MerdekaOto – Inovasi kendaraan listrik besutan GAC Group kembali membuktikan kelasnya di panggung dunia. Kali ini, pengakuan datang dari salah satu ajang penemuan tertua dan paling bergengsi di dunia, International Exhibition of Inventions of Geneva. Teknologi bertajuk Key Precision Manufacturing Technologies and Applications for Low-Loss Stator Cores Based on Ultra-Thin Amorphous Materials, hasil kolaborasi GAC dengan mitra industrinya, berhasil membawa pulang Gold Medal with the Congratulations of the Jury, penghargaan tertinggi yang diperebutkan pada ajang ke-51 tersebut.
Penghargaan ini bukan sembarang gelar. Berbeda dari Gold Medal biasa, kategori “with the Congratulations of the Jury” hanya diberikan setelah proses seleksi lanjutan terhadap seluruh penerima Gold Medal, dan mensyaratkan persetujuan bulat dari seluruh anggota juri. Predikat ini menjadi pengakuan khusus bagi inovasi yang dinilai memiliki keunggulan teknis dan nilai kebaruan tinggi. Tahun ini saja, ajang Geneva menampilkan lebih dari 1.000 proyek inovasi dari 35 negara dan wilayah di berbagai bidang teknologi, sehingga persaingan untuk meraih penghargaan tertinggi jelas tidak mudah.
Apa Itu Quark Electric Drive?
Bagi yang belum familiar, Quark Electric Drive adalah lini teknologi sistem penggerak elektrik yang dikembangkan GAC secara mandiri sejak 2010. Berbeda dengan pendekatan produsen lain yang umumnya hanya mengandalkan integrasi komponen dari pemasok, GAC memilih jalur yang lebih menantang dengan turun langsung ke pengembangan material, komponen inti, hingga proses manufaktur electric drive itu sendiri. Pendekatan menyeluruh inilah yang membuat Quark Electric Drive berkembang dari generasi ke generasi, mulai dari sistem 2-speed dual-motor 4-in-1 integrated electric drive, 3-in-1 integrated electric drive, hingga versi terbaru berbasis amorphous alloy yang kini diakui di Geneva.

Secara sederhana, electric drive adalah sistem penggerak utama pada kendaraan listrik yang mengonversi energi dari baterai menjadi tenaga gerak. Semakin efisien sistem ini bekerja, semakin sedikit energi yang terbuang, dan semakin jauh pula jarak tempuh yang bisa dihasilkan dari kapasitas baterai yang sama. Di titik inilah GAC menaruh fokus riset besar-besaran, sampai ke level material penyusun komponen motor.
Inovasi yang diganjar penghargaan Geneva ini berkutat pada komponen yang terdengar teknis namun krusial, yaitu stator core, salah satu elemen utama dalam rangkaian magnetik motor listrik. Saat motor bekerja, perubahan medan magnet pada stator memicu iron loss, energi yang terbuang percuma menjadi panas. Semakin tinggi kecepatan putar dan frekuensi operasi motor, semakin penting pula pengendalian iron loss demi menjaga efisiensi sistem penggerak tetap optimal.
Untuk menjawab tantangan itu, GAC mengembangkan solusi lewat amorphous alloy, material dengan struktur atom tidak beraturan yang punya permeabilitas magnetik tinggi sekaligus iron loss sangat rendah. Material semacam ini sebelumnya lebih dikenal di industri kelas berat seperti dirgantara, pertahanan, dan transformator tegangan ekstra tinggi, jauh dari dunia otomotif massal.
Membawa material eksklusif ini ke lini produksi kendaraan listrik bukan perkara mudah. Karakteristiknya yang tipis, keras, dan rapuh membuat proses pembentukan, pemotongan, hingga penyusunan menjadi stator core yang konsisten dalam skala otomotif menjadi tantangan tersendiri. Berkat pengembangan bersama mitra industri, GAC berhasil mengolah amorphous ribbon setipis 25 mikron atau 0,025 mm, sekitar seperlima ketebalan ultra-thin silicon steel konvensional. Material ini mencatat saturation magnetic induction hingga 1,68 Tesla dengan unit iron loss hanya 5,7 W/kg, atau sekitar 50 persen lebih rendah dibanding silicon steel biasa.

Tantangan berikutnya adalah mengubah material superipis dan rapuh ini menjadi komponen siap produksi massal. GAC pun mengembangkan rangkaian proses manufaktur yang meliputi:
- Multi-layer compounding
- Precision stamping
- Lamination
- Vacuum Pressure Impregnation (VPI)
- Drying
Teknologi multi-layer uniform-thickness compounding memungkinkan material amorphous 25 mikron diproses stabil menjadi ketebalan sekitar 0,15 mm, sesuai kebutuhan manufaktur. Sementara teknologi high-speed precision stamping mampu bekerja hingga 200 strokes per minute, dan proses pressure-vibration coordinated lamination menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92 persen, menjaga kepadatan, konsistensi dimensi, sekaligus keandalan struktur komponen.
Diterapkan di Quark Electric Drive 2.0, Efisiensi Tembus 99%
Seluruh hasil riset material dan manufaktur ini bermuara pada GAC Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive, yang memadukan stator berbasis amorphous alloy dengan rotor berteknologi carbon fiber. Hasilnya cukup mengesankan. Berdasarkan pengujian yang disertifikasi China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) pada 2025, motor dengan teknologi amorphous stator ini mencatat peak efficiency 99,03 persen, dalam kondisi uji temperatur inlet coolant 35±2°C dan tegangan DC bus 740 V. Sistem electric drive-nya sendiri mencatat CLTC operating efficiency sebesar 94,184 persen.
Angka efisiensi ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Menurut data GAC, dengan kapasitas baterai yang sama, penerapan teknologi ini bisa menambah jarak tempuh sekitar 30-50 kilometer, tergantung kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan. Yang membuat pencapaian ini istimewa adalah keberhasilan GAC membawa inovasi material dari meja riset ke jalur produksi massal. Saat ini, teknologi Quark Electric Drive 2.0 berbasis amorphous alloy sudah diterapkan pada sejumlah kendaraan listrik GAC, termasuk AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.
Rekam jejak pengakuan internasional Quark Electric Drive pun sudah cukup panjang. Pada 2023 hingga 2025, tiga teknologi berbeda dari lini ini, mulai dari 2-speed dual-motor 4-in-1 integrated electric drive, 3-in-1 integrated electric drive, hingga amorphous alloy electric drive, berturut-turut masuk daftar “World’s Top Ten Electric Drive Systems.”

Selain itu, pada World New Energy Vehicle Congress 2025, teknologi GAC Quark Electric Drive 2.0 High-Efficiency High-Power-Density Amorphous-Carbon Fiber E-Drive terpilih sebagai satu-satunya teknologi powertrain dalam daftar “Global NEVs Cutting-edge & Innovative Technologies.” Pada Desember 2025, GAC Quark Electric Drive Multi-in-One Power Domain juga meraih sertifikasi ganda ASIL D Functional Safety dan Cybersecurity yang diakreditasi DAkkS. Terbaru, pada Juni 2026, panel akademisi dan pakar yang dikoordinasikan China Society of Automotive Engineers menilai keseluruhan sistem industrialisasi Quark Electric Drive telah mencapai “internationally leading level.”
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. “Pengembangan electric drive merupakan bagian penting dari perjalanan GAC dalam menghadirkan teknologi kendaraan listrik yang semakin efisien. Pengakuan tertinggi di International Exhibition of Inventions of Geneva menjadi apresiasi terhadap kemampuan GAC dalam membawa inovasi dari tingkat material dan manufaktur hingga menjadi teknologi yang dapat diterapkan secara massal,” ujarnya.
Bagi GAC, pengembangan teknologi hingga level material menjadi bukti bahwa efisiensi kendaraan listrik tidak melulu soal kapasitas baterai, tetapi juga seberapa optimal setiap komponen penggerak memanfaatkan energi yang tersedia. Melalui Quark Electric Drive 2.0, GAC berhasil memadukan inovasi material, desain motor, proses manufaktur presisi, efisiensi energi, dan kepadatan daya dalam satu sistem yang kini telah mencapai tahap produksi massal, sekaligus mempertegas komitmen GAC menghadirkan teknologi mutakhir untuk pasar global, termasuk Indonesia.
