MerdekaOto – Seratus tahun bukan sekadar angka bagi Ducati. Ini adalah alasan untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.
Di tahun peringatan satu abad Borgo Panigale, pabrikan Italia itu meluncurkan Superleggera V4 Centenario, motor jalan raya paling ekstrem yang pernah mereka bangun. Bukan prototipe pameran, bukan konsep di atas kertas. Motor ini legal dikendarai di jalan raya, diproduksi sebanyak 500 unit bernomor, dan dirancang tanpa satu pun kompromi.
Angka-angkanya langsung bicara. Tenaga 228 hp dalam konfigurasi standar Euro 5+, melonjak menjadi 247 hp dengan knalpot balap Akrapovic. Bobot basah hanya 173 kg, turun menjadi 167 kg dengan racing kit yang sudah disertakan sebagai bawaan standar. Rasio tenaga terhadap bobot ini belum pernah dicapai oleh motor produksi manapun sebelumnya.
Yang lebih mengejutkan bukan hanya angkanya, melainkan bagaimana angka itu dicapai.
Karbon di Mana-mana, Logam Hanya Jika Terpaksa
Seluruh rangka Superleggera V4 Centenario terbuat dari serat karbon, mulai dari rangka utama, lengan ayun, subframe, hingga roda. Teknologi pengerjaannya identik dengan yang dipakai di MotoGP dan Formula 1. Rangka depan karbon 17% lebih ringan dari aluminium, lengan ayun 21% lebih ringan, sementara roda lima jari-jari hampir 300 gram lebih enteng dibanding Panigale V4 S Carbon.
Setiap komponen serat karbon melewati tiga metode uji non-destruktif: Transient Active Thermography, Phased Array Ultrasonics, dan Computed Axial Tomography, proses yang sama dengan industri dirgantara. Ducati tidak asal klaim ringan, mereka membuktikannya dengan cara yang tidak main-main.
Untuk memastikan kualitas tidak bergantung pada kepercayaan semata, setiap Superleggera diperiksa satu per satu.

Mesin Baru yang Lahir Khusus
Superleggera V4 Centenario tidak menggunakan mesin yang sudah ada. Ducati mengembangkan unit baru bernama Desmosedici Stradale R 1100, dengan kapasitas yang diperbesar dari 998 menjadi 1.103 cc melalui perpanjangan stroke dari 48,41 mm menjadi 53,5 mm. Hasilnya adalah torsi lebih besar di putaran menengah tanpa kehilangan karakter akselerasi yang tajam.
Mesin ini 3,6 kg lebih ringan dibanding unit 1.103 cc Panigale V4 berkopling kering, dicapai melalui penggunaan titanium, baut lebih ringan, dan komponen internal yang dirancang ulang. Poros engkol menggunakan sisipan tungsten sebagai pengganti penyeimbang baja, menghasilkan respons gas yang lebih spontan dan putaran mesin yang lebih cepat naik.
Transmisi menggunakan Ducati Racing Gearbox dengan posisi netral di bawah gigi satu, bukan di antara gigi satu dan dua seperti motor konvensional. Sistem Ducati Neutral Lock memastikan tidak ada netral yang masuk secara tidak sengaja saat pengereman keras menjelang tikungan.
Rem Karbon-Keramik Pertama di Dunia untuk Jalan Raya
Ini rekor yang benar-benar baru. Superleggera V4 Centenario adalah motor jalan raya pertama yang dilengkapi cakram rem karbon-keramik berizin penggunaan jalan umum. Cakram Brembo berbahan C/SiC ini menawarkan bobot 450 gram lebih ringan per cakram dibanding cakram baja, dengan inersia 40% lebih rendah. Artinya motor lebih gesit saat masuk tikungan, dan pengereman tetap konsisten bahkan dalam kondisi paling ekstrem sekalipun.
Sistem ini dipasangkan dengan kaliper Brembo GP4-HY monoblock terbaru yang menggunakan anti-drag system, melepaskan cakram sepenuhnya saat tuas rem dilepas untuk menghilangkan torsi sisa.
Suspensi depan menggunakan garpu Ohlins NPX 25/30 Carbon dengan lengan serat karbon bertekanan, motor jalan raya pertama di dunia dengan teknologi ini. Suspensi belakang menggunakan peredam Ohlins TTX36 GP LW dengan sistem penghubung dari titanium.
Tricolore dan Kenangan 1980-an
Di luar 500 unit standar, Ducati juga memproduksi 100 unit Superleggera V4 Centenario Tricolore dengan livery yang mengacu pada 750 F1 Endurance Racing, salah satu Ducati paling ikonik dari era 1980-an. Warna Tricolore yang dulu mendominasi lintasan balap kini hadir dalam desain yang diperbarui, mempertemukan estetika retro dengan material dan teknologi abad ke-21.
Sementara corak standar GP26 Rosso Centenario menggunakan merah tua doff yang silsilahnya bisa dilacak hingga Ducati 60 tahun 1949 dan Gran Sport Marianna 1955 rancangan Fabio Taglioni.
Lebih dari Sekadar Memiliki
Sebanyak 26 pemilik terpilih akan mendapat akses MotoGP Experience, satu hari di sirkuit bersama instruktur Ducati yang diakhiri dengan menunggangi Desmosedici GP26. Pengalaman itu dijadwalkan pada 6 dan 7 Juli, sesaat setelah World Ducati Week 2026.
Motor diserahkan dalam kotak kayu eksklusif lengkap dengan sertifikat keaslian, penutup motor, alas paddock, racing kit lengkap, hingga kesempatan melengkapi tampilan dengan helm, jaket kulit, dan pakaian edisi terbatas yang selaras dengan corak motornya.
Ducati menyebut Superleggera sebagai unicorn sejati dalam dunia sepeda motor. Dengan apa yang ditawarkan V4 Centenario, sulit untuk tidak setuju.

