MerdekaOto – Dashcam kini tak lagi sekadar alat rekam kejadian di jalan. BlackVue Indonesia memperkenalkan pembaruan terbaru untuk lini ELITE 10-2CH di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, dengan menyematkan AI Copilot pada aplikasi pendampingnya, BlackVue Fleeta. Kehadiran fitur ini menandai pergeseran fungsi dashcam, dari sekadar perekam pasif menjadi asisten digital yang bisa diajak berdialog soal kebiasaan berkendara penggunanya.
Bayangkan sebuah dashcam yang bisa menjawab pertanyaan layaknya asisten pribadi. Itulah yang ditawarkan AI Copilot. Pengguna cukup mengetikkan pertanyaan di aplikasi BlackVue Fleeta, misalnya “Bagaimana cara meningkatkan gaya mengemudi saya?” atau “Mengapa nilai safety driving saya menurun?”, dan sistem AI akan menganalisis data telematika yang tersimpan di BlackVue Cloud, lalu memberikan jawaban sekaligus rekomendasi yang dipersonalisasi sesuai riwayat berkendara masing-masing pengguna.
Yang membedakan AI Copilot dari chatbot AI kebanyakan adalah sumber datanya. Alih-alih mengandalkan jawaban generik, fitur ini memanfaatkan data nyata hasil perekaman kendaraan, mulai dari pola akselerasi, pengereman, kecepatan, durasi perjalanan, hingga berbagai parameter keselamatan lainnya. Dengan bahan analisis yang berasal langsung dari perilaku berkendara pengguna sendiri, rekomendasi yang diberikan pun jadi lebih relevan dan personal.

Direktur Pemasaran BlackVue Indonesia, Rudy, menyebut kehadiran AI Copilot sebagai bagian dari arah besar perkembangan industri dashcam ke depan. “AI akan menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi dashcam. Melalui AI Copilot di BlackVue Fleeta, kami ingin mengubah cara pengguna memanfaatkan data berkendara. Kini pengguna tidak hanya dapat merekam perjalanan, tetapi juga memahami perilaku mengemudi mereka melalui analisis yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan keselamatan di jalan,” ujar Rudy.
Terlepas dari sentuhan AI yang jadi bintang utama pembaruan kali ini, BlackVue ELITE 10-2CH tetap mempertahankan fondasi yang membuatnya dikenal sebagai salah satu dashcam premium di kelasnya. Perangkat ini mampu merekam video Dual 4K UHD 30FPS, didukung sensor Sony STARVIS 2, teknologi HDR, kemampuan 12-Bit Capture, serta Full-Color Night Vision yang menjaga ketajaman dan detail gambar sekalipun dalam kondisi minim cahaya.
Dari sisi kecepatan respons, fitur Fast Boot memungkinkan proses perekaman langsung dimulai hanya sekitar satu detik setelah mesin kendaraan dinyalakan. Sementara itu, Smart Event Recording bekerja otomatis mendeteksi berbagai situasi krusial seperti pengereman keras, benturan, akselerasi mendadak, hingga overspeed, kemudian menyimpan rekaman sebelum dan sesudah kejadian tersebut agar momen penting tidak pernah terlewat.
Perlindungan kendaraan tidak berhenti saat mesin mati. BlackVue ELITE 10 dilengkapi Power Saving Parking Mode dengan konsumsi daya sangat rendah, sehingga kamera tetap dapat memantau kondisi sekitar kendaraan tanpa membebani aki. Perangkat ini juga dirancang tahan beroperasi pada suhu tinggi, kondisi yang lazim terjadi di dalam kabin kendaraan di iklim tropis seperti Indonesia, sehingga keandalannya tetap terjaga untuk pemakaian sehari-hari.

Konektivitas menjadi nilai tambah lain yang ditawarkan lewat dukungan BlackVue Cloud. Pengguna dapat menikmati fitur Live View untuk memantau kondisi kendaraan secara langsung, notifikasi real-time, komunikasi dua arah, pencadangan otomatis untuk rekaman-rekaman penting, hingga pelacakan lokasi kendaraan melalui GPS dan Wi-Fi bawaan.
Rudy menambahkan, pembaruan pada ELITE 10-2CH ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan BlackVue dalam menghadirkan nilai tambah, baik bagi pengguna individu maupun perusahaan yang mengelola armada kendaraan dalam jumlah besar. “Kami melihat masa depan dashcam bukan hanya sebagai alat bukti ketika terjadi insiden, tetapi juga sebagai perangkat pintar yang mampu memberikan wawasan, membantu membangun kebiasaan mengemudi yang lebih aman, serta mendukung efisiensi operasional melalui analisis berbasis data,” tutup Rudy.
Kombinasi antara kualitas perekaman premium, konektivitas cloud yang matang, serta kehadiran AI Copilot yang mampu menerjemahkan data mentah menjadi rekomendasi praktis, membuat BlackVue ELITE 10-2CH menegaskan posisinya sebagai salah satu dashcam paling inovatif yang beredar di pasar Indonesia saat ini.
Momentum GIIAS 2026 turut dimanfaatkan BlackVue untuk menghadirkan promo besar-besaran, dengan diskon hingga 40 persen serta berbagai hadiah menarik bagi pengunjung yang tertarik membawa pulang produknya. Rentang harga produk BlackVue sendiri terbilang cukup lebar, mulai dari sekitar Rp2 jutaan hingga Rp12 jutaan, tersedia melalui jaringan dealer resmi BlackVue di seluruh Indonesia. Seluruh produk BlackVue turut dilengkapi garansi resmi selama tiga tahun, memberikan jaminan tambahan bagi konsumen yang ingin berinvestasi pada perangkat keselamatan berkendara ini.
Bagi yang tertarik mengetahui lebih lanjut soal spesifikasi, harga, maupun lokasi pembelian, informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi BlackVue atau akun Instagram resmi @blackvueindonesia. Dengan langkah menghadirkan AI Copilot lebih dulu di Indonesia lewat panggung GIIAS 2026, BlackVue tampak ingin menegaskan posisinya bukan sekadar produsen perangkat rekam, melainkan pemain teknologi yang serius menggarap masa depan keselamatan berkendara berbasis kecerdasan buatan.
Langkah BlackVue menghadirkan AI Copilot ini juga sejalan dengan tren yang mulai berkembang di industri otomotif secara global, di mana perangkat pendukung kendaraan tidak lagi berdiri sendiri sebagai alat mekanis, melainkan terintegrasi dengan layanan digital berbasis data. Bagi pengelola armada, misalnya, kemampuan menganalisis pola berkendara puluhan hingga ratusan pengemudi sekaligus dapat menjadi alat bantu penting dalam menekan risiko kecelakaan sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional kendaraan.
Kehadiran perdana AI Copilot di ajang GIIAS 2026 pun bisa dibaca sebagai sinyal bahwa persaingan di industri dashcam ke depan tidak lagi semata soal resolusi gambar atau kualitas perekaman, tetapi juga soal seberapa cerdas perangkat tersebut mampu membantu penggunanya memahami dan memperbaiki kebiasaan berkendara mereka sendiri.

