MerdekaOto – Industri otomotif Indonesia tengah memasuki babak baru. Kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang selama ini kerap dipandang sebagai pilihan alternatif, kini mulai merangsek ke arus utama pasar. Buktinya terlihat jelas pada Agustus 2026, saat sebuah mobil listrik berhasil menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, mengalahkan seluruh kompetitor dari berbagai segmen dan jenis bahan bakar.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pasar NEV Tanah Air konsisten mencatatkan tren positif setiap bulan, dengan akumulasi penjualan menembus angka 110 ribu unit lebih. Bahkan pada Agustus saja, penjualannya melompat 22 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang mulai dirasakan langsung oleh konsumen di jalan raya.
Di tengah gemuruh pertumbuhan itu, BYD Indonesia tampil sebagai salah satu pemain paling dominan. Hingga Agustus 2026, produsen asal Tiongkok ini membukukan wholesales lebih dari 40.600 unit dengan penguasaan pasar sekitar 37 persen dari total pasar NEV nasional. Dua model menjadi motor penggerak utama pencapaian tersebut, yakni BYD ATTO 1 di segmen mobil listrik murni dan BYD M6 DM di segmen hybrid plug-in.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari ekspansi segmen Battery Electric Vehicle (BEV) yang melaju kencang. Pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional sudah menembus 84 ribu unit lebih, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun 2025. BYD memanfaatkan momentum ini dengan lini produk yang lengkap, mulai dari hatchback, city car, sedan, SUV, hingga MPV listrik, sehingga konsumen memiliki lebih banyak opsi sesuai kebutuhan masing-masing.
Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pun tak kalah moncer. Penjualannya pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 7.000 unit, tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya berkisar 2.000 unit. Teknologi Dual Mode (DM) besutan BYD menjadi salah satu pendorong utama lonjakan ini, bahkan berhasil merebut pangsa pasar terbesar di segmennya hanya dalam hitungan bulan sejak diluncurkan.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menilai pencapaian ini sebagai tonggak penting. “Agustus 2026 menjadi momentum yang menggembirakan bagi perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia. Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” ujarnya.

ATTO 1 Kuasai Segmen Hatchback, M6 DM Dominasi PHEV
BYD ATTO 1 menjadi bintang utama bulan Agustus dengan wholesales mencapai 5.560 unit, angka yang mengantarkannya sebagai model terlaris nasional di antara seluruh kendaraan yang dipasarkan di Indonesia bulan itu, lintas segmen dan lintas jenis mesin. Dibanding Juli, penjualannya melesat 31 persen. Di segmen Low & LCGC Hatchback, ATTO 1 bahkan menggenggam pangsa pasar sebesar 44 persen.
“Kami menyambut positif perkembangan pasar BEV di Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan. Pencapaiannya sebagai model dengan penjualan tertinggi secara nasional pada bulan Agustus menjadi momentum yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan listrik yang praktis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari,” lanjut Luther.
Sementara itu, di segmen PHEV, BYD M6 DM tampil sebagai penguasa. Sejak diperkenalkan pada Mei 2026 sebagai kendaraan keluarga berteknologi Dual Mode, model ini langsung mendapat sambutan hangat dengan pangsa pasar 47 persen pada semester pertama 2026. Penjualan kumulatifnya sejak Mei hingga Agustus 2026 sudah melampaui 4.400 unit, dengan status sebagai model terlaris di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut dan pangsa pasar mencapai 69 persen pada periode tersebut. Capaian ini turut mengantarkan M6 DM meraih penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”. Memasuki Agustus, penjualannya kembali tumbuh 34 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Bagi konsumen khususnya keluarga, pertimbangannya pun semakin berkembang, tidak hanya pada pilihan teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi penggunaan, kenyamanan, fitur keselamatan, serta biaya operasional. Hal ini membuka ruang bagi kendaraan energi baru seperti pada BYD M6 DM untuk menjadi solusi yang relevan untuk kebutuhan masyarakat dari rutinitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga,” tambah Luther.
Selain M6 DM, saudara satu lini yakni M6 EV turut menjadi pilihan keluarga Indonesia yang menginginkan pengalaman berkendara listrik penuh. Kombinasi dua varian dalam satu lini M6 ini memberi fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih teknologi elektrifikasi sesuai gaya hidup mereka.
Keberhasilan ATTO 1 dan keluarga M6 juga tidak lepas dari penguatan basis produksi lokal. Ketiga model tersebut, ATTO 1, M6 EV, dan M6 DM, kini telah diproduksi di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk membangun kapasitas produksi yang selaras dengan pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat kehadiran perusahaan di Indonesia.
Capaian sepanjang Agustus 2026 menegaskan bahwa pengembangan produk dan penguatan manufaktur lokal berjalan beriringan. Dengan portofolio yang terus diperluas dan kapasitas produksi yang terus digenjot, BYD menyatakan komitmennya untuk terus tumbuh bersama Indonesia menuju ekosistem mobilitas yang lebih berkelanjutan.

