MerdekaOto – RS Mitra Keluarga Bina Husada menggelar program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang berlokasi di Autoriumnya, Jalan Raya Mayor Oking Jaya Atmaja, Cibinong, Bogor, Sabtu (11/4/2026). Tak tanggung-tanggung, RS Mitra Keluarga Bina Husada mengerahkan dokter spesialis turun langsung untuk memeriksa peserta tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Program ini sebenarnya sudah ada sejak 2025 seperti mini medical check up (pemeriksaan tensi, gula darah, koresteril hingga asam urat), health talk dan pemeriksaan mata.
“Tahun 2025, kita tidak terlalu agresif melakukan beberapa pemeriksaan sekaligus dengan melibatkan langsung beberapa dokter spesialis,” ungkap dr. Astra Swastika, Direksi Mitra Keluarga Bina Husada.
Maret tahun 2026 menjadi titik baliknya. Managemen memutuskan untuk membuat program Festival Pemeriksaan Kesehatan Gratis, mengacu pada keluhan nyata yang paling sering muncul dari para peserta dari questioner maupun sesi-sesi sebelumnya.

Hasilnya, jenis pemeriksaan yang tersedia kini jauh lebih variatif: lutut, THT, mata, pemeriksaan darah untuk perempuan, prostat, hingga USG abdomen. Dalam satu sesi, peserta bisa menjalani lima hingga enam jenis pemeriksaan sekaligus.
“Kita seperti MCU, tapi pasien langsung tahu ternyata perlu pemeriksaan apa,” kata dr Astra.
Agar kualitas layanan tetap terjaga, kuota peserta per sesi sengaja dibatasi di angka 50 hingga 100 orang. Lebih dari itu, suasana menjadi terlalu padat dan pemeriksaan tidak lagi terasa nyaman. Program ini digelar dua minggu sekali, sehingga dalam sebulan sekitar 100 hingga 200 orang bisa terlayani. Setiap sesi juga diselingi health talk, termasuk kolaborasi dengan mitra seperti Fortopedia dan presentasi langsung dari dokter spesialis yang hadir.
Dari beberapa sesi yang sudah berjalan, pola temuan mulai terlihat. Masalah gigi mendominasi. Bukan kondisi darurat, melainkan hal-hal mendasar yang terlalu lama diabaikan: karang gigi yang tidak pernah dibersihkan, gigi berlubang yang hanya ‘ditangani’ dengan obat pereda nyeri tanpa pernah ditambal atau dicabut.
“Orang-orang hampir tidak pernah ke dokter gigi, bahkan hanya untuk membersihkan karang gigi. Ada yang giginya berlubang perlu dicabut atau ditambal, tapi cukup minum obat anti nyeri saja,” ujar dr Astra.
Temuan kedua datang dari pemeriksaan mata. Katarak tidak lagi hanya urusan usia senja. Peserta berusia 45 tahun sudah ada yang menunjukkan tanda awal. Kondisinya memang belum matang dan belum memerlukan operasi, tapi tanpa deteksi lebih awal, perjalanan menuju meja bedah tinggal soal waktu.
Pada sesi terbaru yang menghadirkan dokter THT, giliran anak-anak yang menjadi sorotan. Anak yang kerap demam berulang ternyata memiliki amandel yang sudah membengkak, sesuatu yang sering luput karena dikira demam biasa.
“Disinilah letak inovasi baru yang dilakukan oleh Mitra Keluarga Bina Husada, dokter spesialis hadir bukan saja memberikan seminar kesehatan, tapi juga terjun langsung memeriksa kesehatan dan berkonsultasi kepada peserta yang hadir,” ujar dr Astra.
Soal biaya, jawabannya tegas. Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan tidak dipungut biaya apapun.
Jika dari hasil pemeriksaan ada kondisi yang memerlukan tindak lanjut, kata dr Astra, pihaknya juga menyediakan layanan tindakan operasi dengan harga yang terjangkau.

