MerdekaOto – Performa penjualan AION V pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren yang konsisten di tengah persaingan ketat segmen C-SUV listrik di Indonesia. Saat pilihan kendaraan listrik semakin beragam, capaian ini mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap kombinasi kualitas, efisiensi, dan kesiapan ekosistem yang ditawarkan.
Data wholesale GAIKINDO mencatat, AION V membukukan penjualan 238 unit pada Maret 2026. Angka tersebut menjadi indikator penting di tengah fluktuasi pasar kendaraan listrik yang masih dinamis. Konsistensi ini sekaligus memperkuat posisi AION V sebagai salah satu pemain yang diperhitungkan di segmen C-SUV EV nasional.
Perubahan pola konsumsi juga mulai terlihat. Jika sebelumnya pasar cenderung didominasi oleh model tertentu, kini konsumen semakin rasional dalam menentukan pilihan. Faktor seperti keseimbangan teknologi, efisiensi, serta nilai kepemilikan jangka panjang mulai menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
Salah satu faktor yang mendorong daya saing AION V adalah statusnya sebagai kendaraan rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD). Seluruh unit yang dipasarkan saat ini telah diproduksi di dalam negeri. Strategi ini tidak hanya berpengaruh pada harga yang lebih kompetitif, tetapi juga memberikan kepastian dalam hal ketersediaan unit dan layanan purna jual.

Produksi lokal memungkinkan rantai pasok menjadi lebih dekat dengan konsumen. Dampaknya, waktu tunggu kendaraan dapat ditekan, sementara ketersediaan suku cadang lebih terjamin. Di sisi lain, jaringan servis yang terintegrasi turut memberikan rasa aman bagi pengguna dalam jangka panjang.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menilai bahwa pemahaman konsumen terhadap kendaraan listrik kini semakin matang. Ia menyebut, CKD tidak lagi sekadar soal harga, melainkan juga menyangkut kepastian dalam berbagai aspek kepemilikan.
“Konsumen saat ini melihat kendaraan listrik secara lebih menyeluruh. Mulai dari ketersediaan unit, kemudahan servis, hingga nilai jangka panjang menjadi faktor penting dalam keputusan mereka,” ujarnya.
Selain faktor produksi, dinamika global turut memengaruhi arah pasar. Ketidakpastian harga energi fosil membuat konsumen mulai beralih fokus dari harga beli awal ke total biaya kepemilikan atau total cost of ownership. Dalam konteks ini, kendaraan listrik dinilai lebih unggul karena menawarkan biaya operasional yang lebih stabil.

Fluktuasi harga bahan bakar menjadi salah satu pemicu utama perubahan tersebut. Dalam jangka panjang, kendaraan listrik seperti AION V dipandang mampu memberikan efisiensi yang lebih konsisten, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
“Ada pergeseran mindset ke arah efisiensi jangka panjang. AION V hadir bukan hanya sebagai kendaraan berteknologi tinggi, tetapi juga sebagai solusi ekonomis untuk penggunaan harian,” kata Andry.
Dari sisi produk, AION V dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern yang mengutamakan kepraktisan tanpa mengorbankan kenyamanan. Mobil ini dibekali baterai LFP berkapasitas 75,3 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 602 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Kemampuan fast charging hingga 280 kW juga menjadi nilai tambah, terutama untuk mendukung perjalanan jarak jauh.
Keunggulan lain yang cukup unik adalah kehadiran fitur kulkas di dalam kabin. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan makanan dan minuman dengan suhu yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Terdapat tiga mode yang tersedia, yaitu pembeku, pendingin, dan pemanas, sehingga memberikan fleksibilitas lebih dalam penggunaan sehari-hari.
Kenyamanan kabin turut menjadi perhatian. AION V menawarkan ruang interior yang luas, dilengkapi panoramic roof yang memberikan kesan lapang. Sistem infotainment terintegrasi juga dirancang untuk menunjang pengalaman berkendara yang lebih modern dan intuitif.
Di sektor keselamatan, kendaraan ini telah dibekali fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2. Teknologi ini mencakup lane keeping assist, adaptive cruise control, serta blind spot monitoring yang membantu meningkatkan keamanan selama berkendara.
Kombinasi antara teknologi, kenyamanan, dan efisiensi menjadikan AION V sebagai salah satu pilihan yang relevan di tengah kebutuhan mobilitas masa kini. Terlebih, dengan dukungan produksi lokal, kendaraan ini mampu menawarkan paket yang kompetitif di kelasnya.
Dari sisi harga, AION V saat ini dipasarkan mulai dari Rp 465 juta on the road Jakarta. Banderol tersebut dinilai cukup kompetitif, mengingat fitur dan teknologi yang ditawarkan serta dukungan ekosistem yang semakin matang.
Ke depan, arah pasar kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan semakin menitikberatkan pada efisiensi dan keberlanjutan. Konsumen tidak lagi hanya melihat spesifikasi teknis atau desain, tetapi juga mempertimbangkan aspek biaya jangka panjang dan kemudahan penggunaan.
Dalam konteks ini, AION V hadir sebagai representasi dari perubahan tersebut. Bukan sekadar kendaraan listrik, tetapi juga solusi mobilitas yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan dalam satu paket.
Dengan performa penjualan yang stabil, dukungan produksi lokal, serta fitur yang komprehensif, AION V berpeluang untuk terus memperkuat posisinya di segmen C-SUV EV. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, konsistensi menjadi kunci, dan sejauh ini, AION V menunjukkan arah yang positif.

