MerdekaOto – Siapa bilang pembalap cuma jago ngebut? Di ajang Formula E 2025 Sarinah Jakarta E-Prix, para pembalap mobil listrik dunia membuktikan bahwa kecepatan bisa berpadu dengan kepedulian lingkungan. Yes, mereka turun langsung ke Pantai Ancol buat bersihin sampah!
Di tengah gegap gempita balapan dan fanbase yang nggak kalah seru dari konser K-pop, para pembalap dan kru Formula E justru menyisihkan waktu buat ikut aksi nyata: bersih-bersih pantai. Bareng tim, komunitas lokal, JakPro, dan Waste4Change, mereka berhasil kumpulin 150 kg sampah laut, yang sebagian besar didaur ulang jadi barang berguna—termasuk furnitur dari plastik bekas. Gokil, kan?
Ajang ini nggak cuma tentang mobil canggih dan ngebut di sirkuit. Lebih dari itu, Formula E emang dari awal punya DNA keberlanjutan, alias peduli lingkungan. Nggak heran kalau semua operasional mereka dirancang buat minim jejak karbon. Bahkan mobil logistik dan shuttle penonton semuanya listrik, lho.
Julia Pallé, VP of Sustainability Formula E, bilang, “Ini bukan sekadar balapan, tapi platform perubahan yang bermakna.” Dan itu bukan sekadar tagline. Mereka juga ngedukung program sosial kayak CLIMATEABILITY, bantu komunitas perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas supaya bisa ikutan ngambil peran dalam aksi iklim.
Salah satu aksi paling powerful-nya? Ya ini tadi: pembalap, fans, dan masyarakat bareng-bareng bersihin pantai. Mereka bukan cuma turun lintasan, tapi juga turun tangan bantu lingkungan Jakarta makin bersih.
Menurut Project Director Formula E Jakarta, Ivan C. Permana, acara ini jadi bukti nyata kalau Jakarta siap jadi kota global yang berinovasi dan peduli sama keberlanjutan. Setuju banget!
Sementara itu, Sarinah yang jadi title sponsor juga ikut bangga. “Kami ingin jadi ruang tempat tradisi, gaya hidup modern, dan inovasi ketemu. Formula E cocok banget buat visi kami,” ujar Raisha Syarfuan, Direktur Utama PT Sarinah.
Jadi, kalau kamu pikir motorsport cuma soal kecepatan, Formula E 2025 Jakarta E-Prix ini ngasih pesan keras: masa depan itu listrik, hijau, dan kolaboratif. Dan siapa sangka, pantai bersih kita bisa jadi hasil kerja tim dari pembalap kelas dunia?

