MerdekaOto – Setiap tahun, industri transportasi bus menghadapi ujian yang sama: lonjakan penumpang mudik yang datang serentak, armada yang harus siap tanpa kompromi, dan waktu persiapan yang selalu terasa kurang. Menjelang Lebaran 2026, Hino memilih untuk tidak menunggu para pengusaha bus datang sendiri dengan pertanyaan dan kekhawatiran mereka. Sebaliknya, Hino yang mendatangi mereka.
Bertempat di Oak Tree Emerald Hotel, Semarang, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama dealer resminya PT Duta Cemerlang Motors (DCM) menggelar Customer Bus Gathering dan Buka Bersama 2026. Sekitar 30 Perusahaan Otobus dari berbagai wilayah Jawa Tengah hadir dalam pertemuan yang mengusung tema Ramadhan in Harmony: Strengthening Partnership Together ini.
Pertemuan semacam ini punya nilai yang melampaui sekadar acara silaturahmi. Bagi pengusaha bus, armada adalah nyawa bisnis. Satu unit yang mogok di tengah arus mudik bukan hanya kerugian operasional, melainkan juga reputasi yang dipertaruhkan di hadapan ratusan penumpang. Karena itulah diskusi soal kesiapan armada dalam forum seperti ini terasa lebih substantif dibanding pertemuan sales biasa.

“Kendaraan bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penopang utama bisnis mereka,” ujar Guntur Budiana, Bus Department Head HMSI. Ia menegaskan bahwa komitmen Hino bukan berhenti di penjualan unit, melainkan berlanjut melalui konsep Total Support yang mencakup layanan purna jual agar armada pelanggan bisa beroperasi optimal bahkan di puncak kesibukan seperti musim mudik.
Di sela acara, para peserta juga bisa melihat langsung unit Hino Bus RM 280 berbodi Karoseri Laksana. Perpaduan antara chassis Hino yang dikenal tangguh dengan desain bodi modern itu memberikan gambaran konkret tentang standar kenyamanan yang bisa ditawarkan kepada penumpang perjalanan jarak jauh.
Ekosistem pendukung industri transportasi juga turut hadir. PT Hino Finance Indonesia memperkenalkan skema pembiayaan yang diklaim kompetitif dan fleksibel untuk membantu operator dalam pengadaan unit baru. Sementara SongZ berbagi informasi soal teknologi sistem pendingin yang dirancang menjaga kenyamanan kabin selama perjalanan panjang, detail kecil yang justru sering menjadi penentu kepuasan penumpang.
Kho Irsan, Executive Officer PT Duta Cemerlang Motors, menyebut bahwa pendekatan langsung seperti ini adalah bagian dari filosofi kemitraan yang ingin dibangun bersama pelanggan. “Kami ingin lebih dekat lagi dengan para customer bus, memahami kebutuhan mereka secara langsung,” katanya.
Di balik momen buka puasa bersama dan obrolan hangat di ruang pertemuan hotel itu, ada pesan yang lebih besar: industri transportasi bus Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kendaraan yang kuat. Ia butuh ekosistem, kemitraan, dan dukungan yang hadir bahkan sebelum masalah muncul di jalan.

