MerdekaOto – Ajang Automechanika Jakarta resmi menandai debutnya pada 24 hingga 27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Pameran ini bakal menghadirkan sekitar 350 peserta pameran yang memenuhi area seluas 20.000 meter persegi. Namun, yang membuat gelaran ini berbeda dari pameran otomotif pada umumnya adalah rangkaian acara pendukung, atau yang biasa disebut program fringe, berupa forum, lokakarya, hingga diskusi panel yang dirancang mengubah tren industri menjadi wawasan yang bisa langsung diaplikasikan.
Program fringe ini menjadi ruang penting bagi pelaku industri untuk mendapatkan konteks pasar regional sekaligus membangun komunitas. Selama empat hari penyelenggaraan, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan sektor dan budaya otomotif internasional.
General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd, Fiona Chiew, menjelaskan bahwa posisi pasar otomotif Indonesia kini semakin diperhitungkan di tingkat regional. “Pasar otomotif Indonesia kini mengambil peran yang jauh lebih besar secara regional, terutama karena rantai pasok global mengarah ke Asia Tenggara untuk pertumbuhan dan pengembangan bisnis,” ujarnya. Menurutnya, program fringe dirancang khusus untuk memanfaatkan momentum tersebut. “Program fringe kami dirancang untuk memanfaatkan momentum ini, menyediakan titik sentuh bagi para profesional lokal untuk mendapatkan wawasan pasar global dan keterampilan praktis, sekaligus memberikan peserta internasional jendela yang jelas terhadap peluang unik dalam lanskap otomotif Indonesia yang terus berkembang.”

Senada dengan hal itu, Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Yusak Kristian, menekankan pentingnya penyelarasan standar industri dalam negeri dengan pergeseran tren global. “Pengembangan kemampuan manufaktur otomotif Indonesia memerlukan penyelarasan standar industri dalam negeri dengan pergeseran global di industri otomotif,” katanya. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini mendukung transformasi ekosistem otomotif nasional secara jangka panjang. “Melalui pengembangan keterampilan dan pertukaran teknis, kegiatan di Automechanika Jakarta mendukung transformasi jangka panjang ekosistem otomotif kita. Peningkatan keahlian lokal dan penerapan praktik cerdas dan berkelanjutan memastikan industri dalam negeri tetap tangguh, kompetitif, dan siap memimpin dalam rantai pasok regional.”
Salah satu agenda utama adalah Konferensi Solusi Mobilitas Otomotif yang berlangsung selama tiga hari, 24 hingga 26 September 2026. Konferensi ini menghubungkan perkembangan otomotif Indonesia dengan tren global, mulai dari elektrifikasi, Industri 4.0, mobilitas berbasis AI, manajemen armada, hingga pelacakan komponen di layanan purnajual serta operasi rendah emisi. Beberapa pembicara kunci turut mengisi sesi, di antaranya Omar Abouelmagd selaku IT Lead Consultant untuk Smart Manufacturing Solutions dari Lenovo Malaysia yang membahas pabrik pintar berbasis AI, Georg Schrank dari AVL List GmbH yang mengupas pengujian degradasi baterai, serta Binu George, Country Manager TotalEnergies Renewables Distributed Generation Indonesia, yang membahas integrasi penyimpanan baterai bekas dengan energi surya dan angin untuk mendukung elektrifikasi pedesaan.

Selain konferensi, ada pula Forum Kolaborasi Rantai Pasok yang digelar 24 September 2026. Forum ini mempertemukan produsen luar negeri, mitra industri lokal, dan penyedia layanan purnajual untuk bertukar wawasan sekaligus memperkuat rantai nilai otomotif nasional, termasuk membahas insentif investasi dan program pemberdayaan IKM lokal bersama GAIKINDO.
Dari sisi pengembangan keterampilan, sejumlah agenda berikut turut disiapkan:
- Workshop Teknologi dan Keterampilan (24-26 September 2026). Teknisi mengikuti pelatihan praktis dan teori seputar perbaikan kendaraan modern, dengan sesi dari Launch mengenai sistem diagnostik dan kalibrasi ADAS, TÜV Rheinland tentang perbaikan bertegangan tinggi kendaraan listrik dan hibrida, serta Magicmotorsport soal remapping ECU dan simulator jalan.
- Zona Xperience (24-27 September 2026). Area interaktif tempat peserta mencoba langsung peran mekanik, mulai dari perbaikan penyok, pengelasan titik, poles mobil, pemotongan plasma, hingga pengecatan semprot berbasis VR.
- Tur Industri (23 dan 25 September 2026). Dua tur sehari penuh mengunjungi fasilitas manufaktur ternama seperti Astra Daihatsu Motor, PT Akebono Brake Astra Indonesia, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, hingga Vehicle Testing and Certification Center. Pendaftaran tur ini dibuka hingga 4 September.
- Program Pencocokan Bisnis (24-25 September 2026). Mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli lewat pertemuan satu lawan satu yang didukung sistem matchmaking khusus.
- autoFEST@JKT. Menghadirkan sisi budaya otomotif lewat balapan simulator AMJKT Grand Prix Cup, Test Slalom Mobil, Auto Service Day dengan layanan gratis penyelarasan roda dan pengisian nitrogen ban, hingga Auto Bazaar untuk berburu komponen langka.
Rangkaian acara fringe ini menegaskan bahwa Automechanika Jakarta tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, melainkan juga ruang pertukaran pengetahuan dan jejaring bisnis bagi seluruh pemangku kepentingan industri otomotif Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara internasional sekaligus tokoh industri dalam negeri, gelaran ini diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor otomotif nasional menuju era elektrifikasi dan manufaktur pintar yang lebih kompetitif di kancah regional.

