MerdekaOto – Sirkuit Rizqy Motorsport di Klaten, Jawa Tengah menjadi saksi momen bersejarah bagi Ducati di dunia motocross Indonesia. Pada Sabtu, 6 Juni 2026, untuk pertama kalinya lima unit Ducati Desmo450 MX turun bersama dalam satu ajang balap, yakni Cleosa Series Championship 2026 Round 2. Bukan sekadar hadir, kelima motor itu langsung menguasai barisan depan.
Perjalanan Ducati di lintasan tanah Indonesia sebenarnya baru dimulai akhir 2025. Dua pembalap pertama yang menjajal mesin berlogo sayap elang itu adalah Diva Ismayana dan Hilman Maksum dari Ducati MX Team Indonesia. Beberapa bulan berselang, M Zidane dari No Limit Racing Team menyusul sebagai pengguna ketiga. Kini di putaran kedua Cleosa Series 2026, barisan Ducati semakin gemuk dengan kehadiran dua wajah baru: Sam Larsen, pembalap asal Australia yang turun membela SFN 969 MX Team, dan Witsarut Salangam, rider Thailand dari Ducati Indonesia Montevela Grasstrack Team.
Bergabungnya pembalap dari dua negara berbeda bukan sekadar angka. Ini cerminan bahwa reputasi Desmo450 MX sudah melampaui batas wilayah. Karakter mesinnya yang bertenaga, pengendalian yang responsif, serta kemampuannya menyesuaikan diri di berbagai tipe lintasan menjadi daya tarik tersendiri bagi tim dan rider yang mencari motor kompetitif untuk balap garuk tanah.
Kepercayaan diri itu langsung terbukti di atas lintasan. Saat sesi kualifikasi berlangsung, kelima pembalap Ducati tampil impresif. M Zidane merebut pole position, sementara Witsarut Salangam menempatkan dirinya di posisi tiga. Diva Ismayana start dari posisi lima, Hilman Maksum di urutan tujuh, dan Sam Larsen mengamankan posisi 11. Dari 24 slot grid, lima di antaranya dikuasai satu merek yang sama.

Ketika Race 1 kelas AKRM MX Open International dimulai, M Zidane langsung mengambil alih situasi. Ia mencetak holeshot dan memimpin sejak tikungan pertama, dibayangi ketat oleh Witsarut Salangam yang terus memberi tekanan. Di belakang mereka, persaingan berlangsung tak kalah sengit. Diva Ismayana sempat kehilangan ritme lantaran terlibat duel rapat dengan salah satu pembalap kelas MX2. Sementara Hilman Maksum dan Sam Larsen saling sikut memperebutkan posisi bersama beberapa rider MX2 lain.
Menjelang lap terakhir, insiden tak terhindarkan. Hilman dan Sam Larsen bersentuhan, memaksa Hilman melorot ke posisi 11. Insiden itu tentu menjadi catatan pahit di tengah penampilan kolektif yang sebenarnya sangat gemilang.
Sebab jika dihitung berdasarkan klasifikasi kelas MX1, hasilnya tetap luar biasa. M Zidane finis pertama, diikuti Witsarut Salangam di posisi dua, dan Diva Ismayana di urutan ketiga. Sam Larsen dan Hilman Maksum melengkapi dominasi Ducati dengan finis di posisi lima dan enam. Lima pembalap, satu merek, dan lima besar hampir sepenuhnya milik mereka.
Jimmy Budhijanto, Team Principal sekaligus pemilik Ducati MX Team Indonesia, mengaku puas meski menyimpan sedikit penyesalan. Kehadiran lima Ducati di grid, menurutnya, adalah sinyal nyata bahwa kepercayaan terhadap motor ini terus tumbuh. “Performa yang konsisten dari Diva, Hilman, dan Zidane telah membuktikan bahwa motor ini mampu bersaing di barisan terdepan,” ujarnya. Ia hanya menyayangkan insiden antara Hilman dan Larsen di lap-lap akhir. “Kalau tidak ada insiden itu, kami yakin seluruh rider Ducati bisa menguasai lima besar.”
Catatan dari Klaten ini menjadi momentum penting. Ducati bukan lagi sekadar nama eksotis yang mampir ke lintasan tanah untuk mencoba peruntungan. Dengan lima unit dari empat tim berbeda, dari tiga negara, dan hasil balapan yang berbicara sendiri, Desmo450 MX kini sudah menjadi ancaman serius di kancah motocross Asia Tenggara. Seri berikutnya bakal menjadi ujian apakah dominasi ini bisa dipertahankan atau justru semakin diperluas.

