MerdekaOto – Coba bayangkan jarak 109 ribu kilometer dalam wujud yang lebih mudah dicerna. Angka itu setara dengan menempuh jalur Sabang hingga Merauke pulang pergi lebih dari 13 kali, atau jika dibandingkan dengan keliling Bumi di garis ekuator yang panjangnya sekitar 40.075 kilometer, jarak tersebut sudah melebihi dua setengah kali putaran mengitari planet ini. Itulah jarak yang telah ditempuh Daihatsu Terios tahun 2012 milik Bapak Mufti Petala Patria, warga Depok yang setia menggunakan mobil tersebut selama lebih dari 14 tahun, sebuah catatan yang membuatnya mendapat apresiasi khusus dalam program “Karena Kamu Ada” pada rangkaian acara Daihatsu Kumpul Sahabat Depok di Alun-Alun Grand Depok City, Minggu, 21 Juni 2026.
Mari coba uraikan lebih jauh perjalanan panjang ini. Dalam rentang 14 tahun, rata-rata Terios milik Mufti menempuh sekitar 7.785 kilometer setiap tahun, atau kurang lebih 649 kilometer per bulan. Jika dikonversi ke jarak harian, angka ini setara sekitar 21 kilometer setiap hari tanpa henti selama lebih dari satu dekade, sebuah pola penggunaan yang menunjukkan kendaraan ini benar-benar menemani rutinitas keluarga sehari-hari, bukan sekadar dipakai sesekali saat dibutuhkan.
Jika dibandingkan dengan rute populer di Tanah Air, jarak 109 ribu kilometer setara dengan perjalanan pulang pergi Jakarta-Surabaya sebanyak lebih dari 145 kali, atau setara menyusuri jalur trans-Sumatra dari Banda Aceh hingga Bakauheni sejauh sekitar 2.600 kilometer sebanyak lebih dari 40 kali. Tidak berlebihan jika perjalanan Mufti bersama Teriosnya ini disebut sebagai semacam ekspedisi panjang yang berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun, tanpa disadari telah melampaui batas geografis Indonesia berkali-kali lipat.

Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Wataru Suzuki, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian Mufti yang dinilai mencerminkan kepercayaan dan loyalitas yang terjalin selama bertahun-tahun. “Selama lebih dari 14 tahun, Bapak Mufti telah menemani perjalanannya bersama Daihatsu Terios dan menempuh lebih dari 100 ribu kilometer. Pencapaian luar biasa ini menjadi cerminan nyata dari kepercayaan, loyalitas, dan kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun,” ujarnya. Bagi Wataru, jarak sepanjang itu bukan sekadar angka di odometer, melainkan simbol hubungan yang ikut bertumbuh seiring berjalannya waktu, sebagaimana semangat program apresiasi yang diusung Daihatsu.
Soal alasan kesetiaannya, Mufti menjelaskan bahwa performa Terios memang dirancang sesuai kebutuhannya, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh bersama keluarga. “Mesin 1.500 cc yang bertenaga, kabin luas dengan kapasitas hingga tujuh penumpang, serta bagasi yang cukup besar membuat kendaraan ini terasa fleksibel untuk berbagai kebutuhan keluarga,” ungkapnya. Kombinasi kapasitas mesin dan ruang kabin inilah yang menurutnya membuat satu unit Terios mampu memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas keluarganya selama bertahun-tahun, tanpa perlu berganti kendaraan di tengah jalan.
Mufti juga membagikan pengalamannya sejak proses pembelian hingga penggunaan harian. Ia menyebut proses pembelian memberikan rasa percaya diri dalam menentukan pilihan, sementara pengalaman penggunaan sehari-hari terasa nyaman, responsif, dan efisien dari sisi perawatan. Faktor yang tidak kalah penting, menurutnya, adalah layanan purnajual yang turut memperkuat loyalitasnya terhadap merek ini. Kemudahan akses bengkel resmi serta pelayanan yang cepat dan ramah menjadi bagian dari kenyamanan yang ia rasakan selama menjadi pemilik kendaraan, faktor yang barangkali ikut menjelaskan mengapa satu unit mobil bisa bertahan menempuh jarak sejauh itu tanpa kendala berarti.
Catatan jarak tempuh seperti milik Mufti sebenarnya menjadi semacam bukti lapangan yang lebih meyakinkan ketimbang klaim ketahanan produk di atas kertas. Sebuah mobil yang sanggup menempuh ratusan ribu kilometer dalam kondisi pemakaian nyata sehari-hari, melewati kemacetan kota, jalan tol, hingga rute luar kota, mencerminkan daya tahan yang teruji langsung di lapangan, bukan sekadar hasil pengujian terkendali di ruang tertutup.
Lewat momentum apresiasi ini, Daihatsu menegaskan harapannya untuk terus mempererat hubungan dengan pelanggan, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, hangat, dan bermakna di setiap perjalanan bersama masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang tersirat dalam semangat acara ini, setiap cerita memiliki arti, setiap perjalanan memiliki makna, dan selama masih ada kepercayaan seperti yang ditunjukkan Mufti, perjalanan panjang semacam ini sepertinya akan terus berlanjut, kilometer demi kilometer, tahun demi tahun.
