MerdekaOto – Bagi kebanyakan pemilik sepeda motor di Indonesia, servis rutin identik dengan satu hal: ganti oli. Datang ke bengkel, oli lama dibuang, oli baru diisi, beres. Motul ingin memutus kebiasaan itu, dan Medan menjadi kota ketiga yang menjadi sasaran perubahan pola pikir tersebut.
Pada Kamis, 23 April 2026, PT Motul Indonesia Energy (MIE) menggelar program Motul Performance Solution (MPS) di Grand Mercure Medan. Sebanyak 30 peserta dari 16 bengkel terpilih hadir dalam sesi edukasi yang sebelumnya telah singgah di Surabaya dan Yogyakarta.
Roadshow ini bukan acara seremonial biasa. Ada agenda yang lebih ambisius di baliknya: menggeser cara pandang pemilik kendaraan dan pelaku bengkel tentang apa artinya merawat motor dengan benar.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, menyampaikan bahwa selama ini perawatan motor terlalu sering dipersempit hanya pada penggantian oli mesin. Padahal sebuah motor terdiri dari banyak sistem yang bekerja bersama, dan masing-masing membutuhkan perhatian tersendiri.
“Jika selama ini mindset perawatan motor hanya sebatas ganti oli, maka program MPS ingin menggeser pola pikir itu ke arah yang lebih komprehensif dan berorientasi pada performa menyeluruh,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada rangkaian produk yang selama ini kerap luput dari perhatian konsumen maupun pemilik bengkel. Scooter Gear Oil untuk transmisi skutik, Engine Clean System untuk membersihkan kerak di ruang mesin, Fuel System Clean untuk menjaga performa injeksi, hingga Brake Fluid yang langsung berkaitan dengan keselamatan berkendara. Semuanya dikemas sebagai bagian dari solusi perawatan menyeluruh, bukan pelengkap opsional.
Langkah Motul ini mencerminkan tantangan nyata di industri otomotif roda dua Indonesia. Bengkel independen, yang jumlahnya jauh melampaui bengkel resmi, kerap menjadi titik kontak utama antara konsumen dan produk pelumas. Namun edukasi di level ini sering kali tidak merata. Banyak mekanik yang terampil mengganti komponen, tapi kurang familiar dengan produk-produk penunjang performa yang sebenarnya tersedia di pasar.
Motul memilih pendekatan selektif dalam menjalankan program ini. Bengkel yang diajak bergabung bukan sembarang bengkel. Mereka adalah bengkel independen yang sudah memenuhi sejumlah standar: tampilan modern dan tertata, alur kerja yang sistematis, serta kualitas layanan yang setara dengan bengkel resmi. Dengan kata lain, Motul tidak membangun jaringan dari nol, melainkan memperkuat ekosistem bengkel berkualitas yang sudah ada.
Pilihan ini masuk akal dari sisi bisnis. Bengkel yang sudah terbiasa beroperasi secara profesional lebih mudah menyerap pengetahuan baru dan lebih konsisten dalam merekomendasikan produk kepada konsumen. Ketika seorang mekanik di bengkel terpilih mulai menawarkan Fuel System Clean bersamaan dengan penggantian oli, konsumen pun secara perlahan teredukasi bahwa servis lengkap memang butuh lebih dari sekadar satu produk.
Welmart menegaskan bahwa target program ini bukan semata meningkatkan kesadaran, tapi juga mendorong pertumbuhan penjualan produk-produk pendukung Motul. Dua tujuan itu memang tidak saling bertentangan. Konsumen yang paham manfaat Brake Fluid berkualitas lebih mungkin membelinya secara rutin. Bengkel yang teredukasi tentang Engine Clean System lebih termotivasi menawarkannya sebagai bagian dari paket servis.
Dengan tiga kota sudah terjangkau, pertanyaan berikutnya adalah seberapa jauh roadshow ini akan berlanjut. Medan sebagai pintu masuk Sumatera memberi sinyal bahwa Motul tidak hanya bermain di pasar Jawa. Kota-kota besar lain di luar pulau dengan basis pengguna motor yang besar bisa jadi kandidat berikutnya.
Yang menarik dicermati bukan hanya strategi distribusi atau target pasar Motul, melainkan pendekatan yang mereka pilih: bukan iklan masif, bukan diskon besar-besaran, melainkan edukasi langsung kepada orang-orang yang berdiri di balik meja kasir dan kunci inggris di bengkel. Jika bengkel berubah cara pandangnya, konsumen pun ikut bergerak.

