MerdekaOto – PT Gajah Tunggal Tbk kembali unjuk gigi. Kali ini produsen ban nasional tersebut menyiapkan senjata baru bernama Giti Xcursion RT yang akan resmi diperkenalkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Produk ini dibidik khusus untuk menyasar pemilik SUV premium dan pikap kabin ganda, dua segmen kendaraan yang belakangan makin ramai peminatnya di Tanah Air.
Sebelum tampil di panggung pameran, Gajah Tunggal lebih dulu mengundang awak media untuk mencicipi langsung karakter ban ini di Proving Ground milik perusahaan yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, tim R&D dan tim penjualan Gajah Tunggal membeberkan sejumlah detail teknis sekaligus filosofi di balik lahirnya Giti Xcursion RT.
Nama RT yang disematkan bukan tanpa alasan. Singkatan tersebut merujuk pada Rugged Terrain, sebuah kategori ban yang memang sengaja diposisikan di antara dua tipe ban yang sudah lebih dulu akrab di telinga konsumen, yakni All Terrain (A/T) dan Mud Terrain (M/T). Jika A/T dikenal lebih nyaman untuk penggunaan harian di jalan aspal namun terbatas saat diajak menerjang medan berat, sementara M/T unggul di jalur ekstrem tapi kurang bersahabat untuk pemakaian sehari-hari, maka Rugged Terrain hadir sebagai jalan tengah dari keduanya.
Asep Faisal, Dept Head Business Sales Support (BSS) PT Gajah Tunggal Tbk, menjelaskan proporsi kemampuan ban ini secara gamblang. “Ban ini sendiri berada di tengah-tengah AT dan MT, di mana pada on road mempunyai kemampuan 60 persen dan off road 40 persen,” ujarnya.
Komposisi itulah yang membuat Giti Xcursion RT diklaim cocok untuk konsumen yang menginginkan satu ban serbaguna, tanpa perlu bongkar pasang saat kendaraan digunakan bergantian antara rute perkotaan dan medan nonaspal.
Dibekali Konstruksi Kuat dan Sidewall Agresif
Dari sisi desain, Giti Xcursion RT tampil dengan sidewall yang tegas dan berkarakter kuat, khas ban-ban bergaya petualang. Namun Gajah Tunggal menegaskan bahwa tampilan gahar tersebut tidak mengorbankan sisi kenyamanan berkendara.
Widi Yansen, Dept Head R&D Research & Simulation PT Gajah Tunggal Tbk, menuturkan bahwa ban ini dirancang untuk tetap stabil meski diajak melibas berbagai jenis permukaan jalan. “Ban kita itu tangguh di segala medan, agresif desain sidewall-nya, dan stabil serta nyaman,” katanya.
Klaim tersebut bukan datang tanpa dasar. Sebelum benar-benar siap dipasarkan, GitiXcursion RT telah menjalani rangkaian uji internal yang cukup panjang. Pengujian dilakukan di berbagai jenis permukaan, mulai dari aspal mulus, beton, tanah gembur, hingga jalur berbatu yang biasa dijumpai di medan off road ringan hingga menengah.
Widi menambahkan bahwa penguatan pada sisi konstruksi menjadi salah satu fokus utama pengembangan ban ini. “Untuk konstruksinya kita buat lebih kuat, karena kita mau pakai ban ini baik untuk di jalan aspal maupun di daerah berbatu dan lainnya. Konstruksi yang kuat ini sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan kestabilan dan kenyamanan di segala medan,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, pengujian juga menyasar aspek keselamatan, khususnya performa pengereman. Gajah Tunggal mengklaim telah menguji daya cengkram ban ini baik dalam kondisi jalan kering maupun basah, dua skenario yang kerap dihadapi pengendara di Indonesia mengingat cuaca yang tidak menentu sepanjang tahun.
Menariknya, meski dibekali kemampuan menerjang medan berat, Gajah Tunggal mengklaim GitiXcursion RT tetap mengedepankan kenyamanan berkendara dengan tingkat kebisingan yang relatif rendah. Hal ini penting mengingat ban dengan pola tapak agresif biasanya identik dengan suara gesekan yang lebih berisik saat melaju di jalan tol maupun jalan perkotaan.
Dari segi konstruksi tapak, ban ini mengadopsi susunan blok bahu yang didesain agresif untuk memaksimalkan traksi dan daya cengkram. Celah antarblok yang cukup terbuka berfungsi melepaskan air, lumpur, maupun kerikil dengan cepat, sehingga grip ban tetap terjaga optimal di berbagai kondisi permukaan. Sementara alur pada bagian tapak dibuat berpola zig-zag untuk membantu menjaga kebersihan tapak selama digunakan.
Untuk urusan pilihan ukuran, Giti Xcursion RT nantinya akan hadir dalam 12 varian ukuran, terbagi rata masing-masing enam ukuran untuk pelek ring 18 dan enam ukuran lainnya untuk ring 20. Pilihan ukuran tersebut mengindikasikan bahwa ban ini memang dirancang khusus untuk kendaraan-kendaraan bertubuh besar seperti Toyota Fortuner, Toyota Hilux, Mitsubishi Pajero Sport, hingga Mitsubishi Triton, yang memang menjadi favorit di segmen SUV premium dan pikap kabin ganda di Indonesia.
Sayangnya, hingga saat ini Gajah Tunggal masih menutup rapat informasi mengenai banderol harga maupun waktu pasti ban ini mulai tersedia di pasaran. Perusahaan menyebut bahwa detail lengkap soal harga dan ketersediaan produk baru akan diumumkan secara resmi bertepatan dengan gelaran GIIAS 2026 yang berlangsung mulai 30 Juli hingga 6 Agustus mendatang.
Sebagai catatan, Giti Xcursion RT sendiri merupakan bagian dari strategi dual brand yang dijalankan Gajah Tunggal di segmen ban penumpang. Brand Giti difokuskan untuk melayani segmen ban premium, high performance, dan kendaraan listrik dengan pelek berukuran 18 inci ke atas. Sementara brand GT Radial tetap menyasar kebutuhan ban harian dengan pelek 17 inci ke bawah.
Dengan segala keunggulan yang diklaim tersebut, Giti Xcursion RT berpeluang menjadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan satu ban andalan untuk mobilitas harian di jalan aspal, sekaligus tetap tangguh saat sesekali diajak menjelajah jalur berbatu atau nonaspal.

