MerdekaOto – Nama FREELANDER bukan asing bagi pecinta SUV. Dua dekade lalu, kendaraan itu sempat menjadi SUV terlaris di Eropa selama lima tahun berturut-turut. Kini, merek legendaris itu hadir kembali dengan wajah baru, amunisi teknologi yang jauh lebih canggih, dan ambisi yang lebih besar dari sebelumnya.
Pada 25 April 2026, FREELANDER resmi mendeklarasikan kebangkitannya lewat acara Brand Night di Wuhu, Tiongkok. Lebih dari 500 mitra diler dan jurnalis internasional menjadi saksi lahirnya babak baru merek yang kini menempatkan dirinya sebagai British Premium Intelligent All-Terrain Brand. Sebuah identitas yang mempertemukan warisan premium Inggris dengan kecerdasan teknologi khas Chery, hasil kolaborasi strategis 14 tahun antara Chery dan Jaguar Land Rover.
President of Chery International Zhang Guibing hadir langsung, menegaskan bobot momen ini bagi perusahaan. Sementara CEO of FREELANDER International, Lucia Mao, merangkum visi merek dalam satu kalimat: memadukan keahlian desain kelas dunia dari Jaguar Land Rover dengan kekuatan teknologi Chery, untuk menghadirkan mobilitas premium yang relevan bagi keluarga modern di seluruh dunia.

Model pertama yang diperkenalkan malam itu adalah FREELANDER 8. Nama yang dipercaya memimpin desainnya sudah cukup bicara: Phil Simmons, sosok yang pernah menggarap FREELANDER generasi pertama, Range Rover Velar, hingga Land Rover Defender. Di tangannya, FREELANDER 8 tampil dengan Castle Body design, signature triangle window, dan interlocking headlights yang membentuk siluet khas tanpa perlu banyak penjelasan. Sekali lihat, orang tahu dari mana ia berasal.
Di dalam kabin, layar ultra-wide membentang di dasbor, sementara kursi baris kedua dilengkapi zero-gravity seat yang dirancang untuk meredam kelelahan dalam perjalanan panjang. FREELANDER 8 memang diposisikan sebagai kendaraan keluarga premium, dan setiap detail interiornya mencerminkan orientasi itu.
Dari sisi teknologi, FREELANDER 8 membawa Qualcomm Snapdragon 8295 dengan prosesor 5nm sebagai otak kokpit. Chip ini mendukung hingga delapan koneksi layar sekaligus, menjadikan pengalaman di dalam kabin terasa lebih seperti ruang kendali yang responsif ketimbang sekadar dasbor kendaraan. Fitur L2+ ADAS hadir sebagai standar, sementara di beberapa pasar tertentu tersedia Advanced Valet Parking Driver yang memungkinkan kendaraan bermanuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.
Kemampuan lintas medannya pun tidak main-main. FREELANDER 8 menggunakan Intelligent All-Terrain System atau i-ATS yang diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan dukungan sembilan mode medan berbeda. Sistem ini mampu membaca dan menyesuaikan karakter berkendara secara real-time, bekerja bersama virtual central lock, electronic limited-slip differential pada roda belakang, serta suspensi udara dual-chamber. Artinya, dari jalan aspal kota hingga jalur berbatu terpencil, kendaraan ini tidak memerlukan banyak intervensi pengemudi untuk tetap stabil dan percaya diri.
Komitmen keselamatan juga menjadi bagian yang tidak dikompromikan. FREELANDER 8 dirancang untuk lulus uji keselamatan bintang lima dari berbagai lembaga pengujian global, mencakup ENCAP, CNCAP, Latin NCAP, ANCAP, hingga ASEAN NCAP. Untuk memperkuat klaim itu, FREELANDER menyiapkan lebih dari 1.000 unit uji jalan yang mencakup simulasi lebih dari 99 persen kondisi berkendara nyata di berbagai negara.

Pabrik yang memproduksi FREELANDER 8 juga bukan fasilitas biasa. Chery Jaguar Land Rover Changshu Intelligent Manufacturing Base seluas 840.000 meter persegi ini menelan total investasi di atas 1,5 miliar dolar AS, termasuk tambahan 440 juta dolar khusus untuk pengembangan teknologi cerdas dan kendaraan energi baru. Kapasitas produksinya mencapai 200.000 unit per tahun.
Soal ekspansi, FREELANDER tidak berencana bergerak pelan. Merek ini mengumumkan target masuk ke lebih dari 90 negara dan membangun 1.100 titik layanan dalam lima tahun ke depan. Langkah pertama dimulai dari Timur Tengah, di mana 20 mitra utama sudah mengajukan proposal bisnis dalam program rekrutmen ritel global yang dibuka bersamaan dengan acara Brand Night. Operasional merek ini akan ditopang oleh organisasi independen dengan 5.000 karyawan, 17 anak perusahaan Chery International, dan 11 lembaga riset global.
FREELANDER mengusung empat prinsip yang menjadi fondasi karakternya: British Unconventionality, Contemporary Premium, Creative Intelligence, dan Expressive. Keempat prinsip itu bukan daftar nilai yang ditempel di dinding kantor, melainkan terasa nyata dalam setiap keputusan desain dan teknologi yang diambil dalam FREELANDER 8.
Setelah lebih dari dua dekade absen, FREELANDER kembali bukan untuk bernostalgia. Ia datang dengan kalkulasi yang matang, teknologi yang relevan, dan nama yang sudah terbukti. Pertanyaannya sekarang bukan apakah pasar akan menerimanya, tetapi seberapa cepat.

