MerdekaOto – Bayangkan sebuah mobil yang bisa mencari tempat parkirnya sendiri, tanpa perlu ada seorang pun di balik kemudi. Skenario yang terdengar seperti adegan film fiksi ilmiah ini justru bisa dijajal langsung oleh pengunjung di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Omoda dan Jaecoo memperkenalkan teknologi Super Intelligent Valet Parking atau SIVP yang disematkan pada Jaecoo J7 SHS-P SIVP, resmi diperkenalkan pada Kamis (30/7/2026).
Teknologi ini mengusung konsep yang cukup ambisius, yaitu “Come to You, Park for You”. Lewat dua fitur utamanya, smart parking dan smart summon, mobil ini diklaim mampu mencari sekaligus memarkirkan diri secara otomatis, bahkan bisa datang menjemput pengemudinya sendiri setelah selesai beraktivitas tanpa perlu dikendarai secara manual menuju lokasi parkir.
Redaksi Merdekaoto.com berkesempatan menjajal langsung kecanggihan fitur parkir pintar tersebut di area parkir basement ICE BSD, Tangerang. Pengujian dilakukan pada Minggu (1/8/2026), tepat ketika kondisi parkiran tengah cukup padat oleh kendaraan yang terparkir maupun lalu lalang pengunjung yang memenuhi area basement gedung pameran.
Simulasi pengujian dirancang menyerupai situasi nyata. Sebelum memulai, redaksi diposisikan seolah baru saja turun dari kendaraan di area lobi gedung. Setelah itu, fitur parkir pintar diaktifkan melalui aplikasi khusus yang telah disediakan oleh tim Jaecoo. Begitu sistem mulai bekerja, redaksi memilih duduk di bangku baris kedua sebagai penumpang, sementara kursi pengemudi dibiarkan kosong tanpa ada seorang pun yang memegang kemudi.
Momen paling mendebarkan pun dimulai. Begitu fitur diaktifkan, Jaecoo J7 SHS-P SIVP langsung bergerak dengan sendirinya memasuki area parkir basement untuk mencari slot yang masih kosong. Selama proses pencarian berlangsung, mobil melaju dengan kecepatan rendah dan pergerakannya terasa cukup halus. Tidak ada pengereman mendadak yang mengagetkan penumpang di dalamnya, meski seluruh proses berjalan sepenuhnya secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Kecanggihan sistem ini semakin terlihat ketika berhadapan dengan kendaraan lain yang tengah bergerak di sekitarnya. Ketika ada mobil yang tiba tiba masuk ke jalur tepat di depannya, Jaecoo J7 langsung mendeteksi keberadaan kendaraan tersebut dan berhenti secara otomatis dengan mulus. Setelah jalur kembali dinyatakan aman oleh sistem, mobil pun melanjutkan perjalanannya tanpa perlu ada intervensi apapun dari penumpang di dalam kabin.
Salah satu momen paling menarik selama pengujian terjadi ketika mobil hendak berbelok ke arah kiri. Sistem mendeteksi adanya kendaraan lain yang posisinya cukup dekat di sisi kiri, sehingga secara otomatis Jaecoo J7 memilih untuk berhenti sejenak terlebih dahulu, alih alih memaksakan manuver yang berisiko.
Setelah menghitung ruang yang tersedia di sekitarnya, mobil kemudian melakukan manuver maju mundur secara otomatis untuk mendapatkan sudut belok yang paling aman sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Proses ini menunjukkan bahwa sistem tidak sekadar bergerak lurus mengikuti jalur, melainkan benar benar menghitung dan menyesuaikan pergerakannya dengan kondisi ruang di sekitar kendaraan secara real time.
Usai berhasil melewati tikungan yang cukup menantang tersebut, Jaecoo J7 kembali menyisir area parkir basement hingga akhirnya menemukan satu slot kosong yang tersedia. Tanpa bantuan pengemudi sama sekali, mobil kemudian bermanuver masuk ke ruang parkir tersebut dan menyelesaikan seluruh proses parkir secara otomatis, lengkap dengan penyesuaian posisi agar body kendaraan berada tepat di tengah garis parkir.

Dari pengalaman singkat menjajal langsung fitur ini, kemampuan parkir pintar Jaecoo J7 SHS-P SIVP cukup menunjukkan taringnya. Sistem terlihat mampu membaca kondisi sekitar dengan baik, merespons kehadiran kendaraan lain secara halus tanpa pengereman kasar, serta melakukan manuver dengan penuh kehati hatian hingga akhirnya berhasil menemukan dan menempati slot parkir secara mandiri, sesuatu yang tidak mudah dilakukan mengingat kondisi basement ICE BSD saat pengujian berlangsung cukup padat oleh kendaraan dan pengunjung yang berlalu lalang.
Kehadiran teknologi SIVP ini menjadi salah satu bukti bahwa fitur otonom pada kendaraan kini semakin matang untuk diuji di kondisi dunia nyata, bukan sekadar demonstrasi terbatas di ruang tertutup. Basement ICE BSD yang padat pengunjung dan kendaraan lalu lalang justru menjadi ajang pembuktian yang cukup representatif untuk melihat sejauh mana sistem ini bisa diandalkan dalam situasi sehari hari.
Meski demikian, pengalaman ini baru sebatas simulasi singkat di satu lokasi dan kondisi tertentu. Bagaimana performa fitur SIVP ini ketika dihadapkan pada skenario yang lebih kompleks, misalnya di area parkir terbuka dengan cuaca hujan atau pencahayaan minim, tentu masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab lebih lanjut. Namun sebagai langkah awal, kehadiran teknologi parkir otomatis pada Jaecoo J7 SHS-P SIVP menjadi sinyal bahwa era mobil yang bisa mengurus dirinya sendiri di lahan parkir bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang mulai bisa dirasakan langsung oleh konsumen di Indonesia.

