MerdekaOto – Permintaan tidak bisa bohong. Ketika sebuah model harus menggandakan kapasitas produksinya hanya dalam hitungan bulan setelah diluncurkan, itu bukan sekadar kabar baik bagi perusahaan. Itu sinyal bahwa pasar sudah memutuskan.
Geely Auto Indonesia resmi meningkatkan kapasitas produksi Geely EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, hingga dua kali lipat. Keputusan ini bukan didorong oleh target ambisius di atas kertas, melainkan oleh antrean nyata konsumen yang ingin segera mendapat unit.
Angkanya berbicara cukup keras. Hingga Mei 2026, total wholesales EX2 di Indonesia telah melampaui 4.900 unit. Pada bulan Mei saja, EX2 membukukan 1.395 unit dan bertengger di posisi pertama segmen compact EV nasional. Di Tiongkok, model yang sama terjual 38.751 unit pada bulan yang sama, menjadikannya mobil listrik terlaris di pasar asal sang produsen.

Dengan tekanan permintaan seperti itu, pilihan untuk menaikkan kapasitas produksi lokal menjadi tidak terelakkan.
“Total wholesales Geely EX2 di Indonesia hingga Mei telah mencapai lebih dari 4.900 unit dan terus bertambah. Untuk menjawab tingginya permintaan tersebut, kami menambah kapasitas produksi terutama pada pilihan warna yang paling diminati, sehingga waktu tunggu konsumen dapat dipangkas menjadi satu bulan,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Satu bulan. Dalam konteks industri otomotif yang kerap meminta konsumen bersabar dua hingga empat bulan untuk unit populer, ini adalah angka yang signifikan. Dan itu adalah salah satu alasan konkret mengapa keputusan memperluas produksi lokal memiliki dampak langsung yang dirasakan pembeli, bukan sekadar pernyataan komitmen.

Penambahan kapasitas ini dilakukan secara bertahap dan menjadi bagian dari kolaborasi antara Geely Auto Indonesia dengan PT Handal Indonesia Motor selaku mitra manufaktur lokal. Proses perakitan dan quality control turut diperkuat dengan dukungan pengetahuan dan teknologi dari Geely pusat, untuk memastikan standar kualitas yang konsisten dengan produk global.
“Peningkatan kapasitas produksi ini menunjukkan bahwa manufaktur lokal siap mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan pengetahuan dan teknologi dari Geely, kami memperkuat proses perakitan dan quality control agar konsumen di Indonesia mendapatkan kendaraan dengan standar kualitas global yang konsisten,” kata Denny Siregar, President Director PT Handal Indonesia Motor.
Pernyataan itu penting untuk dibaca dalam konteks yang lebih luas. Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul soal kendaraan listrik rakitan lokal adalah soal konsistensi kualitas. Ketika pabrikan global memindahkan sebagian produksinya ke fasilitas lokal, standar yang dijaga di pabrik asal harus bisa direplikasi, bukan sekadar didekati. Kemitraan dengan transfer pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar kontrak perakitan, menjadi pembeda yang kritis.
Di luar kapasitas produksi, ada satu tambahan yang sifatnya lebih ke arah selera: warna baru Aether Green mulai diproduksi pada Juni 2026. Pilihan ini melengkapi barisan warna yang sudah ada, Aurora Pink, Nebula Beige, Moon White, Star Silver, dan Comet Gray, yang sejak awal mendapat respons positif dari konsumen Indonesia.

Penambahan warna bukan hal sepele di segmen ini. Konsumen kendaraan listrik compact, yang sebagian besar adalah pembeli muda dengan preferensi estetika yang cukup kuat, sering kali menjadikan pilihan warna sebagai faktor keputusan pembelian yang nyata. Aether Green masuk sebagai opsi yang memberi nuansa berbeda tanpa meninggalkan kesan bersih dan modern yang selama ini menjadi karakter visual EX2.
Yang menarik dari seluruh langkah ini adalah bagaimana Geely mengoperasikan dua jalur secara bersamaan: memperbesar kapasitas untuk memenuhi permintaan jangka pendek, sekaligus memperluas pilihan produk untuk menjaga daya tarik jangka panjang.
Dalam peta kendaraan listrik Indonesia yang sedang bergerak cepat, posisi pertama di segmen compact EV bukanlah kursi yang bisa diduduki dengan santai. Kompetitor tidak sedikit dan selisih harga, fitur, serta waktu pengiriman bisa dengan cepat menggeser loyalitas konsumen yang belum sepenuhnya terbentuk.
Dengan menggandakan produksi lokal dan memangkas waktu tunggu menjadi satu bulan, Geely sedang mengerjakan sesuatu yang lebih penting dari sekadar memenuhi pesanan: membangun pengalaman kepemilikan yang lebih meyakinkan, sejak tanda tangan di SPJB hingga kunci ada di tangan.

