MerdekaOto – Lebih dari 10 ribu orang memadati Alun-Alun Grand Depok City pada Minggu, 21 Juni 2026. Mereka datang untuk satu acara: Daihatsu Kumpul Sahabat, festival rakyat yang sejak pagi sudah menggerakkan warga dari berbagai penjuru Depok dan kota-kota sekitarnya.
Bagi banyak pengunjung, hari itu terasa seperti kombinasi yang jarang ada dalam satu tempat. Gina Pratiwi, salah satu warga yang hadir, mengaku awalnya hanya berniat menemani anak-anak bermain. Ia tidak menyangka akan pulang setelah menikmati berbagai hiburan, menyantap jajanan, sekaligus memeriksakan kesehatan anaknya di posyandu yang disediakan secara gratis. “Saya sangat senang acara seperti ini diadakan dekat rumah. Berharap bisa lebih sering lagi,” katanya.

Itulah yang membuat festival ini berbeda dari sekadar pameran otomotif biasa. Daihatsu tidak datang membawa showroom berjalan. Mereka membawa senam zumba, lomba mewarnai anak, kompetisi memasak, panggung busana, games berhadiah, dan sebagai puncaknya, penampilan grup ska legendaris Tipe-X yang membuat lapangan bergetar. Ratu, salah satu penonton yang hadir khusus untuk konser tersebut, mengaku hafal hampir setiap lirik. “Ini band favorit saya waktu SMP. Senang banget bisa nonton lagi, berasa nostalgia,” ujarnya antusias.
Antusiasme serupa datang dari pelaku usaha. Sepuluh stan kuliner UMKM pilihan dan area bazaar bagasi khusus pengguna Daihatsu menjadi magnet tersendiri. Ety Rustiah, salah satu peserta UMKM, mengaku bersyukur karena Daihatsu memberikan booth secara gratis. Jajanan modern kekinian yang ia jual habis diserbu pengunjung. “Daihatsu benar-benar mendukung kami,” katanya. Bagi pelaku usaha kecil, fasilitas tanpa biaya sewa di depan puluhan ribu kaki yang berlalu-lalang adalah kesempatan yang sulit datang dua kali.

Eko Herwiyanto, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok, menyebut pemilihan Depok sebagai kota tuan rumah pembuka bukan kebetulan. Dengan populasi di atas 2 juta jiwa dan kohesi sosial yang tinggi, Depok adalah pasar yang strategis. Kota ini, kata Eko, telah bertransformasi dari akar budaya Betawi menjadi semacam miniatur Indonesia yang inklusif. Pemerintah kota pun berkomitmen mendukung iklim investasi melalui pembangunan infrastruktur, pelebaran jalan, dan penguraian kemacetan. “Kami menilai acara ini singkat, padat, dan penuh makna, terutama dalam memberikan panggung bagi UMKM lokal untuk naik kelas,” tegasnya.
Festival ini juga menjadi ajang reuni komunitas. Dua puluh satu Daihatsu Official Club dan berbagai komunitas roda dua hadir, mengikuti konvoi rolling thunder dan talk show soal teknologi hybrid Daihatsu. Menariknya, apresiasi datang bahkan dari luar ekosistem Daihatsu. Cing Ferdi, Ketua Honda PCX Club Indonesia Chapter Jakarta, memuji brand ini dengan tulus. “Pabrikan yang sangat bagus, bandel, dan irit. Sudah sangat baik untuk masyarakat,” katanya. Sebuah pujian yang lebih bernilai justru karena datang dari komunitas merek lain.

Rendy, Ketua Umum All New Rush Terios Indonesia (ALERT!), menambahkan bahwa acara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ia melihatnya sebagai ruang yang mempererat kebersamaan antar komunitas, pelanggan, dan masyarakat luas. Ia berharap Daihatsu terus menggelar kegiatan serupa di lebih banyak kota.
Di antara keramaian itu, ada satu momen yang mungkin paling dikenang: penghargaan kepada Mufti Petala Satria, warga Depok yang naik panggung utama bertajuk “Karena Kamu Ada”. Ia telah menggunakan Daihatsu Terios hitam lansiran 2012 selama 14 tahun, dengan jarak tempuh 109.240 kilometer. Rahasianya sederhana: servis rutin tanpa kompromi. “Secara keseluruhan tidak ada kendala berat. Mekanik Daihatsu selalu solutif dan komunikatif,” ujarnya. Kisahnya bukan sekadar testimoni, melainkan bukti bahwa kepercayaan yang dijaga dengan konsisten bisa bertahan lebih dari satu dekade.
Daihatsu Kumpul Sahabat Depok 2026 resmi menjadi seri pembuka tur nasional tahun ini. Setelah Depok, giliran Semarang, Gorontalo, Lampung, dan Banjarmasin yang akan merasakan atmosfer yang sama. Pola pergerangan ini membaca peta Indonesia secara lebih merata, tidak hanya berhenti di kota-kota besar Jawa. Sebuah sinyal bahwa Daihatsu sedang bermain dengan strategi kedekatan yang lebih luas dan lebih sabar.

