MerdekaOto –
Ajang ABB FIA Formula E 2024/2025 makin memanas. Di tengah atmosfer khas Berlin yang kental dengan nuansa industrial bandara Tempelhof, Hankook Tire & Technology kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu pemain utama di dunia balap mobil listrik. Dua putaran di Berlin — round ke-13 dan 14 — jadi panggung unjuk gigi, baik bagi para pembalap, tim, maupun teknologi ban masa depan.
Dua kemenangan penting diraih oleh Mitch Evans dan Nick Cassidy di sirkuit legendaris ini. Hasil tersebut bukan hanya mengguncang papan klasemen, tapi juga memperketat persaingan menuju garis finis musim ini. Oliver Rowland masih bertahan di puncak klasemen pembalap dengan 184 poin, namun bayang-bayang Pascal Wehrlein dengan 125 poin tak bisa diabaikan. Di sisi tim, TAG Heuer Porsche Formula E Team semakin memperkokoh dominasinya dengan koleksi 226 poin.
Namun, di balik segala aksi mendebarkan di lintasan, ada satu elemen krusial yang tak boleh dilupakan: ban. Sirkuit Berlin memang terkenal kejam — permukaan beton kasar yang awalnya dirancang untuk pesawat militer, memaksa setiap ban bekerja ekstra. Daya cengkeram, stabilitas, hingga kemampuan pengereman diuji habis-habisan dalam dua hari balapan intens.
Di sinilah Hankook GEN3 Evo iON unjuk gigi. Dirancang khusus untuk mobil Formula E generasi terbaru, ban ini tampil solid dari awal hingga akhir. Berkat racikan karet khusus dan desain tapak inovatif, performa tetap terjaga meski suhu lintasan naik-turun dan tantangan datang silih berganti. Para pembalap pun tak pelit pujian.
“Ban ini memberi saya rasa percaya diri dan konsistensi, dua hal penting di momen-momen krusial seperti sekarang,” ujar Maximilian Günther dari DS Penske. “Apalagi bisa balapan di negara sendiri, rasanya benar-benar spesial. Ketika mobil dan ban bekerja seirama, segalanya terasa mungkin.”
Berlin E-Prix tahun ini juga menjadi momen spesial bagi Hankook Tire. Ini adalah seri terakhir musim ke-11 yang disponsori resmi oleh mereka — penanda penting dari perjalanan panjang bersama Formula E. Lewat kemitraan ini, Hankook menegaskan posisinya sebagai pelopor teknologi balap yang bukan hanya cepat, tapi juga ramah lingkungan.
Dengan hanya satu double-header tersisa di London, semua mata tertuju ke babak penutup. Sementara para pembalap bersiap menuntaskan musim dengan segalanya yang mereka punya, Hankook Tire tetap setia di balik layar — memastikan setiap tikungan, pengereman, dan putaran menuju garis finis bisa dilalui tanpa kompromi.
Balapan belum usai. Tapi satu hal sudah jelas: Hankook bukan sekadar sponsor — mereka adalah bagian dari cerita besar Formula E.

