MerdekaOto – Sean Gelael tidak pernah kekurangan panggung internasional. Tapi balapan di hadapan penonton sendiri, di sirkuit dengan nama negara sendiri, punya bobot yang berbeda. “Ini adalah balapan perdana saya di Indonesia. Mohon dukungan dan doa kalian,” ujarnya menjelang GT World Challenge Asia 2026 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, 1 hingga 3 Mei 2026.
Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk menggambarkan apa yang membuat edisi kedua GT World Challenge Asia di Mandalika ini terasa lebih dari sekadar ajang balap biasa. Indonesia bukan lagi sekadar tuan rumah yang menyewakan aspal. Negara ini mulai punya pemain di dalam grid, bukan hanya penonton di tribun.
Sean turun bersama tim AF Corse, salah satu tim GT terkemuka yang punya rekam jejak panjang di berbagai kejuaraan dunia. Ini bukan debut pembalap junior yang mencari jam terbang. Sean sudah kenyang pengalaman di berbagai seri internasional, dan kehadirannya di Mandalika memberi dimensi kompetitif yang nyata bagi Indonesia di ajang yang diikuti pembalap profesional dari seluruh Asia.
Di belakang Sean, ada Pertamina Fastron yang tahun ini untuk pertama kalinya secara resmi mendukung pembalap Indonesia itu. Dukungan serupa juga diberikan kepada Dewa United Motorsports, tim Indonesia yang berlaga di dua kategori sekaligus: BRZ Super Series dengan Subaru BRZ dan kategori Triple S menggunakan BMW M2.

Tapi keterlibatan Pertamina Fastron di Mandalika tahun ini lebih dari sekadar nama di baju balap. Produk pelumas roda empat milik PT Pertamina Lubricants itu juga memperpanjang kemitraannya dengan Lamborghini Squadra Corse, divisi motorsport resmi Lamborghini, yang kembali menurunkan Lamborghini Huracan GT3 di GT World Challenge Asia untuk kedua kalinya.
Kemitraan dengan Lamborghini Squadra Corse bukan ornamen prestise semata. Sigit Pranowo, Direktur Utama Pertamina Lubricants, menjelaskan alasan teknis di balik keterlibatan itu. “Kami tidak hanya mendukung industri olahraga balap, tetapi juga memperoleh knowledge dan insight teknis yang menjadi dasar pengembangan produk pelumas berkualitas global untuk kendaraan sehari-hari,” katanya.
Logikanya masuk akal. Lintasan balap adalah laboratorium yang tidak bisa direplikasi di fasilitas pengujian biasa. Suhu mesin yang ekstrem, tekanan yang konsisten selama puluhan lap, dan karakter berkendara yang intens memaksa pelumas bekerja di batas kemampuannya. Data yang dikumpulkan dari kondisi seperti itu menjadi referensi untuk merancang produk yang lebih andal di jalan raya, termasuk menghadapi lalu lintas Indonesia yang padat dan tidak selalu ramah terhadap mesin.
GT World Challenge Asia sendiri adalah salah satu kejuaraan GT paling kompetitif di kawasan ini, menghadirkan pabrikan-pabrikan otomotif besar dan pembalap profesional dari berbagai negara. Kehadirannya di Mandalika untuk tahun kedua berturut-turut bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Sirkuit yang diresmikan untuk MotoGP beberapa tahun lalu itu kini membuktikan dirinya sebagai venue yang mampu menarik berbagai format balap internasional, bukan hanya satu kejuaraan tunggal.
Ini yang perlahan mengubah narasi Mandalika dari sekadar proyek infrastruktur pariwisata menjadi aset motorsport yang serius. Setiap ajang internasional yang berhasil digelar di sana menambah kredibilitas Indonesia di mata promotor dan federasi balap global yang menentukan di mana kejuaraan berikutnya akan diadakan.
Kombinasi antara pembalap nasional yang berkompetisi secara kompetitif dan brand Indonesia yang bermitra dengan pabrikan motorsport kelas dunia adalah dua hal yang saling memperkuat. Sean Gelael di grid GT World Challenge bersama AF Corse menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Asia. Pertamina Fastron bersama Lamborghini Squadra Corse menunjukkan bahwa produk Indonesia bisa duduk setara dengan mitra teknologi global.
Keduanya bekerja secara paralel untuk hal yang sama: menggeser posisi Indonesia dari penonton menjadi peserta aktif dalam ekosistem motorsport internasional.
Mandalika, Mei 2026, bukan hanya tentang siapa yang paling cepat di lintasan. Ia adalah bagian dari cerita yang lebih panjang tentang seberapa jauh Indonesia bisa melangkah di panggung balap dunia, dan siapa saja yang memilih untuk mendorong langkah itu dari dalam.

