MerdekaOto – Ada cara unik yang ditempuh sebuah merek pelumas global untuk mendekat ke hati para pengendara di Indonesia. Bukan lewat iklan megah atau sekadar promosi digital, melainkan dengan hadir langsung di tengah kultur roda dua yang hidup di jalanan dan komunitas. Itulah yang dilakukan IPONE ketika memperkenalkan tiga varian pelumas terbarunya di ajang Custom War Bali 2025, sebuah festival motor yang digelar di Pantai Padang Galak pada Minggu, 30 Agustus 2025.
Jika sebelumnya peluncuran resminya berlangsung di IRON PIPE – Builders Motoshow Bandung pada Juli lalu, kali ini IPONE memilih Bali dengan alasan yang sederhana namun kuat: motor bukan hanya alat transportasi, tapi bagian dari kultur. Custom War selama ini dikenal sebagai ruang temu antara builder, komunitas, dan pengendara lintas gaya. Di sinilah IPONE melihat tempat yang tepat untuk memperlihatkan bagaimana produk global bisa berpadu dengan semangat lokal.
Tiga varian baru yang diperkenalkan memang tidak lahir sembarangan. IPONE M4, IPONE M4 SCOOT, dan IPONE R4000 SCOOT dirancang untuk menjawab kebutuhan berbeda para pengendara, mulai dari bebek harian, skuter komuter, hingga maxi scooter modern. Filosofi IPONE sederhana: performa yang terbukti di lintasan balap dunia kini bisa dirasakan oleh siapa saja di jalanan Indonesia.
IPONE M4 hadir untuk motor 4-Tak bebek dan sport yang digunakan sehari-hari. Tersedia dalam pilihan viskositas 10W-30, 10W-40, dan 20W-50 dengan kemasan 0.8 liter maupun 1 liter, pelumas ini sudah memenuhi standar JASO MA2 dan API SN. Kehadiran aditif berkualitas tinggi membuatnya sanggup menjaga kebersihan mesin, memberi performa stabil, sekaligus perlindungan optimal meski di suhu tinggi. Harga yang ditawarkan juga cukup ramah kantong, mulai Rp63.000 untuk botol 0.8 liter hingga Rp91.000 untuk varian 1 liter.

Bagi pengguna skuter harian, ada IPONE M4 SCOOT. Formulasinya disiapkan khusus agar mesin lebih efisien, akselerasi terasa halus, dan emisi gas buang lebih rendah. Tersedia dalam viskositas 10W-30 dan 10W-40, produk ini memenuhi standar JASO MB dan API SN. Konsumen bisa mendapatkannya dengan harga mulai Rp63.000 untuk 0.8 liter, atau Rp87.000 untuk 1 liter. Dengan kata lain, pelumas ini memang diarahkan untuk menjadi teman perjalanan komuter yang ingin motornya tetap irit namun tetap bertenaga.
Sedangkan bagi pemilik maxi scooter yang menginginkan performa lebih tinggi, IPONE menawarkan R4000 SCOOT. Pelumas semi-sintetik ini hadir dengan viskositas 10W-40, kemasan 0.8 liter dan 1 liter. Dengan standar API SP dan JASO MB, R4000 SCOOT menjanjikan perlindungan jangka panjang, interval penggantian lebih lama, dan performa yang konsisten. Harga resminya Rp114.000 untuk 0.8 liter dan Rp144.000 untuk 1 liter. Meski lebih tinggi dibanding dua varian lain, produk ini memang menyasar segmen pengguna scooter premium yang memerlukan oli dengan durabilitas maksimal.
Namun lebih dari sekadar produk, kehadiran IPONE di Custom War Bali membawa pesan yang lebih besar. Menurut Kahfi Irawan, Brand Manager IPONE Indonesia, ketiga varian ini memang ditujukan untuk memperluas pilihan pengendara di Tanah Air. “Mulai dari pengguna motor bebek, sport harian, hingga maxi scooter, semuanya kini bisa mendapatkan performa tinggi khas IPONE yang telah terbukti di dunia balap internasional,” ujarnya.
Di balik pernyataan itu ada narasi yang menarik: bagaimana IPONE mencoba menjembatani dunia balap yang penuh adrenalin dengan keseharian para pengendara motor di Indonesia. Tidak semua orang menunggangi motor di sirkuit, tapi semua orang ingin mesinnya tetap sehat, bertenaga, dan irit. IPONE menghadirkan jawaban dengan cara yang dekat dan relevan.
Momentum Custom War Bali juga menegaskan bahwa IPONE tidak sekadar hadir sebagai brand asing yang menjual produk. Dengan tampil di ruang komunitas, mereka membaur dengan kultur lokal, mendukung perkembangan dunia custom, sekaligus membangun hubungan emosional dengan para pengendara. Kehadiran pelumas di acara ini seolah menegaskan bahwa dunia otomotif bukan hanya soal mesin, melainkan soal gaya hidup dan identitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, pelumas menjadi salah satu lini bisnis otomotif yang semakin kompetitif di Indonesia. Banyak brand datang dan pergi, namun hanya sedikit yang bisa benar-benar menancapkan akar di komunitas. IPONE mencoba cara berbeda dengan membawa DNA balap yang selama ini melekat pada identitas mereka, lalu membumikan ke dalam konteks harian. Dari racing track ke jalan raya, dari podium kemenangan ke perjalanan ke kantor atau sekadar nongkrong sore di warung kopi.
Dengan langkah ini, IPONE seakan menegaskan bahwa pelumas bukan sekadar cairan teknis. Ia bisa menjadi simbol gaya hidup, medium komunikasi, bahkan jembatan antara kultur global dan lokal. Custom War Bali menjadi panggung yang tepat untuk pesan itu, karena di sana motor bukan hanya alat, melainkan karya seni dan bagian dari hidup.
Ke depan, strategi semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak brand otomotif lain. Bahwa untuk memenangkan hati konsumen, tidak cukup hanya berbicara soal spesifikasi. Dibutuhkan keberanian untuk masuk ke ranah emosional, ikut merayakan kultur, dan menempatkan diri di sisi pengendara. IPONE sudah melangkah ke arah sana.
Dan bagi para pengguna motor di Indonesia, kehadiran tiga varian baru ini bisa dibaca sederhana: kini ada lebih banyak pilihan oli yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing. Entah itu motor bebek, skuter komuter, atau maxi scooter, semua mendapat ruang. Sebuah refleksi dari keberagaman jalanan Indonesia yang memang tak pernah berhenti bercerita.

