Close Menu
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

15 Oktober 2026 | 18:24

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

14 Oktober 2026 | 22:51

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

14 Oktober 2026 | 22:39
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi
  • AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta
  • All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda
  • Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba
  • Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook
  • MGS6 EV Resmi Dikenalkan, SUV Listrik Premium Mulai Rp550 Juta
  • Beli Hyundai CRETA, Dapat Skincare Kit Laneige Senilai Rp3,7 Juta
  • Hyper Graphene Coating Spray dari Kilap Premium Meluncur di IMX 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 |
YouTube Instagram TikTok Threads
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
Home»Otomotif»Architecture 3,5 Jadi Rahasia Kekokohan Bodi Leapmotor B10
Otomotif

Architecture 3,5 Jadi Rahasia Kekokohan Bodi Leapmotor B10

Dedi RahmadiBy Dedi Rahmadi3 Juli 2026 | 22:03
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Email Copy Link Telegram
Bagikan
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link

MerdekaOto – Sebuah rangka mobil bisa menjadi penentu utama apakah sebuah kendaraan terasa kokoh atau justru limbung saat melaju kencang. Itulah yang coba ditonjolkan Leapmotor lewat B10, SUV listrik yang mulai diperkenalkan ke publik Indonesia dalam ajang Indomobil Expo di Summarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan, mulai 30 Juni hingga 5 Juli 2026. Di balik tampilan luarnya yang mengusung gaya SUV modern, mobil ini menyimpan fondasi teknis bernama Leapmotor Architecture 3,5, sebuah platform yang diklaim menjadi kunci utama keseimbangan dan kekokohan struktur bodi B10 secara keseluruhan.

Platform generasi terbaru Leapmotor ini bukan sekadar rangka kosong tempat menempelkan komponen mobil. Architecture 3,5 dipadukan dengan teknologi bernama Cell to Chassis, sebuah pendekatan rekayasa yang menyatukan sel baterai langsung ke dalam struktur sasis kendaraan, alih-alih menempatkannya sebagai komponen terpisah yang sekadar diselipkan di bawah lantai mobil. Dengan cara ini, baterai tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sumber energi, tetapi turut menjadi bagian dari struktur penopang bodi mobil itu sendiri.

Dampak dari pendekatan tersebut terasa pada dua aspek penting, yaitu rigiditas struktur dan distribusi beban. Rigiditas yang tinggi membuat bodi mobil lebih tahan terhadap gaya puntir saat menikung atau melintasi jalan tidak rata, sementara distribusi beban yang merata di seluruh bagian mobil membuat titik berat kendaraan lebih seimbang. Kombinasi keduanya berpengaruh langsung pada stabilitas mobil saat melaju, terutama pada kecepatan tinggi maupun saat manuver mendadak, dua situasi yang kerap menjadi ujian sesungguhnya bagi kendaraan listrik yang notabene membawa beban baterai cukup berat.

Fondasi arsitektur tersebut kemudian ditopang oleh sektor penggerak yang tidak kalah menarik untuk disimak. B10 mengusung motor listrik dengan tenaga 160 kW dan torsi 240 Newton meter, angka yang tergolong besar di kelasnya. Tenaga sebesar itu disalurkan lewat skema penggerak roda belakang, pilihan yang cukup jarang ditemui pada SUV listrik massal namun lazim dipakai untuk menghadirkan rasa berkendara yang lebih dinamis serta akselerasi yang lebih mumpuni. Adapun sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas 67,1 kWh yang diklaim sanggup menempuh jarak hingga 516 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.

Sentuhan arsitektur Architecture 3,5 juga terlihat jelas dari luar lewat pemilihan konfigurasi ban yang tidak biasa. B10 menggunakan skema staggered wheels, di mana ukuran ban depan dan belakang dibuat berbeda, yaitu 225/50/18 di roda depan dan 235/50/18 di roda belakang. Konfigurasi semacam ini umumnya hanya ditemukan pada mobil-mobil bergaya Eropa yang mengutamakan karakter berkendara sporty, sekaligus menjadi penanda visual bahwa platform di bawah bodi B10 memang dirancang untuk menopang performa, bukan sekadar estetika semata.

Leapmotor sendiri bukan pemain baru tanpa jejaring di industri otomotif global. Pabrikan asal Tiongkok ini menjalin kolaborasi besar dengan Stellantis, kelompok otomotif yang menaungi total lima belas merek dari berbagai negara. Di Indonesia, Leapmotor akan melangkah beriringan dengan sesama merek Stellantis lainnya, yaitu Citroen dan Jeep, yang sudah lebih dulu masuk pasar domestik sejak 2023. Operasional Leapmotor di Tanah Air sendiri akan sepenuhnya ditangani oleh PT Indomobil National Distributor, mitra resmi Stellantis di Indonesia.

Dalam ajang customer preview di Serpong ini, Leapmotor membawa dua unit display dan satu unit test drive agar pengunjung bisa langsung merasakan bagaimana rasa berkendara yang dihasilkan dari kombinasi platform Architecture 3,5, motor listrik bertenaga besar, dan skema penggerak roda belakang tersebut. Fokus acara memang lebih diarahkan pada product preview dan pengalaman test drive, agar calon konsumen bisa mendalami langsung fitur dan karakter mobil ini, bukan sekadar membaca spesifikasi di atas kertas.

Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, menyebut kehadiran Leapmotor di Indonesia didasari studi pasar yang panjang dengan data yang cukup akurat. Ia menegaskan pihaknya yakin baik brand maupun produk yang akan diluncurkan punya tempat di hati konsumen Indonesia nantinya. Keyakinan tersebut tampaknya bersandar pada fondasi teknologi yang telah dibangun Leapmotor lewat platform terbarunya, sebuah modal yang akan diuji langsung oleh reaksi pasar begitu B10 benar-benar diluncurkan secara resmi.

Peluncuran penuh B10 sendiri dijadwalkan berlangsung pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mendatang. Hingga saat ini, fokus Leapmotor Indonesia masih berpusat pada upaya memperkenalkan produk sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap brand ini secara luas, dengan harapan besar dapat memposisikan diri sebagai pendatang baru yang menawarkan solusi mobilitas relevan di tengah era elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang di Indonesia.

editor pick featured Leapmotor Leapmotor B10 Merdekaoto Mobil otomotif Pilihan Redaksi
Share. Facebook Twitter Copy Link WhatsApp Email Telegram
Previous ArticleGAC Buka Rahasia Teknologi Global di Balik Mobil Listrik AION
Next Article Honda Raih Penghargaan Atas Kontribusi 40 Tahun Motorsport di IMI Awards
Dedi Rahmadi
  • Website

Berita Terkait

Otomotif

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

Dedi Rahmadi15 Oktober 2026 | 18:24
Otomotif

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:51
Otomotif

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:39
Otomotif

Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:19
Otomotif

Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 20:57
Berita Terpopuler

Menyusuri PIK 2 Bersama Geely EX2, Extra Fun 2 You

25 Januari 2026 | 20:04134 Views

MACI Gelar JAWARA 2026, Deru Mesin Motor Klasik Bakal Penuhi Jalur Malang-Solo

5 April 2026 | 18:51117 Views

Chery Serahkan 5.000 Unit TIGGO CSH, Hybrid Jadi Andalan Transisi EV

25 Januari 2026 | 00:17111 Views

KOLEKSI : Edukasi Keselamatan Jadi Kunci Adopsi Mobil Listrik Indonesia

24 Januari 2026 | 23:4089 Views

Kapok Disetirin Rifat Sungkar! – Aksi Tak Terduga & Reaksi Lucu yang Bikin Ngakak

3 September 2025 | 00:0085 Views
MerdekaOto.com
YouTube Instagram TikTok Threads
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
merdekaoto.com © 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.