MerdekaOto – Di tengah hiruk-pikuk Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, booth BYD tampil dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar memajang deretan kendaraan listrik, BYD menghadirkan pengalaman menyeluruh yang langsung mengajak pengunjung duduk di balik kemudi.
Hasilnya: lebih dari 1.300 sesi test drive tercatat hingga pameran berjalan, sebuah angka yang mencerminkan perubahan sikap konsumen dari sekadar penasaran menjadi evaluasi serius sebelum membeli.
Kunci dari antusiasme tersebut terletak pada konsep area test drive eksklusif yang dirancang mandiri dan terintegrasi langsung dengan booth utama. Alur kunjungan dibuat mengalir, mulai dari mengenal produk, berdiskusi dengan tim penjualan, hingga mencoba langsung kendaraan tanpa harus berpindah area atau mengantre panjang.
Pendekatan ini menjadikan pengalaman di booth BYD terasa lebih personal dan efisien, sekaligus memberi ruang bagi calon konsumen untuk benar-benar merasakan karakter kendaraan listrik dalam kondisi nyata.

Distribusi sesi uji kendaraan memperlihatkan minat yang tersebar di berbagai segmen. BYD ATTO 1 menjadi model paling banyak dicoba dengan lebih dari 700 sesi test drive, disusul BYD Sealion 7 yang mencatat lebih dari 250 sesi. Model lain seperti BYD M6, BYD ATTO 3, dan BYD Seal juga mencatatkan angka signifikan. Peta minat ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya fokus pada satu tipe, tetapi mempertimbangkan berbagai pilihan, dari mobil kompak perkotaan hingga SUV dan sedan berkarakter performa.
Capaian tersebut kian lengkap setelah BYD ATTO 1 dinobatkan sebagai Best EV City Car di IIMS 2026. Penghargaan ini menjadi validasi atas daya saing produk sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap inovasi kendaraan listrik yang ditawarkan BYD di Indonesia.
Menurut Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, tingginya angka test drive menandai pergeseran penting dalam cara masyarakat memandang kendaraan listrik.
Pengunjung tidak lagi datang hanya untuk melihat, tetapi juga berdiskusi mendalam mengenai fitur, teknologi, hingga aspek kepemilikan jangka panjang. Karena itu, BYD sengaja menghadirkan area test drive eksklusif yang terintegrasi agar pengunjung dapat merasakan langsung performa dan kenyamanan kendaraan secara lebih praktis dan seamless.
Area seluas sekitar 1.050 meter persegi tersebut dirancang untuk mensimulasikan berbagai kondisi jalan. Tersedia lintasan manuver untuk menguji kelincahan dan stabilitas, serta speed bump untuk merasakan karakter suspensi dan redaman kabin.
Setiap sesi didampingi petugas profesional yang tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga memberikan penjelasan teknis mengenai sistem penggerak listrik, fitur keselamatan aktif, hingga perbedaan karakter antar model. Dengan demikian, test drive menjadi sarana edukasi, bukan sekadar pengalaman singkat.
Kenyamanan pengunjung turut diperhatikan melalui area tunggu yang tertata rapi, jam operasional hingga malam hari, serta proses pendaftaran yang sederhana. Cukup menunjukkan SIM yang masih berlaku, pengunjung sudah dapat mengikuti sesi uji kendaraan.
Alur yang ringkas ini memberi keleluasaan bagi calon konsumen untuk memaksimalkan waktu mereka, termasuk mencoba beberapa model secara berurutan.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Ragil, salah satu pengunjung IIMS 2026. Ia menilai area test drive BYD terasa lebih privat dan eksklusif, sehingga proses mencoba kendaraan berlangsung lancar tanpa mengganggu lalu lintas pengunjung lain. Kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tim BYD juga membuat proses evaluasi terasa lebih meyakinkan.
Melalui penyediaan seluruh lini produk untuk test drive—mulai dari ATTO 1, ATTO 3, M6, Sealion 7, hingga Seal—BYD menunjukkan bahwa pameran bukan hanya soal memamerkan inovasi, tetapi juga tentang membangun keyakinan.
Lebih dari 1.300 sesi test drive di IIMS 2026 menjadi penanda bahwa kendaraan listrik kian dipertimbangkan secara matang, dan BYD berhasil memosisikan diri sebagai salah satu pemain utama dalam fase transisi tersebut.

