MerdekaOto – Ada yang berbeda dari peluncuran mobil baru kali ini. Wuling tidak memilih arena konvensional seperti ballroom hotel atau showroom megah untuk memperkenalkan SUV terbarunya. Mereka menggelar sesi khusus bersama media di Topgolf Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 17 April lalu, membiarkan para jurnalis mengenal Eksion dalam suasana yang lebih personal dan langsung merasakan sensasi berkendaranya.
Eksion bukan sekadar produk baru biasa dalam jajaran Wuling. Ini adalah SUV 7-seater pertama di Indonesia yang hadir dengan dua pilihan teknologi sekaligus: Electric Vehicle murni dan Plug-in Hybrid. Sebuah positioning yang cukup berani di segmen SUV keluarga, di mana konsumen Indonesia selama ini lebih terbiasa dengan pilihan mesin konvensional.
“Eksion memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan mobilitas,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors. Ia juga menyebut Eksion sebagai produk kedua Wuling di Indonesia yang menggunakan platform terbaru, dirancang untuk menyeimbangkan performa, efisiensi, dan kenyamanan secara bersamaan.
Dari sisi dimensi, Wuling bermain di angka yang cukup ambisius untuk kelas SUV tiga baris. Panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dengan wheelbase 2.810 mm. Angka-angka ini bukan sekadar spesifikasi teknis. Dalam bahasa sehari-hari, artinya adalah ruang kaki yang lega di baris ketiga, kabin yang tidak terasa sempit meski diisi tujuh penumpang, serta stabilitas berkendara yang lebih baik berkat jarak sumbu roda yang panjang. Suspensi McPherson di depan dan multi-link independent di belakang melengkapi fondasi teknis kendaraan ini.
Secara visual, Eksion tampil dengan karakter yang tegas. Garis bodi yang kuat, honeycomb grille modern untuk varian PHEV, dan identitas visual khas berupa X-shaped automatic headlamps di bagian depan serta X-shaped rear combination lamp di buritan. Velg alloy 18 inci dan pilihan two-tone warna biru serta putih menambah kesan premium yang Wuling coba bangun untuk model ini.

Masuk ke dalam kabin, nuansa walnut brown dan carbon black langsung memberikan kesan yang berbeda dari ekspektasi umum terhadap mobil Tiongkok kelas menengah. Kursi baris depan dilengkapi ventilasi udara dan pengaturan elektrik, fitur yang biasanya hanya ditemukan di kendaraan dengan harga jauh lebih tinggi. Electric panoramic sunroof hadir untuk membuat kabin terasa lebih lapang, sementara material soft touch pada panel interior memperkuat impresi premium saat tangan menyentuh permukaan dasbor.
Layar 12,8 inci untuk kontrol utama dan layar TFT 8,8 inci sebagai panel informasi pengemudi menjadi pusat komando digital kendaraan ini. Kombinasi keduanya menghadirkan antarmuka yang modern tanpa mengorbankan kemudahan penggunaan, sebuah keseimbangan yang tidak selalu berhasil dicapai oleh produsen lain.
Soal kepraktisan, Wuling tampaknya memahami betul kebutuhan konsumen keluarga Indonesia. Baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata, menghasilkan kapasitas bagasi hingga 1.788 liter, angka yang sangat besar untuk kelas ini. Electric power tailgate melengkapi kemudahan akses saat tangan sedang penuh membawa belanjaan atau koper.
Untuk varian PHEV yang menjadi jantung utama keunggulan teknis Eksion, Wuling memasangkan mesin bensin 1.5 liter dedicated hybrid engine dengan motor listrik melalui sistem Dedicated Hybrid Transmission. Hasilnya: tenaga mesin 105 hp dengan torsi 130 Nm, dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga 195 hp dan torsi 230 Nm. Baterai 20,5 kWh mendukung sistem ini untuk mencapai jangkauan gabungan lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengujian standar CLTC.
Angka 1.000 kilometer itu yang kemungkinan akan paling banyak dibicarakan konsumen. Di tengah kekhawatiran soal ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang masih menjadi hambatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kemampuan PHEV untuk tetap berjalan menggunakan bensin saat baterai habis menjadi argumen praktis yang kuat.
Wuling belum mengumumkan harga resmi Eksion untuk pasar Indonesia. Namun dengan spesifikasi yang ditawarkan, positioning sebagai SUV keluarga dengan teknologi elektrifikasi ganda, serta upaya membangun citra premium yang terlihat dari setiap detail produknya, Eksion jelas disiapkan untuk bersaing di segmen yang lebih serius dari produk-produk Wuling sebelumnya.
Yang menarik untuk dinantikan adalah bagaimana konsumen Indonesia merespons tawaran pilihan antara EV dan PHEV dalam satu model. Selama ini, keputusan membeli kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih banyak dipengaruhi oleh insentif pajak dan ketersediaan charger. Eksion hadir dengan argumen berbeda: fleksibilitas teknologi sebagai solusi, bukan kompromi.

