MerdekaOto – Chery Indonesia menutup gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan hasil yang menggembirakan. Sepanjang pameran berlangsung, merek asal Tiongkok ini berhasil mengantongi 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), sebuah lonjakan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan perolehan GIIAS 2025 yang tercatat sebanyak 2.153 SPK, angka tahun ini melonjak hingga 62,56 persen secara tahunan. Dalam hitungan absolut, Chery mencetak tambahan 1.347 SPK dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu, sebuah indikasi bahwa minat pasar terhadap lini produk mereka terus menanjak.
Yang menarik, lonjakan pemesanan ini tidak lepas dari peran satu model yang baru saja diperkenalkan ke publik. Chery Q, compact EV yang resmi meluncur pada 31 Juli 2026, tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan raihan sekitar 1.750 SPK atau setara separuh dari total pemesanan seluruh portofolio Chery selama pameran. Dengan kata lain, satu dari dua unit yang dipesan pengunjung GIIAS 2026 adalah Chery Q.
Ketertarikan pengunjung terhadap Chery Q rupanya tidak berhenti pada urusan pemesanan saja. Dari sekitar 2.000 sesi test drive yang digelar selama pameran berlangsung, Chery Q kembali mendominasi dengan menyumbang 67,7 persen atau sekitar 1.355 sesi. Artinya, mayoritas pengunjung yang ingin merasakan langsung sensasi berkendara mobil listrik di booth Chery memilih untuk mencoba model ini terlebih dahulu.

Tingginya antusiasme tersebut tidak lepas dari positioning yang diusung Chery Q sebagai “The Most Complete Compact EV”, sebuah klaim yang tampaknya berhasil menarik perhatian calon konsumen di tengah persaingan segmen mobil listrik kompak yang semakin ramai di Tanah Air.
Menanggapi pencapaian ini, Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menyampaikan apresiasi kepada konsumen yang telah memberikan kepercayaan selama pameran berlangsung.
“Chery menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusiasme dan kepercayaan konsumen yang terlihat dari performa positif kami di GIIAS 2026. Chery Q menjadi kontributor utama dalam pencapaian SPK sekaligus model yang paling banyak dicoba oleh pengunjung. Respons positif ini menjadi bukti penerimaan pasar terhadap produk dan inovasi yang kami hadirkan. Bagi kami, pencapaian ini tentu menjadi dorongan untuk terus memahami kebutuhan konsumen dan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Budi.
Lantas, apa yang membuat Chery Q begitu diminati hanya dalam waktu singkat sejak diluncurkan? Jawabannya ada pada kombinasi spesifikasi teknis yang ditawarkan. Mobil listrik kompak ini dibekali baterai berkapasitas 42,7 kWh yang sanggup menempuh jarak hingga 400 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC, angka yang cukup kompetitif untuk kelas compact EV.

Belum lagi soal kecepatan pengisian daya. Chery Q mengusung teknologi fast charging yang memungkinkan proses pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu 16,5 menit. Kombinasi jarak tempuh yang lega dan waktu pengisian yang singkat inilah yang tampaknya menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang selama ini masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena kekhawatiran soal jarak tempuh dan waktu charging.
Meski Chery Q mencuri sorotan, bukan berarti model lain dalam jajaran Chery sepi peminat. Booth Chery selama GIIAS 2026 juga ramai dikunjungi mereka yang penasaran mencoba sejumlah model lain, di antaranya:
- TIGGO 8 CSH
- TIGGO Cross
- J6T
- J6T CSH
Deretan model tersebut turut mencatatkan sesi test drive yang cukup tinggi, menunjukkan bahwa daya tarik Chery di GIIAS 2026 tidak hanya bertumpu pada satu produk saja. Rentang portofolio yang dihadirkan Chery memang cukup lengkap, mulai dari SUV kompak untuk kebutuhan mobilitas harian, SUV keluarga berukuran lebih besar, kendaraan listrik dengan karakter petualangan, hingga kendaraan elektrifikasi yang menawarkan fleksibilitas jarak jelajah bagi konsumen yang masih mempertimbangkan opsi hybrid.
Pencapaian di GIIAS 2026 ini pada akhirnya menjadi bukti bahwa strategi Chery memperluas variasi produk, mulai dari kendaraan konvensional hingga elektrifikasi penuh, mendapat sambutan yang positif dari pasar otomotif Indonesia. Kehadiran Chery Q sebagai model teranyar sekaligus menjadi bukti bahwa peluncuran produk baru dapat langsung berdampak signifikan terhadap performa penjualan sebuah merek, asalkan diimbangi dengan spesifikasi dan fitur yang sesuai kebutuhan konsumen.
Dengan capaian ini, posisi Chery di industri otomotif nasional semakin diperhitungkan. Kombinasi antara teknologi elektrifikasi, performa berkendara, kenyamanan, serta fitur pendukung gaya hidup modern yang dihadirkan Chery tampaknya berhasil menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang kian beragam. Ke depan, momentum ini kemungkinan akan menjadi modal bagi Chery untuk terus memperkuat penetrasi pasarnya, khususnya di segmen kendaraan listrik yang persaingannya semakin ketat.

