MerdekaOto – Puluhan judul film sudah pernah dibintangi Mathias Muchus sepanjang perjalanan kariernya yang panjang di industri perfilman Tanah Air. Namun dari sekian banyak proyek yang pernah ia jalani, ada satu yang mengaku memberi bekas paling dalam di hatinya, yaitu “Istimewa”, garapan terbaru Kairos Pictures yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 17 September 2026.
Dalam sesi konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026), Mathias Muchus blak-blakan bercerita bahwa keterlibatannya di film ini tidak lagi soal bayaran atau tuntutan profesionalisme semata. Ada sesuatu yang lebih personal, lebih menyentuh, yang ia rasakan selama proses produksi berlangsung.
Di film ini, Muchus berperan sebagai Pak Mahendra, sosok pelindung bagi sekelompok anak disabilitas yang tinggal di sebuah tempat bernama Rumah Istimewa. Untuk memerankan tokoh tersebut, ia harus beradu akting langsung dengan para pemain yang sebagian besar adalah penyandang disabilitas asli, bukan aktor cilik konvensional yang biasa ia temui di lokasi syuting.
Pengalaman itu, kata Muchus, mengubah cara pandangnya soal makna sebuah pekerjaan.
“Jujur saya katakan, perjalanan karier saya ini adalah salah satu momen di mana karier saya merasa punya makna dan arti,” ucapnya.
Ia melanjutkan bahwa selama ini interaksinya dengan lawan main selalu diwarnai hitungan profesional, mulai dari honor hingga kontrak kerja. Namun kali ini berbeda. Yang terjalin justru koneksi emosional yang jauh lebih tulus.

“Selama ini saya share itu dengan bayaran ya, rupiah segala macam. Tapi di sini, saya berbagi dengan hati ke hati,” lanjutnya.
Kedekatan itu terbentuk secara alami selama proses syuting berlangsung. Muchus bercerita, ia dan para pemain lainnya membaur layaknya keluarga besar. Tidak ada lagi sekat antara aktor senior dan anak-anak yang baru pertama kali berakting. Saling gendong, bercanda, hingga sentuhan-sentuhan kecil yang penuh kehangatan menjadi pemandangan sehari-hari di lokasi syuting.
“Saya tidak melihat mereka sebagai pesakitan. Sama dengan saya. Kadang mereka pegang kepala saya, templok saya, that’s it kehidupan kita. Itu yang mahal sebetulnya,” ujar Muchus.
Yang paling membekas bagi aktor senior ini justru bukan soal chemistry di depan kamera, melainkan transformasi yang ia saksikan langsung dari para pemain muda tersebut. Di awal proses syuting, banyak dari mereka datang dengan rasa minder yang kentara. Bicara saja susah, apalagi tampil percaya diri di depan kamera.
Namun semua berubah seiring berjalannya waktu. Pendekatan personal yang dilakukan tim produksi perlahan membuka ruang bagi anak-anak tersebut untuk tampil lebih lepas dan berani.
“Tadinya mereka minder, takut, ngomong pun susah. Tapi setelah kita dalami dari hati ke hati, muncul kepercayaan diri mereka. Mereka menjadi aktor yang besar di depan kami. Saya sampai surprise banget,” kata Muchus.
Perubahan itulah yang menurutnya menjadi bukti bahwa disabilitas bukan penghalang bagi seseorang untuk tampil maksimal, bahkan di dunia seketat industri film sekalipun. Bagi Muchus, transformasi para pemain muda ini menjadi semacam pengingat bahwa kepercayaan diri sesungguhnya bisa tumbuh dari cara orang lain memperlakukan seseorang, bukan dari label yang melekat padanya.
Film “Istimewa” sendiri diangkat dari kisah nyata dan berpusat pada kehidupan sekelompok anak disabilitas yang tinggal bahagia di Rumah Istimewa di bawah asuhan Pak Mahendra. Ketenangan hidup mereka terusik ketika sang pelindung tiba-tiba menghilang setelah menerima vonis medis yang berat.
Didorong rasa cinta dan kerinduan, para penghuni Rumah Istimewa, yakni Aldo, Bimo, Ken, Nita, Mul, dan Ella yang diperankan oleh aktor disabilitas asli, Salsabila Bella, memberanikan diri keluar dari zona nyaman mereka untuk mencari sosok yang mereka anggap sebagai ayah. Perjalanan mencari itulah yang kemudian membawa mereka pada pemahaman baru soal arti penerimaan dan keluarga sesungguhnya.
Sutradara Ruben Adrian mengakui bahwa proses penggarapan film ini memang tidak dilakukan dengan pendekatan teknis yang kaku seperti biasanya. Ia memilih mengandalkan kedekatan emosional dengan seluruh pemain, terutama para aktor disabilitas yang terlibat.
“Saya sudah nggak pakai formula dan segala macam, tapi saya pakai hati. Mereka adalah adik-adik saya yang saya banggakan,” tutur Ruben.
Pendekatan itu tampaknya membuahkan hasil yang tidak hanya terasa di layar, tetapi juga di balik layar. Bagi Muchus, pengalaman syuting bersama para aktor disabilitas ini menjadi pengingat bahwa dunia akting sejatinya bisa menjadi ruang yang inklusif bagi siapa saja, asalkan diberi kesempatan dan ketulusan yang sama.
Dengan jadwal tayang mulai 17 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia, “Istimewa” hadir bukan sekadar sebagai tontonan hiburan, melainkan juga sebagai ajakan bagi penonton untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih lapang, penuh penerimaan, dan minim prasangka terhadap perbedaan.

