026 | 22:51

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

14 Oktober 2026 | 22:39
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi
  • AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta
  • All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda
  • Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba
  • Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook
  • MGS6 EV Resmi Dikenalkan, SUV Listrik Premium Mulai Rp550 Juta
  • Beli Hyundai CRETA, Dapat Skincare Kit Laneige Senilai Rp3,7 Juta
  • Hyper Graphene Coating Spray dari Kilap Premium Meluncur di IMX 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 |
YouTube Instagram TikTok Threads
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
Home»Otomotif»Menunda Ganti Oli Kelihatan Hemat, Ujungnya Malah Bisa Boncos
Otomotif

Menunda Ganti Oli Kelihatan Hemat, Ujungnya Malah Bisa Boncos

Dedi RahmadiBy Dedi Rahmadi26 Juli 2026 | 06:24
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Email Copy Link Telegram
Bagikan
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link

MerdekaOto – Kebiasaan menunda ganti oli belakangan makin banyak dilakukan pemilik kendaraan. Alasannya sederhana: ingin berhemat di tengah kondisi ekonomi yang serba ketat. Sayangnya, langkah yang tampak cerdik ini justru berpotensi menjerumuskan pemiliknya ke pengeluaran yang jauh lebih besar, apalagi saat musim kemarau tiba.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan puncaknya diperkirakan jatuh pada Juli hingga September. Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius. Kondisi semacam ini bukan hanya membuat tubuh manusia lebih cepat lelah, tapi juga memberi beban tambahan bagi mesin kendaraan.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, menjelaskan bahwa suhu udara yang tinggi otomatis mendorong temperatur kerja mesin ikut naik. Situasi ini mempercepat proses oksidasi pada oli, yang pada akhirnya menggerus kemampuannya melumasi dan melindungi komponen di dalam mesin.

“Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat,” ujar Mulianto.

Dengan kata lain, oli yang dipaksa bekerja melebihi masa pakainya di tengah cuaca panas ekstrem tak lagi bisa diandalkan sebagai pelindung mesin. Gesekan antarkomponen pun meningkat, dan lambat laun bisa memicu kerusakan yang jauh lebih mahal ongkos perbaikannya ketimbang harga oli itu sendiri.

Jangan Hanya Patokan Kilometer

Selama ini, mayoritas pengendara menjadikan angka kilometer sebagai satu-satunya acuan kapan harus ganti oli. Padahal, patokan tunggal semacam itu sering kali menyesatkan, terutama bagi kendaraan yang setiap hari bergelut dengan kemacetan atau kerap berhenti dan jalan secara berulang (stop-and-go).

Pola berkendara seperti ini membuat mesin bekerja pada suhu yang lebih tinggi dibanding kendaraan yang melaju konstan di jalan lengang. Alhasil, meski jarak tempuhnya belum mencapai angka yang tertera di buku servis, kualitas oli bisa saja sudah menurun drastis lebih dulu.

Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk tidak hanya mengandalkan angka odometer. Pola pemakaian sehari-hari, kondisi lalu lintas yang biasa dilalui, hingga lama waktu kendaraan digunakan juga perlu jadi pertimbangan agar perlindungan mesin tetap terjaga secara optimal.

Cara Hemat yang Tidak Merugikan Mesin

Berhemat sebenarnya tetap bisa dilakukan tanpa harus menunda jadwal ganti oli. Ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan agar pengeluaran tetap terkendali sekaligus mesin tetap awet.

Pertama, hindari kebiasaan menggeber kendaraan pada putaran mesin atau RPM tinggi. Kebiasaan ini memaksa mesin bekerja dalam tekanan dan suhu yang jauh lebih besar dari kondisi normal. Oli pun dituntut bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Dampaknya, oli mengalami penguapan dan oksidasi yang lebih cepat, sementara viskositasnya menurun sebelum waktu penggantian yang seharusnya. Kebiasaan berkendara yang lebih tenang justru bisa memperpanjang usia pakai oli sekaligus menghemat pengeluaran dalam jangka panjang.

Kedua, pilih oli berjenis full-synthetic. Jenis oli ini dikenal lebih tahan terhadap suhu tinggi dan proses oksidasi, sehingga performanya lebih stabil ketika digunakan di tengah cuaca panas seperti sekarang. Untuk motor matik harian, misalnya, tersedia pilihan Pertamina Enduro Matic Full Synthetic (10W-30). Sementara bagi pengguna big matic seperti Yamaha NMAX, Yamaha Aerox, atau Honda PCX 160, ada Enduro Matic V (10W-40) yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan mesin berkapasitas lebih besar.

Ketiga, manfaatkan promo yang ditawarkan toko resmi. Sebelum jadwal ganti oli tiba, ada baiknya rutin memantau penawaran diskon atau paket hemat di gerai resmi. Cara ini bisa menjadi celah untuk menekan biaya perawatan tanpa harus mengorbankan kualitas oli yang digunakan.

Pada akhirnya, keinginan untuk berhemat memang wajar, apalagi di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan banyak orang. Namun, menunda penggantian oli bukanlah bentuk penghematan yang tepat. Justru sebaliknya, kebiasaan ini berpotensi memicu kerusakan komponen mesin yang biaya perbaikannya bisa berkali-kali lipat dari harga oli baru.

Mengganti oli sesuai jadwal, baik berdasarkan jarak tempuh maupun kondisi pemakaian, tetap menjadi cara paling sederhana sekaligus paling ekonomis untuk menjaga performa mesin. Di tengah musim kemarau yang diprediksi lebih panas dan lebih panjang tahun ini, menjaga kualitas oli bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kebutuhan agar kendaraan tetap prima dan terhindar dari pengeluaran tak terduga yang jauh lebih besar.

editor pick featured Merdekaoto otomotif Pertamina Lubricants Pilihan Redaksi
Share. Facebook Twitter Copy Link WhatsApp Email Telegram
Previous ArticleGiti Xcursion RT Meluncur di GIIAS 2026, Diklaim Tangguh di Segala Medan
Next Article Kia Luncurkan Limited Black Edition untuk Carens dan Sonet
Dedi Rahmadi
  • Website

Berita Terkait

Otomotif

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

Dedi Rahmadi15 Oktober 2026 | 18:24
Otomotif

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:51
Otomotif

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:39
Otomotif

Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:19
Otomotif

Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 20:57
Berita Terpopuler

Menyusuri PIK 2 Bersama Geely EX2, Extra Fun 2 You

25 Januari 2026 | 20:04134 Views

MACI Gelar JAWARA 2026, Deru Mesin Motor Klasik Bakal Penuhi Jalur Malang-Solo

5 April 2026 | 18:51117 Views

Chery Serahkan 5.000 Unit TIGGO CSH, Hybrid Jadi Andalan Transisi EV

25 Januari 2026 | 00:17111 Views

KOLEKSI : Edukasi Keselamatan Jadi Kunci Adopsi Mobil Listrik Indonesia

24 Januari 2026 | 23:4089 Views

Kapok Disetirin Rifat Sungkar! – Aksi Tak Terduga & Reaksi Lucu yang Bikin Ngakak

3 September 2025 | 00:0085 Views
MerdekaOto.com
YouTube Instagram TikTok Threads
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
merdekaoto.com © 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.