MerdekaOto – Chery Group tak lagi sekadar dikenal sebagai produsen mobil asal China. Lewat pengembangan kecerdasan buatan dan robotika, perusahaan ini tengah bertransformasi menjadi entitas teknologi global yang jangkauannya melampaui industri otomotif konvensional. Salah satu wujud nyata dari ambisi tersebut adalah AiMOGA Robotics, lini robot cerdas yang menjadi representasi visi Chery dalam membangun ekosistem mobilitas masa depan yang saling terhubung.
Panggung pembuktian teknologi ini baru saja berlangsung di Pretoria, Afrika Selatan, bertepatan dengan peresmian Pabrik Rosslyn milik Chery. Di fasilitas tersebut, AiMOGA Robotics unjuk kemampuan embodied intelligence, yakni kecerdasan buatan yang tertanam langsung pada perangkat fisik robot, dalam skenario penggunaan yang benar-benar nyata, bukan sekadar simulasi di atas kertas.
Yang membuat peresmian pabrik ini istimewa bukan hanya soal robotnya semata. Rosslyn menandai langkah pertama Chery membangun rantai industri secara menyeluruh di benua Afrika, mencakup pengelolaan bahan baku, proses manufaktur kendaraan, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan prinsip ekonomi sirkular. Ekosistem yang dibangun pun tidak main-main cakupannya, mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan niaga, alat pertanian pintar, energi surya, pengelolaan sumber daya mineral, robotika, sampai industri daur ulang turut masuk dalam satu rangkaian besar investasi ini.
Chairman Chery Auto, Yin Tongyue, menyampaikan filosofi yang melandasi langkah ekspansi tersebut. Menurutnya, di mana pun Chery menanamkan investasi, perusahaan berkomitmen untuk turut menjadi bagian dari perekonomian lokal serta masa depan negara yang menjadi tempat mereka berinvestasi, bukan sekadar hadir sebagai eksportir produk semata.

Filosofi itu sejalan dengan pergeseran arah bisnis Chery secara global. Jika sebelumnya perusahaan ini lebih dikenal berorientasi pada ekspor kendaraan ke berbagai negara, kini Rosslyn menjadi simbol perubahan haluan menuju pembangunan rantai nilai dan ekosistem industri yang utuh di pasar internasional. Langkah ini sekaligus mempertegas arah strategi besar Chery, yakni mengintegrasikan tiga elemen sekaligus, kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), kecerdasan buatan, dan robotika, demi menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih pintar sekaligus berkelanjutan.
Momen seremoni peresmian pabrik pun dimeriahkan dengan kehadiran dua jenis robot sekaligus. Robot humanoid bernama Mornine tampil berkolaborasi dengan pembawa acara untuk membuka rangkaian seremoni, memberikan sentuhan interaktif yang jarang ditemui dalam acara peresmian pabrik pada umumnya. Sementara itu, robot berbentuk anjing bernama Argos menjalankan sejumlah tugas operasional secara langsung, mulai dari menyambut para tamu undangan, mengantarkan minuman secara otomatis, hingga melakukan patroli keliling area acara.
Demonstrasi kedua robot ini bukan sekadar atraksi hiburan semata. Keduanya menjadi bukti nyata bagaimana teknologi embodied intelligence sudah bisa diaplikasikan untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari, bukan lagi sebatas konsep futuristik yang hanya ada di ruang pameran teknologi.

Sejauh ini, AiMOGA Robotics tercatat sudah merambah lebih dari 50 negara dengan lebih dari 100 skenario penggunaan berbeda, mulai dari layanan di gerai ritel otomotif, pelayanan publik, forum internasional, hingga berbagai kegiatan bisnis berskala global. Kehadirannya di Rosslyn semakin mempertegas posisi AiMOGA sebagai salah satu pilar utama dalam transformasi besar Chery menuju perusahaan teknologi global, sejajar dengan raksasa teknologi lain yang mengembangkan robotika sebagai lini bisnis strategis.
Transformasi teknologi yang digaungkan Chery Group ini rupanya tidak berhenti di level korporasi pusat saja, melainkan turut menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai merek yang bernaung di bawahnya, termasuk iCAR. Di Indonesia, semangat inovasi berbasis kecerdasan buatan tersebut diterjemahkan lewat kehadiran iCAR V23, sebuah SUV listrik bergaya boxy yang memadukan desain ikonik dengan teknologi cerdas serta fleksibilitas personalisasi bagi penggunanya.
Country Director iCAR Indonesia, Marshall Ma, menjelaskan keterkaitan antara pencapaian robotika Chery secara global dengan produk yang dihadirkan iCAR di pasar Tanah Air.

“AiMOGA Robotics menunjukkan bagaimana Chery Group mengembangkan Artificial Intelligence menjadi solusi nyata yang mendukung mobilitas masa depan,” ujar Marshall.
Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari Chery Group, iCAR turut membawa semangat inovasi tersebut ke pasar Indonesia melalui kendaraan listrik yang menggabungkan teknologi pintar dengan karakter desain yang khas dan mudah dikenali.
Kehadiran AiMOGA dalam seremoni peresmian pabrik di Afrika Selatan pun memiliki makna yang lebih luas dari sekadar unjuk kebolehan teknologi. Partisipasi robot-robot tersebut memperlihatkan bagaimana Chery mampu menerjemahkan riset kecerdasan buatan menjadi layanan yang benar-benar aplikatif, sekaligus mempertegas visi besar perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang mendukung kehidupan sehari-hari lewat beragam skenario penggunaan yang praktis dan mudah diadaptasi di berbagai belahan dunia.
Dengan kombinasi antara ekspansi industri di Afrika, pengembangan robotika AiMOGA, serta kehadiran produk seperti iCAR V23 di Indonesia, Chery Group tampak ingin menegaskan satu pesan besar, bahwa masa depan mobilitas bukan lagi sekadar soal mesin dan roda, melainkan tentang bagaimana kecerdasan buatan dan robotika bisa terintegrasi secara nyata dalam ekosistem industri yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir, dari pabrik hingga ke tangan konsumen di berbagai negara.

