MerdekaOto – Kota Surakarta kembali bergemuruh oleh deru mesin dan gemuruh sound system akhir pekan lalu. Halaman Keraton Mangkunegaran yang biasanya lekat dengan nuansa budaya, mendadak berubah menjadi arena adu gengsi para modifikator mobil dalam gelaran BlackAuto Battle (BAB) Solo 2026, Sabtu (8/8/2026). Ini adalah putaran kedua ajang tersebut setelah sebelumnya sukses digelar di BSD City.
Sejak gerbang dibuka, ratusan mobil modifikasi dari berbagai genre memadati venue. Suasana kian panas lewat tiga arena utama yang jadi favorit pengunjung, yakni Dyno Test untuk adu tenaga mesin, kontes modifikasi bodi, serta Black Outloud sebagai ajang unjuk gigi kualitas audio mobil.
Animo peserta yang membeludak bahkan memaksa panitia menutup pendaftaran lebih awal. Keterbatasan ruang dan waktu membuat penyelenggara harus selektif memilih siapa saja yang berhak tampil di hari perlombaan.
“Peserta full, dengan daftar tunggu mencapai ratusan mobil. Dan saat lomba digelar, total ada 140 peserta yang ikutan. BAB Solo 2026 juga dihiasi dengan banyaknya peserta yang membawa supercar, JDM atau EUDM,” terang Boy Prabowo, selaku perwakilan penyelenggara BlackAuto Battle, Selasa (11/8/2026).
Dua Gaya Modifikasi, Dua Mahkota Juara

Persaingan paling ketat justru terjadi di kategori Blackauto Modify, tempat dua filosofi modifikasi yang bertolak belakang saling adu kualitas. Di satu sisi ada peserta yang menonjolkan detail fungsional bergaya harian, sementara di sisi lain kelas Contest memberi kebebasan penuh bagi pemilik mobil untuk berkreasi tanpa batas.
Gelar juara kelas Champ Contest akhirnya jatuh ke tangan mobil bernama BlueSky, yang dibangun di atas basis Honda Odyssey. Nyaris seluruh bagian mobil ini dirombak habis-habisan. Bodinya mengenakan kit widebody custom dengan balutan cat Blue Candy Tone yang dipercantik sentuhan airbrush.
Yang membuat BlueSky istimewa bukan hanya tampilan luarnya. Mobil ini dilengkapi 21 fitur motorized yang mengoperasikan pintu, kursi, kap mesin, sampai bagasi secara otomatis. Kabinnya pun disulap menjadi ruang hiburan berjalan lengkap dengan dasbor berbahan fiberglass, 74 layar televisi, konsol PlayStation 4, hingga perangkat DJ Controller. Soal dapur pacu, BlueSky mengandalkan mesin VR4 twin-turbo yang siap memuntahkan tenaga besar.

Berbanding terbalik dengan BlueSky, juara kategori modifikasi fungsional justru direbut oleh mobil klasik yang sarat sejarah, Toyota Supra MK4 RZ-S keluaran 1995. Alih-alih mengganti total, mesin legendaris 2JZ-GTE tetap dipertahankan keasliannya. Sentuhan modifikasi hanya difokuskan pada peningkatan performa lewat injektor DeatschWerks, sistem pembuangan Trust GReddy, serta kaki-kaki dari Cusco.
Tampilan Supra ini semakin gagah berkat pelek Advan GT Beyond R warna merah yang dipadukan lip spoiler GReddy Gracer. Kemenangan mobil ini membuktikan satu hal, mempertahankan jati diri asli sebuah mobil dengan pemilihan komponen yang presisi tetap punya daya tarik tersendiri di mata juri.

Adu Tenaga di Dyno hingga Gempuran Suara di Black Outloud
Beralih ke arena Dyno Test, ajang ini menjadi ladang pembuktian bagi mobil-mobil bertenaga besar. Di kelas FFA Diesel Class, Abimanyu berhasil menjadi yang terdepan lewat Toyota Innova miliknya yang mencatatkan tenaga 314,8 HP, mengungguli Kynan dengan Innova Reborn (299 HP) dan Rizal Kocu bersama Fortuner FNT (191,5 HP).
Kejutan datang dari kelas 70 HP Bracket Class, di mana Mico dari tim FD Squad naik podium teratas lewat Honda Civic FD dengan tenaga 68,2 HP. Sementara catatan paling mengerikan justru tercipta di kelas FFA AWD, saat Ghandi bersama Nissan GT-R R35 miliknya membukukan tenaga fantastis sebesar 532,0 HP.
Tak kalah seru, arena Black Outloud menyuguhkan duel tata suara yang menegangkan. Di kelas SQL Max Twin Boombox, penilaian tak hanya soal keras tidaknya suara, melainkan juga kejernihan dan kualitas keseluruhan. Tim ICO Audiowork dari Bacang Audio yang mengusung Honda Mobilio tampil sebagai juara dengan total 332,2 poin, unggul tipis dari Newbie bersama BMW X5 (325,5 poin) dan Andi dari tim Gravinci dengan Nissan Livina (321,0 poin).
Sementara di kelas SPL Fun FFA yang murni mengukur tekanan suara, Rojul dari tim ICA sukses menjadi yang terkeras lewat Suzuki Ertiga dengan rata-rata 158,45 dB. Tim ICO Audiowork dan Newbie kembali menegaskan konsistensinya dengan tetap menembus tiga besar di kelas ini.
Hiburan Melengkapi Keseruan Akhir Pekan
BAB Solo 2026 tidak melulu soal kompetisi otomotif. Panggung utama dibuat kian meriah lewat penampilan Live Beats dari DJ Dewi Jane yang mengiringi jalannya acara sepanjang hari.

Pengunjung juga bisa berburu hadiah menarik senilai jutaan rupiah lewat BlackShot Challenge, tantangan fotografi yang mengajak peserta menangkap sudut terbaik dari deretan mobil modifikasi yang dipamerkan. Selain itu, booth BlackXperience turut menjadi titik favorit pengunjung untuk bersantai di lounge, berburu merchandise eksklusif, sampai mencoba wahana foto interaktif.
Kombinasi antara pameran mobil, adu performa mesin, gemuruh audio, dan hiburan musik sukses menjadikan BAB Solo 2026 di Keraton Mangkunegaran sebagai salah satu perhelatan otomotif paling berkesan sepanjang tahun ini.

