MerdekaOto – Lima tahun lalu, membawa mobil listrik untuk mudik lintas kota masih dianggap nekat. Kini, lebih dari 13.600 kendaraan listrik tercatat digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran 2025, hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4.300 unit. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap EV untuk perjalanan jarak jauh sudah bergeser secara nyata.
BYD berada di tengah pergeseran itu. Sejak 2024, merek asal Tiongkok ini telah menjual hampir 80.000 unit kendaraan listrik di Indonesia, dari total sekitar 175.000 unit EV yang kini beredar secara kumulatif di seluruh negeri. Pangsa pasar EV nasional pun sudah menyentuh sekitar 15 persen, sebuah angka yang setahun lalu masih terasa jauh.
Memasuki musim mudik 2026, BYD tidak hanya menjual mobil. Perusahaan ini menyiapkan program bernama Journey with Confidence, sebuah paket dukungan menyeluruh yang dirancang agar pengguna kendaraan listrik BYD bisa berangkat mudik dengan tenang, bukan dengan deg-degan.

Inti dari program ini adalah enam Posko Mudik yang ditempatkan di sepanjang jalur tol Trans Jawa. Untuk arus mudik dari Jakarta, posko beroperasi pada 13 hingga 20 Maret 2026 di rest area KM 57 Karawang, KM 228A Cirebon, KM 379A Batang, dan KM 575A Madiun. Untuk arus balik, dua posko tambahan aktif pada 21 hingga 25 Maret 2026 di KM 229B Cirebon dan KM 62B Karawang.
Posko utama di KM 57 Karawang menjadi titik paling lengkap. Area tersebut sudah dimiliki langsung oleh BYD Indonesia dan disiapkan sebagai fasilitas layanan jangka panjang, bukan sekadar tenda darurat musiman. Di sana tersedia DC fast charging, pemeriksaan kendaraan ringan, konsultasi teknis, area tunggu, mushola, area bermain anak, hingga snack dan minuman ringan.
Sebelum berangkat, pengguna BYD juga dapat memanfaatkan layanan General Safety Check yang tersedia di seluruh dealer resmi BYD, berlaku dari 20 Februari hingga 20 April 2026. Pemeriksaan mencakup kondisi baterai, kekencangan baut, level cairan, hingga fitur keselamatan kendaraan. Layanan ini gratis dan fleksibel, bisa dilakukan sebelum maupun setelah mudik.
Selain posko, sebanyak 21 dealer BYD yang tersebar dari Serang hingga Balikpapan disiapkan sebagai dealer siaga selama 19 hingga 23 Maret 2026. Sebagian beroperasi 8 jam, sebagian lagi buka 24 jam penuh. Layanan mencakup general repair, perawatan berkala, pengecekan umum, hingga akses pengisian daya AC gratis dan DC charging melalui SPKLU di area dealer.
“Dukungan teknis tetap tersedia apabila dibutuhkan,” ujar Ubaedilah, Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia. Ia menambahkan bahwa kesiapan layanan ini dirancang agar pengguna tidak merasa sendirian di jalan, meski berkendara dengan teknologi yang masih terbilang baru bagi sebagian masyarakat.
Soal efisiensi biaya, BYD juga menyebut angka yang menarik. Berdasarkan perhitungan internal untuk rute Jakarta-Surabaya sejauh sekitar 800 kilometer, penggunaan EV berpotensi menghemat lebih dari 40 persen dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional di kelas yang setara.
Di luar aspek teknis, ada dimensi komunitas yang ikut mewarnai mudik tahun ini. Sepuluh unit kendaraan dari anggota BEYOND Community, komunitas resmi pengguna BYD di Indonesia, turut diberangkatkan bersama menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Ketua komunitas, Eko Budiharsono, mengaku pengalaman positif di posko mudik tahun lalu menjadi alasan banyak anggota semakin percaya diri membawa EV untuk perjalanan jauh bersama keluarga.
Mudik dengan mobil listrik bukan lagi petualangan berisiko. Perlahan, ia berubah menjadi pilihan yang terencana.

