MerdekaOto – Urusan keselamatan berkendara kini tak lagi melulu soal fitur canggih yang terpasang di kabin. Justru, fondasi paling mendasar dari sebuah mobil, yakni struktur rangka bodinya, memegang peran krusial dalam melindungi nyawa penumpang saat terjadi benturan. Mitsubishi Motors menyadari betul hal ini, dan menanamkannya lewat teknologi rangka bodi bernama RISE atau Reinforce Impact Safety Evolution pada dua andalannya, Mitsubishi New Xpander dan New Xpander Cross.
Sebelum membahas RISE lebih jauh, penting untuk memahami dulu fondasi dasarnya. Sejak generasi awal diluncurkan, Mitsubishi Xpander dibangun di atas platform sasis monocoque atau monokok, sebuah sistem yang kini menjadi standar di sebagian besar mobil penumpang modern. Istilah monocoque sendiri diambil dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti rangka tunggal, sebuah konsep yang sebenarnya diadopsi langsung dari dunia industri penerbangan.
Konsep ini membuat bagian terluar bodi mobil sekaligus berfungsi sebagai kerangka penopang utama. Ketika terjadi tabrakan, seluruh energi benturan akan diserap oleh struktur bodi itu sendiri, bukan diteruskan langsung ke ruang kabin tempat penumpang duduk. Alhasil, risiko cedera pada penghuni mobil bisa ditekan secara signifikan.

Berbeda dengan mobil-mobil komersial yang umumnya masih mengandalkan rangka besi memanjang di bagian bawah bodi (ladder frame), sistem monokok justru meniadakan struktur semacam itu. Konsekuensinya, bobot kendaraan menjadi lebih ringan, ruang kabin lebih lapang, sekaligus efisiensi konsumsi bahan bakar pun ikut terdongkrak. Kombinasi ini menjadikan sasis monokok pilihan populer, terutama untuk segmen kendaraan keluarga seperti Xpander.
Namun bagi Mitsubishi, keunggulan sasis monokok saja dirasa belum cukup. Pabrikan asal Jepang ini kemudian mengembangkannya lebih jauh lewat inovasi bernama RISE, yang kini menjadi ciri khas struktur keselamatan pasif pada New Xpander dan New Xpander Cross.
Secara teknis, RISE merupakan struktur one-piece yang tersusun dari beberapa bagian High Tensile Metal, material logam dengan tingkat kekuatan jauh di atas metal konvensional. Bagian dek kabin menjadi komponen terbesar yang kemudian disatukan dengan bagian lain melalui proses stamping machine atau mesin pres berkapasitas besar. Setelah itu, barulah titik-titik pengelasan dan engsel ditambahkan untuk menyambungkan panel bodi lainnya, mulai dari pintu, kap mesin, hingga pintu bagasi.
Melalui proses fabrikasi tersebut, RISE pada dasarnya menyatukan fungsi bodi dan sasis menjadi satu kesatuan struktur yang solid. Tujuannya bukan cuma soal kekuatan, melainkan juga demi meningkatkan kenyamanan berkendara secara keseluruhan. Struktur ini dirancang mampu menyerap energi benturan secara efektif dari berbagai arah, baik dari depan, belakang, maupun samping kendaraan.
Dengan kemampuan tersebut, kerusakan akibat tabrakan bisa diminimalkan, sementara keamanan penumpang di dalam kabin tetap menjadi prioritas utama. Bahkan dalam skenario tabrakan hebat sekalipun, RISE dirancang untuk menjaga bentuk ruang interior tetap utuh sehingga potensi risiko cedera bagi penumpang dapat ditekan seminimal mungkin.
Yang menarik, penerapan teknologi RISE ternyata tidak hanya berorientasi pada keselamatan penumpang di dalam mobil saja. Mitsubishi juga memikirkan keselamatan pihak lain di luar kendaraan, yakni para pejalan kaki. Berkat struktur RISE, New Xpander dan New Xpander Cross dilengkapi fitur Pedestrian Protection yang dirancang khusus untuk mengurangi risiko cedera pada pejalan kaki apabila terjadi insiden kecelakaan.
Fitur ini bekerja melalui struktur peredam energi benturan yang ditanamkan pada beberapa titik krusial, yakni kap mesin, bumper, dan fender. Ketiga bagian ini dirancang agar mampu meminimalkan deformasi akibat benturan, sekaligus mencegah cedera serius pada pejalan kaki yang tak sengaja bersinggungan dengan kendaraan.
Secara lebih spesifik, Pedestrian Protection menekan dampak kecelakaan lewat mekanisme built impact-absorbing yang tertanam pada material kap mesin serta bumper depan. Ketika benturan terjadi, bagian depan mobil akan membentuk kontur yang lebih membulat dan menggunakan material non-logam pada titik-titik tertentu, sehingga potensi cedera bagi pejalan kaki dapat diminimalkan secara maksimal.
Kehadiran teknologi RISE ini menegaskan bahwa Mitsubishi Motors tidak main-main dalam merancang aspek keselamatan pada lini produk keluarganya. Bukan sekadar mengejar fitur elektronik yang terlihat mewah di atas kertas, pabrikan ini justru membenahi fondasi paling dasar dari sebuah kendaraan, yakni struktur rangka bodinya, agar mampu melindungi penumpang sekaligus lingkungan sekitar secara menyeluruh.
Bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan pembelian mobil keluarga, pemahaman mengenai struktur keselamatan seperti RISE ini bisa menjadi bahan pertimbangan penting. Sebab, keamanan berkendara bukan cuma soal fitur-fitur canggih yang terlihat di permukaan, melainkan juga menyangkut seberapa kokoh dan cerdas rangka yang menopang seluruh bodi kendaraan tersebut. Dengan mengedepankan teknologi RISE, Mitsubishi New Xpander dan New Xpander Cross pun hadir sebagai pilihan yang tak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga keselamatan maksimal bagi penumpang maupun pejalan kaki di sekitarnya.

