MerdekaOto – Chairul Mukmin pulang membawa lebih dari sekadar gelar. Komika yang baru saja dinobatkan sebagai juara Stand-Up Comedy Indonesia Season 12 itu melangkah keluar Balai Sarbini, Jakarta, dengan satu kunci mobil di tangan: Wuling New Air ev Lite, kendaraan listrik kompak yang menjadi hadiah utama malam grand final, Sabtu lalu.
Ini bukan kali pertama Wuling Motors dan KompasTV berbagi panggung. Kolaborasi keduanya dalam program SUCI sudah berjalan empat musim berturut-turut, menjadikan kemitraan ini salah satu yang paling konsisten di antara merek otomotif dan program hiburan di Indonesia. Bagi Wuling, hadir di panggung komedi bukan sekadar strategi pemasaran. Ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa kendaraan listrik bukan produk yang jauh dari kehidupan sehari-hari anak muda.
“Kami memberikan apresiasi kepada talenta kreatif Indonesia sekaligus menghadirkan kendaraan listrik yang praktis untuk mendukung mobilitas generasi muda sehari-hari,” ujar Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors.

SUCI Season 12 sendiri bukan ajang kecil. Proses seleksinya panjang dan ketat. Audisi offline digelar di empat kota, yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, dilengkapi audisi online yang menyaring lebih dari 2.000 peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Dari ribuan pendaftar itu, hanya 11 komika yang lolos ke babak show, dan tiga di antaranya bertahan hingga grand final: Ratanca Setyawan, Chairul Mukmin, dan Ejja Saputra.
Di hadapan ratusan penonton yang memenuhi Balai Sarbini, ketiganya membawakan materi terbaik mereka satu terakhir kali. Dewan juri yang terdiri dari Raditya Dika, Abdel Achrian, Nirina Zubir, Rian Adriandhy, dan Indro WARKOP menilai penampilan masing-masing finalis sebelum akhirnya memutuskan Mukmin sebagai yang terbaik. Selain mobil listrik, ia juga membawa pulang uang tunai Rp50 juta.
Antusiasme publik terhadap musim ini terbilang tinggi. Denny Indra, GM Sales Brand & Digital KompasTV, menyebut tiket pertunjukan ludes dalam waktu singkat. “Hal tersebut terlihat sejak proses audisi hingga malam grand final,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Wuling yang menurutnya turut memperkuat perjalanan SUCI musim ini.
Soal hadiah utamanya, New Air ev Lite memang bukan mobil biasa untuk kelas hadiahnya. Wuling memposisikan mobil ini dengan tagline “Your Everyday Vehicle”, dan dimensinya yang kompak memang mencerminkan klaim tersebut. Dibekali baterai 17,3 kWh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian penuh, cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di kota tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan.

Tiga konsep yang diusung Wuling untuk mobil ini cukup menggambarkan target penggunanya: easy to use, easy home charging, dan easy to own. Ukurannya yang kecil memudahkan manuver di jalanan padat dan pencarian parkir di pusat kota. Pengisian dayanya bisa dilakukan dari rumah tanpa instalasi khusus yang rumit. Dan dari sisi biaya kepemilikan, Wuling memposisikannya sebagai pilihan terjangkau bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengorbankan banyak dari kantong.
Bagi Mukmin, hadiah ini tentu punya nilai lebih dari sekadar nominal. Sebagai komika muda yang baru saja meraih puncak pencapaian di salah satu kompetisi komedi terbesar Indonesia, memiliki kendaraan listrik pertama dari sebuah panggung nasional adalah cerita yang akan terus ia bawa.
Kolaborasi lintas industri antara otomotif dan hiburan seperti ini memang bukan hal baru di pasar global, tapi di Indonesia masih relatif jarang dilakukan secara konsisten. Wuling tampaknya menyadari bahwa menjangkau generasi muda tidak cukup hanya lewat iklan konvensional. Mereka perlu hadir di ruang-ruang yang sudah lebih dulu dihuni oleh anak muda, termasuk panggung stand-up comedy yang dalam satu dekade terakhir tumbuh menjadi salah satu format hiburan paling digemari.
Setelah empat musim bersama SUCI, pertanyaannya kini adalah ke mana Wuling akan melangkah berikutnya dalam strategi pendekatan ke ekosistem kreatif Indonesia. Yang jelas, malam di Balai Sarbini itu membuktikan bahwa sebuah mobil listrik kompak bisa menjadi simbol pengakuan atas kerja keras seorang komika, dan itu sendiri sudah menjadi cerita yang menarik untuk diceritakan ulang.

