MerdekaOto – Baru empat hari dibuka, program pre-booking DFSK E5 Plus langsung dibanjiri ratusan pemesan. Yang menarik bukan sekadar angkanya, tapi siapa yang antri paling depan.
Data internal PT Sokonindo Automobile mencatat 68% pemesan adalah generasi Milenial, kelompok usia 30-45 tahun yang selama ini dikenal rewel soal pilihan kendaraan. Sisanya, 32%, datang dari Generasi Z dan X. Angka ini bukan kebetulan.
Milenial tumbuh di persimpangan dua era: ketika bensin masih raja, tapi layar sentuh sudah ada di genggaman. Mereka cukup familiar dengan teknologi baru untuk tidak takut mencoba, sekaligus cukup pragmatis untuk tidak mau ribet dalam keseharian. Itulah mengapa SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) seperti E5 Plus justru jatuh tepat di titik manis selera mereka.
“Respons positif yang kami terima sejak hari pertama pre-booking menunjukkan bahwa preferensi masyarakat Indonesia mulai bergeser ke kendaraan elektrifikasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Cing Hok Rifin, Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile.
Pergeseran ini bukan sekadar tren gaya hidup. Ada kalkulasi praktis di baliknya.
E5 Plus hadir dengan teknologi DE-i (DFSK Excellent Intelligent) yang mengintegrasikan empat mode berkendara dalam satu sistem: listrik murni (EV), seri hybrid, parallel hybrid, dan mesin konvensional. Sistem ini bekerja otomatis menyesuaikan kondisi jalan tanpa pengemudi perlu berpindah-pindah mode secara manual. Untuk Milenial yang sudah terbiasa dengan sistem yang “berpikir sendiri”, ini adalah bahasa yang mereka mengerti.

Namun teknologi penggerak bukan satu-satunya daya tarik. Konsumen Milenial yang sebagian besar sudah menikah dan punya anak tidak hanya mencari kendaraan untuk berpindah tempat. Mereka mencari ruang hidup kedua bagi keluarga.
Sesi product preview dan test drive di Mall Kelapa Gading, Jakarta, memberi gambaran fitur mana yang paling membuat calon pembeli berhenti dan bertanya lebih lanjut. Auto Parking Assistance (APA) jadi salah satu yang paling banyak dicoba, khususnya oleh mereka yang setiap hari bergulat dengan sempitnya lahan parkir mal atau perumahan padat. Fitur ini mengandalkan sensor untuk mendeteksi area parkir bergarisdan membantu manuver secara otomatis, presisi, tanpa drama.
Di dalam kabin, ceritanya tidak kalah menarik. Baris kedua menghadirkan captain seat dengan ventilasi udara, sementara layar hiburan 15,6 inci di bagian belakang membuat anak-anak tidak perlu lagi merengek bosan di jalan tol. Sistem audio 13 speaker dan AC dengan filter air purifier melengkapi kesan bahwa E5 Plus bukan sekadar kendaraan, melainkan ruang keluarga yang bergerak.
Untuk orang tua yang sekaligus menjadi sopir keluarga, dashcam bawaan memberikan rasa aman ganda: merekam perjalanan sekaligus menjadi bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan. Velg 19 inci dan suspensi independen depan-belakang menambah dimensi lain yaitu penampilan yang tidak murahan, dan kenyamanan yang tidak berkompromi di jalan rusak sekalipun.

Satu fitur yang kemungkinan akan semakin relevan ke depan adalah Vehicle-to-Load (V2L), kemampuan kendaraan menjadi sumber listrik portabel. Bagi keluarga yang gemar berkemah, atau sekadar ingin mengisi daya laptop dan peralatan saat darurat mati lampu, fitur ini mengubah mobil menjadi lebih dari sekadar alat transportasi.
Pre-booking resmi dibuka sejak 23 Juni 2026 dan berlaku hingga 28 Juli 2026. Konsumen yang mendaftar dalam periode ini mendapat prioritas pengiriman lebih awal plus sejumlah keuntungan eksklusif yang belum diumumkan sepenuhnya.
Antusiasme awal ini memberi sinyal bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia sedang memasuki fase baru. Bukan lagi fase penasaran dan menunggu, tapi fase pesan duluan sebelum kehabisan. Dan yang memimpin antrean itu, ternyata, adalah generasi yang dulu dicap susah dirayu oleh industri otomotif konvensional.

