MerdekaOto – Salah satu hambatan terbesar konsumen beralih ke kendaraan hybrid atau listrik bukan soal harga atau infrastruktur semata, melainkan kekhawatiran harus mengubah kebiasaan berkendara. JETOUR menjawab kekhawatiran itu lewat sistem Intelligent Dual Mode (i-DM) pada T1 dengan pendekatan yang berbeda: biarkan mobil yang memutuskan, bukan pengemudi.
Sistem i-DM JETOUR T1 bekerja melalui enam skenario adaptif yang berpindah secara otomatis tanpa intervensi aktif dari pengemudi. Saat terjebak kemacetan atau melaju di bawah 70 km/jam, kendaraan beroperasi dalam mode Pure EV sepenuhnya menggunakan motor listrik tanpa konsumsi bahan bakar. Begitu kondisi jalan berubah, kecepatan meningkat, atau kebutuhan tenaga bertambah, sistem beralih ke Intelligent Hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik secara proporsional.

Skenario lainnya bekerja responsif terhadap kondisi nyata berkendara. Ketika baterai turun di bawah 20 persen, Series Drive aktif menggunakan mesin bensin untuk mengisi ulang baterai sambil tetap menggerakkan kendaraan. Saat pengemudi membutuhkan akselerasi penuh, misalnya saat menyalip di jalan tol, Parallel Drive menggabungkan tenaga penuh mesin dan motor listrik secara bersamaan. Pada kecepatan di atas 100 km/jam di jalan bebas hambatan, sistem mengutamakan Direct Engine Drive untuk efisiensi optimal. Di setiap skenario pengereman, Energy Recovery melalui regenerative braking mengubah energi yang terbuang menjadi pengisian baterai.
Seluruh perpindahan skenario ini terjadi tanpa jeda yang terasa di kabin, sebuah klaim yang didukung oleh integrasi komponen yang dirancang sebagai satu sistem utuh. Mesin ACTECO 1.5 TGDI, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP 18,4 kWh bukan komponen terpisah yang digabungkan, melainkan satu ekosistem yang dikembangkan bersama.

Hasilnya terlihat pada angka: efisiensi termal mesin mencapai 44,5 persen dan jarak tempuh listrik murni hingga 100 km berdasarkan standar WLTC. Bagi pengemudi yang sebagian besar aktivitasnya berada di dalam kota, artinya pengisian bahan bakar bisa sangat jarang dilakukan. Bagi yang kerap bepergian jauh, mesin bensin menghilangkan kecemasan soal jangkauan baterai.
“Kami hadir dengan sistem yang tidak hanya memilih antara efisiensi atau performa, tapi mampu menghadirkan keduanya dalam satu pengalaman berkendara yang seamless,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.
Baterai LFP yang digunakan juga membawa keunggulan praktis. Pengisian DC fast charging dari 30 hingga 80 persen selesai dalam 27 menit, dan sertifikasi IP68 membuatnya tahan air serta debu dalam kondisi ekstrem sekalipun. Lebih dari itu, varian i-DM dilengkapi Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang mengubah kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk perangkat eksternal saat berkemah atau saat listrik rumah padam.
JETOUR T1 i-DM ditawarkan dengan harga spesial Rp 538 juta bagi 500 konsumen pertama di seluruh Indonesia, dari harga reguler Rp 558 juta on the road Jakarta.

