MerdekaOto – Perusahaan robotika AiMOGA Robotics, yang bernaung di bawah Chery Group, membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia dalam pengembangan teknologi embodied intelligence.
Langkah ini ditandai dengan kehadiran robot quadruped bernama Argos dalam forum diskusi bertajuk “Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit 2026” yang berlangsung di Grha Diktisaintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Forum ini bukan acara kecil. Tercatat sekitar 200 perwakilan dari hampir 100 perguruan tinggi Indonesia turut hadir, berdampingan dengan lebih dari 20 perusahaan asal Tiongkok. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan Comprehensive Strategic Partnership Indonesia-Tiongkok di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, dengan agenda utama mempertemukan kampus-kampus Tanah Air dengan industri Tiongkok untuk menjajaki kolaborasi konkret di bidang inovasi, ketenagakerjaan, dan pengembangan teknologi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie menegaskan bahwa kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan talenta merupakan komponen penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan yang kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi global.

Di tengah rangkaian diskusi tersebut, Argos tampil sebagai contoh nyata penerapan embodied intelligence, konsep kecerdasan buatan yang diwujudkan langsung dalam bentuk fisik robot yang dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Mahasiswa dan perwakilan perguruan tinggi yang hadir bahkan berkesempatan mencoba langsung berinteraksi dengan Argos melalui perintah suara, memberi mereka gambaran nyata tentang bagaimana teknologi ini bekerja di luar teori.
Yuri Yin, Direktur AiMOGA Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran Argos dalam forum ini merupakan langkah nyata AiMOGA untuk memperkenalkan teknologi embodied intelligence sekaligus mengeksplorasi penerapannya dalam berbagai skenario nyata, termasuk di sektor pendidikan. Baginya, dunia kampus punya peran yang jauh lebih besar dari sekadar tempat teknologi dipamerkan.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam perkembangan embodied intelligence, bukan hanya sebagai tempat teknologi diperkenalkan, tetapi juga sebagai ruang untuk riset, pengembangan talenta, dan eksplorasi penerapannya.
Melalui forum ini, kami ingin membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia agar mahasiswa dan akademisi dapat mengenal, mempelajari, dan mengeksplorasi teknologi ini secara langsung,” ujar Yuri Yin.

Interaksi langsung antara peserta forum dengan Argos rupanya membuka ruang dialog yang lebih luas bagi AiMOGA dengan perwakilan perguruan tinggi mengenai perkembangan embodied intelligence beserta potensi penerapannya di berbagai bidang.
Bagi AiMOGA sendiri, forum ini menjadi momentum penting untuk mulai menjajaki kolaborasi dengan kampus-kampus di Indonesia, khususnya dalam ranah pendidikan, riset, dan pengembangan talenta di bidang teknologi mutakhir ini.
Yuri Yin menambahkan bahwa AiMOGA terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang bisa dijalin bersama perguruan tinggi Tanah Air.
“AiMOGA terbuka untuk menjajaki berbagai bentuk kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari kegiatan pendidikan dan pengenalan teknologi, kolaborasi riset, hingga pengembangan talenta di bidang robotika dan kecerdasan buatan. Kami juga melihat peluang untuk bersama-sama mengeksplorasi bagaimana embodied intelligence dapat diterapkan dalam berbagai skenario nyata,” katanya.
Argos sendiri bukan sekadar robot pajangan. Ia merupakan robot quadruped, atau robot berkaki empat, yang dilengkapi kemampuan mengikuti pengguna secara otonom serta merespons perintah suara secara langsung.
Kemampuan ini menjadikannya salah satu contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat “dibumikan” dalam bentuk fisik yang mampu berinteraksi langsung dengan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Kehadiran Argos dalam summit ini sekaligus melanjutkan rangkaian langkah AiMOGA di Indonesia. Sebelumnya, pada 9 September 2026, AiMOGA telah membuka gerai pengalaman pertamanya, AiMOGA Experience Store, di Agora Mall, Jakarta Pusat.
Di gerai tersebut, masyarakat maupun pelaku industri dapat mengenal dan mengeksplorasi langsung dua robot andalan AiMOGA, yakni robot humanoid Mornine dan robot quadruped Argos, tanpa harus menunggu momen khusus seperti forum ilmiah atau pameran teknologi.
Melalui partisipasinya di Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit 2026, AiMOGA berupaya memperluas dialog dengan dunia pendidikan tinggi Indonesia mengenai perkembangan embodied intelligence.
Lebih dari sekadar memperkenalkan produk, langkah ini juga menjadi pintu masuk bagi AiMOGA untuk membangun kolaborasi jangka panjang bersama kampus-kampus di Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, riset, pengembangan talenta, maupun eksplorasi penerapan teknologi robotika dalam berbagai skenario kehidupan nyata.
Dengan strategi ini, AiMOGA tampaknya tidak sekadar ingin memasarkan produk robotikanya di pasar Indonesia, melainkan juga membangun ekosistem kolaborasi yang melibatkan dunia akademik sejak dini.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat perkembangan embodied intelligence dan kecerdasan buatan secara umum membutuhkan talenta-talenta baru yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan penerapan teknologi tersebut secara langsung di lapangan.

