MerdekaOto – Ada satu komponen kendaraan yang paling sering diabaikan sebelum mudik, padahal ia adalah satu-satunya bagian yang benar-benar menyentuh aspal: ban. Saat pemudik sibuk memeriksa oli, radiator, dan kondisi mesin, ban kerap hanya dilihat sekilas, dan dianggap masih layak jalan selama tidak kempes atau botak secara mencolok.
Bridgestone Indonesia ingin mengubah kebiasaan itu. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, produsen ban asal Jepang ini tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi turun langsung ke jalur mudik dengan menghadirkan layanan Tire Check Service di dua titik rest area sepanjang Tol Cikampek, salah satu koridor tersibuk selama musim mudik.
Layanan ini tersedia di Rest Area KM 57 arah Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai 16 hingga 29 Maret 2026, serta di Rest Area KM 62 arah Jakarta mulai 23 hingga 29 Maret 2026. Keduanya dijalankan bersama mitra resmi Paramita Ban melalui kolaborasi dengan Toyota, sehingga pemudik bisa sekaligus mendapat pengecekan menyeluruh di satu titik pemberhentian.
“Ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada performa mesin, tetapi juga memberikan perhatian ekstra pada ban,” ujar Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia.

Peringatannya bukan tanpa dasar. Ban yang kekurangan tekanan angin atau sudah melampaui batas usia pakai bisa mengalami kerusakan struktural bahkan pecah mendadak, terutama saat kendaraan membawa penumpang penuh di kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak. Risiko ini meningkat tajam pada kondisi mudik yang khas: jarak ratusan hingga ribuan kilometer, muatan penuh, dan pengemudi yang kelelahan.
Bridgestone juga meluruskan sejumlah mitos ban yang masih beredar dan justru berbahaya jika dipercaya. Salah satunya kepercayaan bahwa menurunkan tekanan angin saat hujan bisa meningkatkan cengkeraman ban di jalan basah. Faktanya, justru sebaliknya: tekanan yang terlalu rendah meningkatkan risiko ban rusak dan kehilangan traksi. Mitos lain yang juga perlu dikoreksi adalah anggapan bahwa ban baru tidak perlu dicek tekanannya, atau bahwa memasang ban dalam pada ban tubeless yang bocor adalah solusi yang aman. Keduanya keliru dan berpotensi memperburuk situasi.
Ada empat hal yang sebaiknya diperiksa sebelum berangkat: tekanan angin sesuai rekomendasi pabrik, kondisi tapak ban yang tidak aus atau benjol, batas indeks beban yang tidak terlampaui, dan kondisi ban cadangan yang siap digunakan kapan saja.
Perjalanan mudik yang aman tidak dimulai dari tol, melainkan dari garasi, saat pengemudi masih punya waktu untuk memastikan semua roda dalam kondisi prima sebelum roda itu mulai berputar menempuh ratusan kilometer bersama orang-orang yang paling dicintai.

