MerdekaOto – Di tengah hiruk-pikuk industri otomotif dan manufaktur, Hankook Tire Indonesia menegaskan bahwa roda perusahaan tidak hanya berputar untuk inovasi produk dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk masa depan generasi muda. Baru-baru ini, perusahaan asal Korea Selatan ini menghadirkan program yang menyentuh dua aspek krusial bagi anak-anak sekolah: fasilitas belajar yang layak dan asupan gizi seimbang. Momentum ini terjadi di SDN 01 Cicau, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, di mana 250 pasang meja dan kursi baru diserahkan langsung kepada pihak sekolah. Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Hankook untuk mendukung pembangunan manusia melalui pendidikan dan nutrisi.
Apa yang dilakukan Hankook bukan sekadar donasi simbolis. Bantuan fasilitas sekolah dan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk menyasar efek jangka panjang. Anak-anak yang duduk di meja dan kursi yang nyaman memiliki kesempatan lebih besar untuk berkonsentrasi, belajar dengan efektif, dan menikmati pengalaman belajar yang optimal. Sementara paket makanan bergizi yang disalurkan kepada siswa membantu memastikan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif berjalan seimbang, sehingga potensi akademis mereka dapat berkembang maksimal.
Program MBG ini sebelumnya telah sukses diterapkan di SMPN 3 Cikarang Pusat, dan respons positif dari para guru dan orang tua mendorong Hankook untuk memperluas jangkauannya. Tahun 2025, program ini menargetkan 39 SD dan 10 SMP di Cikarang Pusat, dengan lebih dari 5.000 paket makanan bergizi yang siap didistribusikan. Total alokasi dana mencapai Rp110 juta, yang sekaligus memberikan efek ekonomi tambahan melalui keterlibatan UMKM lokal sebagai penyedia makanan, sehingga inisiatif ini bukan hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga memperkuat ekonomi komunitas setempat.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa investasi pada pendidikan adalah investasi pada masa depan bangsa. “Melalui donasi meja dan kursi, kami berharap anak-anak bisa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih ideal dan nyaman. Asupan makanan bergizi juga tidak kalah penting untuk menunjang kemampuan berpikir, belajar, dan tumbuh kembang optimal. Keterlibatan UMKM lokal dalam program ini pun membawa efek berganda, memperkuat ketahanan ekonomi komunitas,” ujar Jung.
Hankook juga menekankan bahwa kegiatan sosial ini sejalan dengan prinsip ESG (Environment, Social, Governance), yang menjadi pilar keberlanjutan perusahaan. Dengan begitu, setiap rupiah yang diinvestasikan bukan sekadar amal, tetapi bagian dari strategi holistik untuk menciptakan dampak sosial nyata, mendukung pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran program ini turut diakui secara resmi oleh pemerintah daerah, diwakili Didik Setiadi, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, yang hadir pada penyerahan bantuan.
Program sosial Hankook tidak berhenti pada fasilitas sekolah dan gizi anak. Sejak beroperasi di Indonesia pada 2013, perusahaan ini konsisten menghadirkan beragam inisiatif yang mendukung peningkatan kompetensi generasi muda. Salah satu yang paling menonjol adalah Hanuri, program pelatihan keterampilan untuk lulusan SMA dan SMK, yang membekali mereka dengan kompetensi kerja yang relevan dengan industri manufaktur. Pada 2024, Hankook sukses melaksanakan tiga batch pelatihan Hanuri dengan total 105 lulusan, membuka peluang karier yang lebih luas dan meningkatkan daya saing para peserta di dunia industri.

Selain pendidikan dan pelatihan, Hankook juga menaruh perhatian besar pada kesehatan masyarakat. Program Stunting Care pada 2024 membantu 100 ibu hamil serta 140 bayi dan balita dengan risiko kekurangan gizi, sementara Pemeriksaan Kesehatan Terpadu yang digelar bersama IT Medical Mobilization dari Korea memberikan deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat di Bekasi dan Bogor. Pendekatan ini menegaskan bahwa Hankook melihat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh: pendidikan, gizi, dan kesehatan adalah satu kesatuan yang membentuk generasi penerus yang tangguh.
Apa yang dilakukan Hankook Tire Indonesia bisa dikatakan sebagai “inovasi sosial” yang memadukan bisnis dan kontribusi masyarakat. Perusahaan global ini tidak hanya menekankan keunggulan produk ban dan teknologi otomotif, tetapi juga menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi korporat. Keberhasilan Hankook masuk dalam Dow Jones Sustainability Indices World sejak 2016 menjadi bukti bahwa komitmen mereka terhadap ESG diakui secara global.
Dari perspektif out-of-the-box, langkah Hankook menunjukkan bahwa perusahaan otomotif bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial. Alih-alih hanya fokus pada angka penjualan dan ekspansi pasar, Hankook memanfaatkan posisi strategisnya di kawasan industri untuk membangun ekosistem yang mendukung pendidikan dan kesehatan. Dengan menyentuh kedua aspek tersebut secara langsung, dampaknya tidak hanya terlihat pada individu, tetapi juga menular ke komunitas, meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan budaya peduli yang berkelanjutan.
Bagi generasi muda di Bekasi, kehadiran meja baru, kursi yang nyaman, dan paket makan bergizi lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ini adalah simbol bahwa dunia industri peduli pada mereka, memberi dukungan yang nyata agar mereka bisa bermimpi lebih tinggi dan mengejar potensi penuh. Inisiatif ini juga menjadi inspirasi bagi sektor swasta lainnya untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan, gizi, dan kesehatan masyarakat.
Dengan strategi yang menyeluruh, Hankook Tire Indonesia membuktikan bahwa keberhasilan bisnis dan keberlanjutan sosial bisa berjalan seiring. Fasilitas sekolah yang layak, asupan gizi yang cukup, dan pelatihan keterampilan bukan hanya membantu membentuk generasi muda, tetapi juga memperkuat fondasi masyarakat yang lebih tangguh dan produktif. Di balik setiap ban yang mengaspal di jalan, tersimpan filosofi bahwa inovasi sejati adalah yang memberi manfaat tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi masa depan bangsa.

