MerdekaOto – Olahraga padel belakangan semakin populer, tidak hanya di Eropa tetapi juga merambah Asia, termasuk Indonesia. Permainan yang sering disebut sebagai “persilangan antara tenis dan squash” ini memang menyenangkan karena bisa dimainkan berpasangan, lebih cepat dipelajari, dan punya unsur sosial yang kuat. Namun, di balik keseruan itu, ada sisi lain yang tak kalah menarik: raket padel ternyata bisa mencapai harga yang sangat fantastis. Dari kolaborasi dengan brand supercar hingga sentuhan rumah mode mewah, raket padel kini bukan hanya alat olahraga, melainkan juga simbol status.
Raket Padel Paling Mahal di Dunia
Di urutan pertama ada Babolat × Lamborghini BL001, sebuah karya seni sekaligus teknologi yang membuat banyak orang terperangah. Raket ini dibuat dengan tangan (handcrafted) menggunakan material karbon berkualitas tinggi yang biasa dipakai di industri otomotif. Harga jualnya? Sekitar €5.000 atau setara Rp 94 juta. Jumlah produksinya pun hanya 50 unit di seluruh dunia, membuatnya sangat eksklusif.
Di bawahnya ada Prada Padel Racket yang dijual dengan harga €1.750 atau sekitar Rp 33 juta. Prada mengemas raket ini dengan desain minimalis dan material re-nylon ramah lingkungan, menjadikannya bukan sekadar alat olahraga tetapi juga pernyataan gaya hidup.
Versace pun tidak mau ketinggalan. Merek asal Italia ini merilis Versace Allover Padel Set, sebuah raket dengan sentuhan fesyen kelas atas. Walaupun harganya tidak selalu ditampilkan secara terbuka, kolektor raket padel tahu betul bahwa nilainya bisa menyaingi raket-raket premium lainnya.
Selain itu, ada juga Babolat Lamborghini BL002, versi lanjutan dari BL001. Bedanya, BL002 diproduksi lebih banyak, sekitar 5.000 unit, dan dibanderol lebih “murah” yakni sekitar £500 atau Rp 10 juta. Walaupun tidak se-eksklusif pendahulunya, raket ini tetap menonjol berkat teknologi 3K carbon dan desain aerodinamis yang diadopsi langsung dari dunia otomotif supercar.
Di Eropa Utara, ada nama Wallich Padel Racket, raket handmade dari Swedia yang dibuat oleh mantan teknisi Koenigsegg. Harga jualnya mulai €800 atau Rp 17 juta, dengan daftar tunggu hingga 6–7 bulan. Keistimewaannya ada pada proses manufaktur yang sangat detail dan personal, membuatnya terasa lebih personal dibanding raket massal.
Harga Raket Padel Premium di Indonesia
Meski angka Rp 90 juta untuk sebuah raket padel mungkin terdengar terlalu jauh, pasar Indonesia juga sudah mengenal raket premium. Beberapa di antaranya antara lain:
- adidas Metalbone Pro EDT – Rp 6,9 juta
- Skull Padel V2050 24K – Rp 6,38 juta
- Babolat Air Viper – Rp 5,29 juta
- Kuikma PR 990 Power Hard – Rp 5,25 juta
- Nox ML10 Pro Cup – Rp 5,21 juta
- StarVie Raptor Evolution – Rp 6,17 juta
Melihat angka ini, jelas ada kesenjangan besar dibanding harga raket super mewah di Eropa. Namun, untuk pasar Indonesia, raket di kisaran Rp 5–7 juta sudah tergolong sangat premium dan umumnya digunakan oleh pemain yang serius menekuni olahraga ini.
Kenapa Harga Raket Padel Bisa Fantastis?
Ada beberapa alasan mengapa raket padel bisa mencapai puluhan juta rupiah. Pertama adalah eksklusivitas. Produksi yang terbatas membuat harga melambung. Contoh nyata adalah Babolat × Lamborghini BL001 yang hanya tersedia 50 unit di seluruh dunia.
Kedua adalah material dan teknologi. Raket premium tidak sekadar dibuat dari karbon biasa, melainkan karbon berlapis (3K carbon), foam khusus untuk meredam getaran, hingga lapisan tambahan yang biasa dipakai di industri otomotif atau kedirgantaraan. Hal ini membuat raket lebih stabil, bertenaga, sekaligus nyaman digunakan.
Ketiga, ada unsur branding dan gaya hidup. Prada, Versace, hingga Lamborghini masuk ke ranah padel bukan hanya untuk olahraga, melainkan juga untuk menyasar konsumen kelas atas yang ingin menunjukkan identitas mereka melalui raket. Sama seperti jam tangan mewah atau sneakers edisi terbatas, raket padel pun bisa menjadi simbol status.
Padel dan Tren Global
Padel kini menjadi olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Di Spanyol dan Italia, lapangan padel tumbuh hampir di setiap kota, dan para selebritas pun ikut menggemari olahraga ini. Dari pesepakbola profesional hingga aktor Hollywood, banyak yang menjadikan padel sebagai olahraga santai.
Fenomena ini ikut mendorong munculnya raket-raket mewah. Pasar melihat adanya peluang: bila ada orang rela mengeluarkan miliaran rupiah untuk mobil sport atau jam tangan, mengapa tidak menghadirkan raket padel dengan sentuhan serupa? Hasilnya adalah kolaborasi unik yang menyatukan olahraga, teknologi, dan fesyen.
Bagaimana dengan Indonesia?
Di Indonesia, padel masih tergolong baru, tetapi pertumbuhannya cukup menjanjikan. Klub-klub padel mulai bermunculan di Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Komunitasnya pun terus berkembang, terutama di kalangan profesional muda yang mencari olahraga seru sekaligus stylish.
Untuk saat ini, mayoritas pemain masih menggunakan raket kelas menengah hingga premium dengan harga Rp 2–7 juta. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan raket edisi terbatas seperti Prada atau Lamborghini suatu saat masuk ke pasar lokal melalui importir khusus.
Raket padel bukan lagi sekadar peralatan olahraga. Dari Babolat × Lamborghini yang harganya tembus Rp 94 juta hingga Wallich handmade dari Swedia yang antreannya berbulan-bulan, raket padel kini berada di persimpangan antara sport, luxury, dan lifestyle.
Di Indonesia sendiri, pilihan raket premium di kisaran Rp 5–7 juta sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan para pemain serius. Namun bagi kolektor atau pecinta barang mewah, raket dengan logo Lamborghini atau Prada bisa jadi lebih dari sekadar alat bermain—ia adalah karya seni, simbol status, sekaligus cerita eksklusif yang hanya dimiliki segelintir orang.

