MerdekaOto – Di tengah gempuran deretan kendaraan elektrifikasi yang memenuhi arena GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ada satu fenomena menarik yang terjadi di Booth LEPAS. Alih alih hanya berdiri mengamati unit yang dipajang, banyak pengunjung justru rela mengantre demi merasakan langsung sensasi berkendara LEPAS E4 EV dan LEPAS L8 PHEV. Fenomena ini seolah menegaskan bahwa keputusan membeli kendaraan elektrifikasi kini tidak lagi cukup hanya bermodal spesifikasi di atas kertas atau tampilan yang memikat mata.
Perilaku konsumen memang tengah bergeser. Calon pembeli kendaraan listrik dan hybrid masa kini ingin membuktikan sendiri bagaimana sebuah mobil bekerja dalam keseharian, mulai dari kenyamanan kabin, karakter berkendara, hingga bagaimana teknologi yang ditawarkan benar benar terasa manfaatnya, bukan sekadar deretan angka di brosur.
Mengusung tagline “Drive Your Elegance”, LEPAS berupaya menjawab pergeseran perilaku tersebut dengan memadukan estetika khas Leopard Aesthetics, teknologi yang intuitif, serta kenyamanan yang relevan dengan gaya hidup modern. Bagi LEPAS, sebuah kendaraan tidak cukup hanya dinilai dari wujud fisiknya semata, melainkan juga dari bagaimana desain dan teknologi bisa bekerja selaras menciptakan pengalaman yang benar benar terasa bagi penggunanya.
Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, menjelaskan filosofi di balik pendekatan yang diusung perusahaannya di GIIAS tahun ini.

“Kami percaya desain memang menjadi hal pertama yang menarik perhatian. Namun, yang membuat seseorang benar-benar mengenal sebuah kendaraan adalah pengalaman saat mengendarainya. Karena itu, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat LEPAS dari tampilannya, tetapi juga merasakan langsung kenyamanan, teknologi, dan kualitas berkendaranya. Melalui pengalaman tersebut, kami berharap mereka dapat memahami makna dari semangat Drive Your Elegance yang menjadi filosofi LEPAS,” ujar Temmy.
Antusiasme tersebut bukan sekadar klaim di atas kertas. Hingga akhir pekan pertama penyelenggaraan GIIAS 2026, tercatat lebih dari 550 pengunjung telah merasakan langsung sesi test drive bersama LEPAS E4 EV maupun LEPAS L8 PHEV. Bagi LEPAS, angka tersebut bukan sekadar jumlah peserta belaka, melainkan cerminan dari semakin besarnya keinginan masyarakat untuk memahami karakter kendaraan elektrifikasi lewat pengalaman nyata, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pembelian.
Selama sesi test drive berlangsung, pengunjung berkesempatan merasakan langsung bagaimana LEX Intelligent New Energy Platform bekerja lewat konsep yang disebut Four More, yakni More Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Efficient. Konsep ini diterjemahkan menjadi sensasi berkendara yang lebih stabil, kabin yang lebih lapang, suasana yang lebih senyap, hingga efisiensi energi yang lebih optimal. Lewat pendekatan tersebut, teknologi tidak lagi hanya menjadi deretan spesifikasi di brosur, melainkan benar benar bisa dirasakan manfaatnya dalam penggunaan sehari hari.
Bagi konsumen yang menginginkan pengalaman mobilitas listrik sepenuhnya, LEPAS E4 EV hadir dengan perpaduan desain kontemporer, teknologi intuitif, serta efisiensi yang cocok mendukung gaya hidup urban. Dipasarkan dengan harga spesial GIIAS senilai Rp339 juta on the road Jakarta, LEPAS E4 EV mengklaim jarak tempuh hingga 600 kilometer berdasarkan pengujian CLTC, yang disebut terjauh di kelasnya. Kendaraan ini juga didukung fitur pengisian daya cepat 130 kW DC Fast Charging yang mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit. Tak hanya itu, LEPAS E4 EV turut dibekali kemampuan wading depth hingga 525 milimeter, memberi rasa percaya diri lebih saat menerjang genangan air di jalan.
Sementara bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara, LEPAS L8 PHEV tampil sebagai Premium Plug in Hybrid SUV dengan banderol Rp589 juta on the road Jakarta. Mengombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin, kendaraan ini menawarkan jarak tempuh mode listrik murni lebih dari 100 kilometer untuk mobilitas harian, dengan daya jelajah gabungan yang bisa menembus lebih dari 1.300 kilometer.

Kombinasi ini memberi kebebasan bagi pemiliknya untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa mengorbankan efisiensi maupun kenyamanan. Sensasi premium semakin terasa lewat fitur Automated Parking Assist, Remote Parking Assist, ambient lighting dengan 256 pilihan warna, Active Fragrance System, hingga kabin yang didesain senyap untuk menghadirkan perjalanan yang lebih rileks.
Selain menghadirkan pengalaman berkendara langsung, LEPAS turut melengkapi partisipasinya di GIIAS 2026 dengan berbagai program bernilai tambah bagi konsumen. Setiap pembelian kendaraan selama pameran berkesempatan mengikuti program Lucky Draw dengan hadiah kartu uang elektronik senilai hingga Rp12 juta, berlaku untuk transaksi di Booth LEPAS ICE BSD dengan minimum booking fee Rp5 juta.
Komitmen LEPAS pun tidak berhenti begitu kendaraan diserahkan ke tangan konsumen. Baik LEPAS E4 EV maupun LEPAS L8 PHEV didukung ekosistem layanan purnajual bertajuk LEPAS CARE. Untuk varian L8 PHEV, jaminan yang diberikan mencakup garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 kilometer, garansi baterai, motor listrik, dan controller selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, garansi mesin hingga 10 tahun atau 1.000.000 kilometer bagi pemilik pertama, gratis servis selama 4 tahun atau 60.000 kilometer, layanan antar jemput selama dua tahun di area tertentu, serta bantuan darurat di jalan hingga radius 50 kilometer selama tiga tahun.
Sementara pemilik LEPAS E4 EV memperoleh garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 kilometer, garansi baterai, motor listrik, dan controller selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, serta layanan bantuan darurat di jalan selama tiga tahun, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Lewat kehadirannya di GIIAS 2026, LEPAS ingin menegaskan bahwa memilih kendaraan elektrifikasi kini tidak lagi cukup hanya berbekal spesifikasi. Ketika desain mampu mengundang perhatian, teknologi menghadirkan kenyamanan nyata, dan pengalaman berkendara membangun keyakinan, sebuah kendaraan tidak lagi sekadar menjadi alat transportasi, melainkan bagian dari gaya hidup dan karakter pemiliknya.

