MerdekaOto – Sebuah babak baru dalam industri robotika Tiongkok dimulai pekan ini. XPENG Inc. resmi mengoperasikan lini produksi robot humanoidnya, dan untuk pertama kalinya, robot canggih bernama IRON berjalan keluar dari jalur produksi tanpa bantuan siapa pun setelah rampung dirakit.
Momen itu bukan sekadar seremoni pabrik. Bagi XPENG, ini adalah bukti bahwa proyek robot humanoid mereka telah melewati fase riset dan prototipe, lalu masuk ke tahap yang jauh lebih menentukan, yaitu manufaktur dalam arti sesungguhnya. Perusahaan menyebutnya sebagai langkah krusial menuju produksi dalam skala besar.
Yang membuat lini produksi ini berbeda adalah asal-usulnya. XPENG mengklaim ini sebagai lini produksi otomatis pertama di dunia yang dirancang khusus untuk manufaktur robot humanoid tingkat lanjut. Sistemnya menggabungkan standar kualitas otomotif, yang selama ini sudah teruji di lini produksi kendaraan listrik pintar XPENG, dengan proses manufaktur presisi yang dibutuhkan robot berbentuk manusia.
Lebih dari 80 persen proses utama di lini ini sudah berjalan otomatis. Kombinasi tersebut, menurut XPENG, menghasilkan proses yang presisi, fleksibel, dan cerdas, sekaligus menjaga konsistensi kualitas pada tahapan-tahapan kritis. Fondasi ini yang nantinya akan menopang rencana perusahaan memperbesar kapasitas produksi dengan cepat.

Chairman sekaligus CEO XPENG, He Xiaopeng, menggambarkan proses membangun lini ini sebagai pekerjaan tanpa peta jalan. “Lini produksi robot ini dibangun dari nol, tanpa ada contoh yang dapat dijadikan acuan. Langkah yang kami ambil hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi XPENG sedang membangun lini produksi untuk kategori produk yang sepenuhnya baru,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus mendorong ritme produksi yang lebih cepat dan skala manufaktur yang lebih besar. “Ke depan, kami akan terus mengeksplorasi ritme produksi yang lebih cepat dan skala manufaktur robot yang lebih besar, sekaligus membuka jalur baru menuju industri manufaktur robot terdepan di Tiongkok maupun secara global,” kata He Xiaopeng.
Robot dengan Kelenturan Setara Manusia
IRON sendiri menempati posisi sentral dalam strategi Physical AI XPENG. Generasi terbaru robot ini dirancang memadukan bentuk dan gerakan menyerupai manusia dengan kecerdasan berbasis AI, tanpa mengabaikan standar keselamatan.
Secara fisik, IRON mengusung struktur kisi fleksibel yang tertutup penuh, sebuah desain eksklusif yang menyeimbangkan sisi estetika dengan aspek keamanan. Robot ini memiliki 76 derajat kebebasan gerak (degrees of freedom) di seluruh tubuh, dengan 21 di antaranya terkonsentrasi pada masing-masing tangan saja. Angka tersebut menempatkan IRON di jajaran robot humanoid dengan tingkat ketangkasan dan mobilitas terbaik di industri saat ini.
Dari sisi otak, IRON ditenagai tiga chip Turing AI yang secara gabungan mampu menghasilkan daya komputasi efektif hingga 2.250 TOPS. Kapasitas sebesar itu memungkinkan XPENG menanamkan Physical AI foundation model langsung ke dalam robot, bukan lagi mengandalkan kendali jarak jauh. Artinya, IRON bisa mengerjakan tugas-tugas rumit secara mandiri, dengan latensi rendah dan keamanan data yang lebih terjaga.
He Xiaopeng menjelaskan visi di balik pengembangan robot ini. “Kami ingin membangun jenis robot baru dengan kemampuan generalisasi penuh yang benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi manusia, dan pada akhirnya menjadi pendamping dalam kehidupan mereka,” ucapnya.

Target XPENG cukup ambisius. Produksi massal robot humanoid ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2026. Sebelum meluas ke pasar, penerapan awal akan diuji coba lebih dulu di sejumlah toko dan kampus milik XPENG. Peluncuran resmi beserta pengiriman ke konsumen, baik di Tiongkok maupun pasar internasional, baru direncanakan pada 2027.
Langkah ini sejalan dengan tiga pilar pertumbuhan yang tengah digarap XPENG, yakni otomotif, robotika, dan globalisasi. Pengoperasian lini produksi sekaligus dimulainya manufaktur IRON menjadi tonggak penting dalam menjalankan strategi Physical AI perusahaan.
Dari sisi bisnis, XPENG memproyeksikan margin kotor per unit robot humanoid ini berpotensi jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan energi baru. Alasannya, hambatan teknologi di segmen robot humanoid canggih masih sangat tinggi, sementara pasokan berkualitas di pasar masih terbatas.
Optimisme itu sudah lebih dulu tercermin dari sisi pendanaan. Pada 24 Agustus, unit bisnis robotika XPENG menandatangani perjanjian pembelian saham dengan sejumlah investor dan berhasil mengantongi dana segar lebih dari 900 juta dolar AS, dengan valuasi pasca pendanaan tembus lebih dari 6,3 miliar dolar AS.
Angka itu tercatat sebagai penggalangan modal swasta satu putaran terbesar di industri embodied AI Tiongkok hingga saat ini. Pasar modal, dengan kata lain, sudah menaruh kepercayaan besar pada posisi XPENG Group, peta jalan teknologinya, kapabilitas manufaktur skala besar, serta prospek komersial jangka panjang di bidang Physical AI.
Dari model dasar Physical AI yang terintegrasi, berbagai penerapan kecerdasan pada produk, hingga kini manufaktur skala besar, XPENG perlahan merangkai satu rantai utuh yang menghubungkan riset teknologi dasar dengan implementasi industrial. Bagi perusahaan, ini adalah bagian dari upaya membawa AI keluar dari layar dan kode, masuk ke ruang fisik yang bersinggungan langsung dengan kehidupan manusia sehari-hari.

