MerdekaOto – Selama ini, banyak pemilik sepeda motor di Indonesia berpikir servis kendaraan cukup diselesaikan dengan satu langkah sederhana: ganti oli. Pandangan ini yang kini coba dipatahkan oleh Motul melalui program Motul Performance Solution.
Program tersebut hadir kembali di Yogyakarta pada 9 April 2026, menempati Loman Park Hotel sebagai lokasi pelaksanaan. Sebanyak 18 bengkel terpilih ikut terlibat membawa 47 peserta, melanjutkan kesuksesan edisi sebelumnya yang sudah lebih dulu bergulir di Surabaya.
Bagi Motul, program ini bukan sekadar kegiatan edukasi biasa. Ini adalah upaya mengubah perilaku konsumen secara mendasar terhadap cara mereka merawat kendaraan.

“Melalui program ini, kami ingin para pemilik kendaraan mulai mengubah pola pikir mereka dan membangun pemahaman bahwa servis tidak cukup dengan ganti oli saja, tapi juga harus mempertimbangkan performa dan kenyamanan,” kata Welmart Purba, Managing Director PT Motul Indonesia Energy (MIE).
Lantas, apa yang dimaksud servis komprehensif versi Motul? Selain pelumas mesin sebagai kebutuhan dasar, Motul mendorong pemilik kendaraan untuk mulai memperhatikan produk pendukung performa lainnya. Beberapa di antaranya adalah Scooter Gear Oil untuk transmisi matik, Engine Clean System dan Fuel System Clean untuk menjaga kebersihan mesin dari dalam, serta Brake Fluid yang kerap diabaikan padahal memengaruhi keselamatan pengereman.
Motul tidak hanya menyasar konsumen akhir. Bengkel-bengkel yang tergabung dalam program ini juga mendapat pembekalan, karena merekalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan pengguna motor setiap hari. Bengkel yang dipilih bukan sembarang tempat, melainkan bengkel independen yang sudah menerapkan standar Motul: tampilan modern dan tertata, alur kerja sistematis, serta kualitas layanan yang diklaim setara dengan bengkel resmi pabrikan.

Model pendekatan semacam ini terbilang cerdas. Daripada menghabiskan anggaran untuk iklan produk secara massal, Motul memilih masuk langsung ke ekosistem bengkel, melatih mekanik, dan membentuk pola layanan yang pada akhirnya mendorong konsumen menggunakan lebih banyak produk Motul secara organik.
Tentu ada kepentingan bisnis di balik program ini. Welmart sendiri mengakuinya secara terbuka. Motul berharap inisiatif ini mampu mendorong pertumbuhan penjualan produk pendukung yang selama ini kurang mendapat perhatian konsumen. Namun kepentingan bisnis dan kepentingan konsumen dalam hal ini tidak harus bertentangan. Jika konsumen akhirnya lebih rutin merawat sistem rem dan membersihkan saluran bahan bakar, motornya akan lebih awet dan aman dikendarai.
Yang menarik, pendekatan ini sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih dalam dari sekadar penjualan pelumas. Di Indonesia, budaya merawat kendaraan secara menyeluruh belum sepenuhnya terbentuk. Banyak pengendara baru mengunjungi bengkel saat motor sudah bermasalah, bukan sebagai langkah pencegahan. Motul tampaknya membaca celah ini dengan baik.
Program Motul Performance Solution sejatinya memposisikan Motul bukan lagi sekadar merek oli, melainkan sebagai solusi perawatan kendaraan secara menyeluruh. Dengan memperluas pemahaman konsumen tentang apa yang seharusnya masuk dalam agenda servis rutin, Motul sekaligus memperluas kategori produk yang dianggap relevan dan perlu dibeli.
Setelah Surabaya dan Yogyakarta, publik tentu menantikan kota mana yang akan menjadi destinasi berikutnya dari program ini.

