MerdekaOto – Keluhan pelanggan sering berhenti di kolom komentar atau grup percakapan. GAC Indonesia memilih cara yang lebih langsung: mengundang pemilik kendaraan duduk satu ruangan dan bicara terbuka. Cara itu diwujudkan lewat program GAC Listens: Your Journey, Our Care di The Terrace Senayan Resto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).
Acara ini menjadi wadah dialog antara GAC Indonesia dan para pemilik mobilnya. Pelanggan bisa menyampaikan masukan, membahas kendala yang dialami, sekaligus mendapat informasi seputar produk dan layanan purna jual. Lewat forum ini, GAC Indonesia ingin membuktikan bahwa pengalaman memiliki kendaraan tidak berhenti saat mobil keluar dari diler.
Di level global, GAC punya modal yang tidak kecil. Produksi kumulatifnya sudah melewati 30 juta kendaraan, dengan produk dan layanan yang menjangkau lebih dari 100 negara dan wilayah. Pengalaman itu dipakai untuk memperkuat pendekatan yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Di Indonesia, wujudnya terlihat dari pabrik GAC Indonesia yang memproduksi kendaraan energi baru secara lokal.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menegaskan bahwa mendengar saja tidak cukup. “Melalui GAC Listens, kami ingin mendengar langsung setiap keluhan, masukan, dan pengalaman pelanggan. Kami tidak hanya ingin mendengarkan masalah, tetapi juga memastikan setiap masukan mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti secara jelas serta bertanggung jawab. Bagi kami, kepercayaan dibangun melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Agar komunikasi tidak berhenti di satu pertemuan, GAC Listens direncanakan berlangsung rutin setiap tiga bulan. Pertemuan berkala ini dimaksudkan supaya GAC Indonesia bisa memahami kebutuhan pelanggan dari dekat, lalu menjadikan masukan yang masuk sebagai bahan memperbaiki produk dan layanan.
Empat Pilar dan Target Penyelesaian Empat Hari
Program ini bertumpu pada empat pilar layanan purna jual: We Listen, We Explain, We Empower, dan We Stay With You. Artinya, GAC Indonesia berusaha mendengar kebutuhan pelanggan, memberi penjelasan yang transparan, membantu pemilik memahami kendaraannya, dan memastikan dukungan serta tindak lanjut tetap berjalan sesuai kebutuhan masing-masing.
Dalam praktiknya, tim After Sales tidak langsung mengambil tindakan. Mereka lebih dulu mengidentifikasi dan memeriksa kendaraan untuk memahami akar masalah, baru kemudian menjelaskan langkah penanganan yang diperlukan. Kendala yang memungkinkan ditangani langsung akan diupayakan selesai pada hari yang sama. Untuk persoalan yang butuh pemeriksaan lanjutan, penanganannya menyesuaikan kondisi kendaraan, tingkat kerumitan masalah, dan kebutuhan teknis.
GAC Indonesia juga memasang target yang terukur. Keluhan yang memenuhi persyaratan program, terutama yang tidak membutuhkan penggantian suku cadang, ditargetkan rampung dalam empat hari, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Sepanjang 2026, perusahaan mencatat kecepatan improvement naik 81,3% dibandingkan 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan respons terhadap pelanggan.
Dukungan tidak hanya berlaku di bengkel. Pelanggan bisa menghubungi GAC Emergency Roadside Assistance (ERA) di 021 3005 8888, sesuai cakupan dan ketentuan layanan. Selama mobil menjalani servis, GAC Indonesia juga menggandeng Grab agar pelanggan tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan nyaman.
Sisi digital turut diperkuat lewat GAC App. Di aplikasi ini, pemilik dapat memantau kondisi kendaraan secara real-time, mengontrol sejumlah fungsi dari jarak jauh, mengatur suhu kabin, melihat informasi lokasi dan navigasi, serta memakai fitur manajemen pengisian daya. Aplikasi ini juga menyediakan informasi diler dan penjadwalan servis.
Bagi pengguna yang kesulitan masuk ke akun, menghubungkan kendaraan, atau memakai fitur tertentu, tim GAC Indonesia siap melakukan pengecekan dan memberi panduan. Harapannya, teknologi yang tertanam di mobil benar-benar termanfaatkan, sekaligus mempermudah akses ke layanan purna jual.
Konsultasi Langsung di Booth After Sales
Di sela rangkaian GAC Listens, GAC Indonesia menyediakan booth khusus After Sales. Pelanggan bisa berkonsultasi langsung soal kendala kendaraan, mendapat penjelasan teknis, dan memahami langkah penanganan yang dibutuhkan. Bagi perusahaan, interaksi tatap muka ini menjadi kesempatan membaca pengalaman pelanggan secara langsung, lalu memberi informasi yang tepat sasaran.
Aldi Ruvian dari After Sales Team GAC Indonesia menyampaikan pandangannya soal prioritas layanan. “Bagi kami, hal terpenting dalam layanan purna jual adalah memastikan setiap kendala ditangani melalui proses yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kami mengundang seluruh pelanggan untuk menyampaikan pengalaman dan masukan mereka karena setiap masukan merupakan kesempatan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Lewat GAC Listens: Your Journey, Our Care, GAC Indonesia menunjukkan arah yang ingin dituju: layanan yang responsif, komunikasi yang transparan, dan perbaikan yang berjalan terus. Semua itu diarahkan untuk membangun kepercayaan jangka panjang, sekaligus membuat pengalaman memiliki kendaraan GAC di Indonesia semakin baik.

