Close Menu
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

15 Oktober 2026 | 18:24

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

14 Oktober 2026 | 22:51

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

14 Oktober 2026 | 22:39
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi
  • AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta
  • All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda
  • Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba
  • Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook
  • MGS6 EV Resmi Dikenalkan, SUV Listrik Premium Mulai Rp550 Juta
  • Beli Hyundai CRETA, Dapat Skincare Kit Laneige Senilai Rp3,7 Juta
  • Hyper Graphene Coating Spray dari Kilap Premium Meluncur di IMX 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 |
YouTube Instagram TikTok Threads
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
Home»Otomotif»Beli JETOUR T1i-DM Rp 538 Juta, Apa yang Konsumen Benar-Benar Dapatkan?
Otomotif

Beli JETOUR T1i-DM Rp 538 Juta, Apa yang Konsumen Benar-Benar Dapatkan?

Dedi RahmadiBy Dedi Rahmadi8 Juni 2026 | 15:10
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Email Copy Link Telegram
Bagikan
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link

MerdekaOto – Angka Rp 538 juta untuk sebuah SUV hybrid bukan keputusan kecil. Bagi sebagian besar keluarga kelas menengah Indonesia, itu setara dengan tiga hingga empat tahun tabungan serius. Maka pertanyaan yang relevan bukan apa yang diiklankan JETOUR tentang T1 i-DM, melainkan apa yang secara konkret diterima pembeli pada hari pengiriman dan seterusnya.

Dari sisi teknologi penggerak, konsumen mendapatkan sistem hybrid yang tidak memerlukan kebiasaan baru. Mesin ACTECO 1.5 TGDI 136 PS dan motor listrik 204 PS bekerja bersama secara otomatis melalui enam skenario adaptif tanpa perlu perpindahan mode manual. Di kemacetan kota, kendaraan berjalan senyap menggunakan listrik murni. Di jalan tol, mesin bensin mengambil alih tanpa rasa tersendat. Pengisian baterai pun bisa dilakukan di SPKLU dalam 27 menit untuk mengisi dari 30 ke 80 persen, atau cukup membiarkan sistem regeneratif bekerja sendiri selama berkendara normal.

Baterai LFP 18,4 kWh yang digunakan memiliki karakteristik yang berbeda dari baterai NMC yang lebih umum: lebih stabil secara kimiawi, lebih tahan panas, dan diklaim memiliki siklus pengisian yang lebih panjang. Sertifikasi IP68 berarti baterai ini terlindungi dari rendaman air hingga kedalaman tertentu, relevan untuk kondisi banjir yang kerap dihadapi pengemudi di kota-kota besar Indonesia.

Di dalam kabin berukuran 4.705 x 1.967 x 1.843 mm dengan wheelbase 2.800 mm, konsumen mendapatkan ruang yang cukup untuk lima penumpang dewasa tanpa berdesakan, bagasi 1.455 liter, dan ketenangan akustik yang dijaga 79 titik peredam suara serta kaca berlapis ganda. Tingkat kebisingan di bawah 40 dB saat idle bukan angka kosong, itu terasa langsung saat berbicara normal tanpa perlu meninggikan suara di kabin.

Fitur yang sering dianggap sekunder ternyata relevan untuk penggunaan harian: Dual Zone AC untuk pasangan yang berbeda preferensi suhu, 24 Hour Parking AC untuk yang sering menunggu dalam mobil di cuaca panas, dan leg rest kursi depan untuk penumpang yang kerap melakukan perjalanan jauh. Varian i-DM juga dilengkapi V2L 3,3 kW, kemampuan yang nilainya baru terasa saat listrik padam atau saat berkemah tanpa sumber daya eksternal.

Dari sisi keselamatan, bintang lima ASEAN NCAP dan 13 fitur ADAS bukan sekadar nilai jual. Itu berarti mobil ini telah diuji secara independen dan hasilnya bisa diverifikasi publik, berbeda dengan klaim keselamatan yang hanya muncul di materi promosi.

Pada akhirnya, Rp 538 juta untuk JETOUR T1 i-DM membeli sebuah proposi yang jelas: teknologi hybrid tanpa kurva belajar, kabin yang dirancang untuk perjalanan panjang, dan validasi keselamatan dari lembaga independen. Yang belum bisa dijawab sepenuhnya hari ini adalah pengalaman purna jual jangka panjang, dan itu adalah variabel yang hanya waktu dan jaringan servis JETOUR yang bisa membuktikannya.

editor pick featured JETOUR JETOUR T1 Merdekaoto Mobil otomotif Pilihan Redaksi Teknologi
Share. Facebook Twitter Copy Link WhatsApp Email Telegram
Previous ArticleBiaya Operasional JAECOO J5 EV Rp 9.600 per Hari, Lebih Murah dari Kopi Viral
Next Article Audi Q5 Sportback Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp 1,9 Miliar
Dedi Rahmadi
  • Website

Berita Terkait

Otomotif

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

Dedi Rahmadi15 Oktober 2026 | 18:24
Otomotif

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:51
Otomotif

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:39
Otomotif

Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:19
Otomotif

Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 20:57
Berita Terpopuler

Menyusuri PIK 2 Bersama Geely EX2, Extra Fun 2 You

25 Januari 2026 | 20:04134 Views

MACI Gelar JAWARA 2026, Deru Mesin Motor Klasik Bakal Penuhi Jalur Malang-Solo

5 April 2026 | 18:51117 Views

Chery Serahkan 5.000 Unit TIGGO CSH, Hybrid Jadi Andalan Transisi EV

25 Januari 2026 | 00:17111 Views

KOLEKSI : Edukasi Keselamatan Jadi Kunci Adopsi Mobil Listrik Indonesia

24 Januari 2026 | 23:4089 Views

Kapok Disetirin Rifat Sungkar! – Aksi Tak Terduga & Reaksi Lucu yang Bikin Ngakak

3 September 2025 | 00:0085 Views
MerdekaOto.com
YouTube Instagram TikTok Threads
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
merdekaoto.com © 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.