Close Menu
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

15 Oktober 2026 | 18:24

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

14 Oktober 2026 | 22:51

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

14 Oktober 2026 | 22:39
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi
  • AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta
  • All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda
  • Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba
  • Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook
  • MGS6 EV Resmi Dikenalkan, SUV Listrik Premium Mulai Rp550 Juta
  • Beli Hyundai CRETA, Dapat Skincare Kit Laneige Senilai Rp3,7 Juta
  • Hyper Graphene Coating Spray dari Kilap Premium Meluncur di IMX 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 |
YouTube Instagram TikTok Threads
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
    • MOTOR
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
MerdekaOto.comMerdekaOto.com
  • OTOMOTIF
  • TEKNOLOGI
  • LIFESTYLE
  • VIDEO
Home»Teknologi»Pemerintah Siapkan Talenta Kreatif Manfaatkan AI Lewat Beasiswa Digital Talent
Teknologi

Pemerintah Siapkan Talenta Kreatif Manfaatkan AI Lewat Beasiswa Digital Talent

Dedi RahmadiBy Dedi Rahmadi14 April 2026 | 20:26
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Email Copy Link Telegram
Bagikan
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link

MerdekaOto – Pemerintah serius menggarap ketertinggalan talenta digital Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif meluncurkan program beasiswa Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 pada Selasa (14/4) di Auditorium Gedung Film, Jakarta. Sebuah langkah konkret untuk menutup celah kompetensi yang kian menganga di era Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

Programnya tidak main-main. Sebanyak 2.200 peserta akan dilatih secara intensif menguasai AI untuk efisiensi dan produktivitas kerja, dengan kurikulum berstandar global yang dikembangkan bersama Dicoding Indonesia. Bukan sekadar teori, peserta akan belajar langsung cara memilih alat produktivitas yang tepat, menguasai teknik prompt engineering, hingga membangun kesadaran etis dalam menggunakan teknologi.

Urgensinya jelas. Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2025 mencatat bahwa 36 persen SDM Indonesia membutuhkan pelatihan baru: 30 persen perlu upskilling dan 22 persen butuh pelatihan ulang total. Tanpa intervensi serius, Indonesia berisiko menjadi penonton di tengah revolusi teknologi yang sedang bergulir.

“Program BDT 2026 dirancang untuk menjawab persoalan skill gap dan talent gap sekaligus memastikan para peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk AI,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam.

Neil menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan bagian dari strategi besar menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Dengan potensi yang ada, ia optimistis Indonesia bisa memimpin Asia Tenggara dalam akselerasi penguasaan AI, asalkan talenta digitalnya benar-benar siap.

Rekam Jejak Sebelas Tahun

Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Dicoding bukan hubungan baru. Kemitraan keduanya telah berjalan sejak 2016 dan mencatatkan dampak yang terukur: Rp 306 miliar dampak ekonomi, 15.168 sertifikasi di bidang IT, serta lebih dari 215.000 talenta digital yang telah mendapat penguatan kompetensi.

CEO Dicoding Narendra Wicaksono menyebut platform mereka kini menampung 1,3 juta developer terdaftar, dengan sekitar 879 ribu di antaranya pernah menerima beasiswa. “Dicoding punya misi mengembangkan talenta Indonesia pada skala global,” katanya.

Yang menarik adalah data internal Dicoding soal adopsi AI di kalangan pengembang. Survei mereka menunjukkan 86 persen developer sudah aktif menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari, dan 94 persen dari mereka mengaku merasakan lonjakan produktivitas yang signifikan. Angka ini memperkuat argumen bahwa penguasaan AI bukan lagi keunggulan kompetitif melainkan kebutuhan dasar.

“Dicoding menyambut positif inisiatif BDT 2026 yang akan melatih peserta menyederhanakan proses kerja menuju utilisasi AI yang lebih terukur dan berdampak,” tambah Narendra.

Belajar Mandiri, Kurikulum Industri

Format BDT 2026 mengusung pendekatan online self-paced melalui platform LMS Dicoding, sehingga peserta bisa belajar sesuai ritme masing-masing tanpa meninggalkan pekerjaan atau studi. Kurikulumnya mengombinasikan hard skill teknis dengan soft skill interpersonal, dua sisi yang sama-sama dibutuhkan industri kreatif saat ini.

COO Dicoding Dimas Catur Wibowo menekankan bahwa peserta tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan teoritis. “Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Program ini menarget pegiat dari 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari desainer, kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku industri film dan musik, yang ingin meningkatkan kapasitas mereka dengan memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.

Peluncuran program turut dimeriahkan talkshow yang menghadirkan Director of Product Halodoc Kresna Dewantara Siahaan dan Data Analytics Associate PwC Indonesia Albert Salomo, yang berbagi perspektif tentang bagaimana AI tengah mengubah cara kerja di industri nyata.

Pendaftaran BDT 2026 dibuka hingga 31 Mei 2026 melalui bdt.dicoding.com. Dengan kuota 2.200 peserta dan beasiswa penuh, kesempatan ini layak diprioritaskan bagi siapa pun yang ingin memastikan relevansi diri di pasar kerja yang kian digerakkan oleh kecerdasan buatan.

Artificial Intelligence Badan Ekraf Digital Talent editor pick Ekraf featured Kementerian Ekonomi Kreatif Pilihan Redaksi
Share. Facebook Twitter Copy Link WhatsApp Email Telegram
Previous ArticleMitra Keluarga Bina Husada Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ditangani Langsung Dokter Spesialis
Next Article Motul Ubah Cara Pikir Pemilik Motor soal Servis Kendaraan
Dedi Rahmadi
  • Website

Berita Terkait

Otomotif

Pelatihan Teknologi EV Hyundai dan Plan untuk 60 Guru SMK Vokasi

Dedi Rahmadi15 Oktober 2026 | 18:24
Otomotif

AION UT Urban Debut di Bekasi, Harga OTR Jakarta Rp363 Juta

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:51
Otomotif

All Risk atau TLO? Ini Pilihan untuk Asuransi Mobil Anda

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:39
Otomotif

Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, 12 Model Bisa Dicoba

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 22:19
Otomotif

Geely Ajak Kreator Desain Tampilan EX2 Lewat Kompetisi Berhadiah MacBook

Dedi Rahmadi14 Oktober 2026 | 20:57
Berita Terpopuler

Menyusuri PIK 2 Bersama Geely EX2, Extra Fun 2 You

25 Januari 2026 | 20:04134 Views

MACI Gelar JAWARA 2026, Deru Mesin Motor Klasik Bakal Penuhi Jalur Malang-Solo

5 April 2026 | 18:51117 Views

Chery Serahkan 5.000 Unit TIGGO CSH, Hybrid Jadi Andalan Transisi EV

25 Januari 2026 | 00:17111 Views

KOLEKSI : Edukasi Keselamatan Jadi Kunci Adopsi Mobil Listrik Indonesia

24 Januari 2026 | 23:4089 Views

Kapok Disetirin Rifat Sungkar! – Aksi Tak Terduga & Reaksi Lucu yang Bikin Ngakak

3 September 2025 | 00:0085 Views
MerdekaOto.com
YouTube Instagram TikTok Threads
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
merdekaoto.com © 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.