MerdekaOto – Bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak-anak yang harus kehilangan rasa aman di tengah masa pemulihan. Merespons kondisi tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) turun tangan melalui program Corporate Social Responsibility dengan menghadirkan inisiatif bertajuk Tenda Ramah Anak, sebuah langkah konkret untuk mengembalikan ruang tumbuh kembang yang layak bagi anak-anak terdampak bencana.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Erwin Walesa, Division Head HCGA & CARM HMSI, kepada Yudi Agus Priyanto dari Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong. Penyerahan berlangsung di Reo, Manggarai, NTT, menandai dimulainya kolaborasi antara Hino dan yayasan tersebut dalam mendampingi anak-anak yang terdampak gempa di dua desa, yakni Desa Salama dan Desa Motor Pecah, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Melalui kerja sama ini, Hino dan Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong berupaya menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk beristirahat, belajar, bermain, sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka di tengah suasana pascabencana yang masih penuh ketidakpastian. Ruang semacam ini dinilai penting, mengingat anak-anak kerap menjadi kelompok paling rentan secara psikologis setelah mengalami peristiwa traumatis seperti gempa bumi.

Dalam pelaksanaan programnya, Hino tidak datang dengan tangan kosong. Sejumlah bentuk dukungan konkret disalurkan untuk memastikan program ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di lapangan, di antaranya:
- Dua unit Tenda Ramah Anak lengkap dengan fasilitas aktivitas belajar dan bermain
- Mainan edukatif serta program pembelajaran terstruktur
- Pendampingan langsung bagi anak-anak selama masa pemulihan
- Distribusi susu dan makanan ringan untuk 120 anak
- Bubur kacang hijau serta paket kebutuhan dasar bagi 100 anak
- Perlengkapan sekolah berupa kotak makan dan botol minum untuk 120 anak
Menurut Erwin Walesa, kehadiran ruang yang aman menjadi kebutuhan mendesak bagi anak-anak pascabencana, sebelum mereka bisa kembali menjalani rutinitas belajar dan bermain seperti biasa. “Dalam situasi pascabencana, anak-anak membutuhkan ruang yang dapat memberikan rasa aman sekaligus kesempatan untuk kembali belajar dan bermain. Melalui program Tenda Ramah Anak, kami ingin membantu menghadirkan lingkungan yang mendukung mereka untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program Tenda Ramah Anak ini menjangkau 125 anak dari 94 keluarga yang tersebar di Desa Salama dan Desa Motor Pecah. Pendampingan yang dilakukan pun tidak sekadar formalitas, melainkan dirancang melalui berbagai aktivitas harian yang berorientasi pada pemulihan psikososial anak. Tujuannya jelas, agar anak-anak dapat berangsur-angsur mendapatkan kembali rasa aman dan menjalani rutinitas normal setelah goncangan yang mereka alami.

Yudi Agus Priyanto dari Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Hino. Baginya, bantuan ini menjadi kunci penting agar kegiatan pendampingan anak dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. “Dukungan dari Hino membantu kami menghadirkan kegiatan yang lebih terarah bagi anak-anak selama masa pemulihan. Kami berharap ruang ini dapat menjadi tempat bagi mereka untuk belajar, bermain, dan kembali merasakan suasana yang lebih nyaman setelah bencana,” katanya.
Tak hanya berfokus pada kebutuhan anak-anak, kepedulian Hino juga menyasar persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat terdampak gempa secara lebih luas, yaitu ketersediaan air bersih. Sebanyak 10 tangki air dengan total kapasitas mencapai 80.000 liter disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut, termasuk bagi masyarakat di Desa Lempis, Kecamatan Cibal, yang turut merasakan dampak bencana. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya Hino membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama masih bertahan di tempat penampungan sementara.
Kondisi di lokasi pengungsian memang kerap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait akses air bersih yang menjadi kebutuhan primer bagi keluarga pengungsi. Dengan hadirnya bantuan tangki air ini, diharapkan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat sedikit berkurang, sembari menunggu proses pemulihan pascabencana berjalan lebih lanjut.
Menutup rangkaian program CSR ini, Erwin Walesa menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan Hino merupakan wujud kepedulian nyata perusahaan terhadap masyarakat NTT yang tengah berjuang melewati masa sulit. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, baik bagi anak-anak maupun keluarga yang masih menghadapi masa pemulihan. Dukungan ini merupakan bagian dari kepedulian Hino untuk hadir bersama masyarakat di tengah kondisi yang tidak mudah,” tutupnya.
Melalui program Tenda Ramah Anak ini, Hino menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak melulu soal donasi materiil semata, tetapi juga tentang bagaimana hadir secara langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi generasi muda yang menjadi harapan masa depan Nusa Tenggara Timur pascabencana.

