MerdekaOto – VinFast kian serius menancapkan pijakan di Indonesia. Pabrikan kendaraan listrik asal Vietnam itu resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara terkait potensi pengadaan 400 unit Limo Green, MPV listrik tujuh penumpang yang disiapkan untuk operasional armada.
Langkah ini menjadi sinyal kuat meningkatnya minat pelaku transportasi terhadap elektrifikasi armada, sekaligus dorongan konkret menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Dalam kesepakatan tersebut, VinFast berencana memasok masing-masing 200 unit Limo Green kepada RVE dan Sentrik. Distribusi akan dilakukan bertahap mengikuti rencana ekspansi layanan kedua mitra, mulai dari transportasi penumpang hingga penyewaan kendaraan B2B.
Bagi operator, transisi ini bukan sekadar soal emisi, melainkan juga efisiensi biaya jangka panjang di tengah fluktuasi harga energi dan tuntutan layanan yang kian tinggi.
Limo Green dirancang untuk kebutuhan operasional berintensitas tinggi. Dengan dimensi 4.740 x 1.872 x 1.729 mm dan wheelbase 2.840 mm, konfigurasi tiga baris kursinya menawarkan ruang lega dan kenyamanan bagi penumpang.
Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) memungkinkan jarak tempuh hingga 450 km dalam sekali pengisian—cukup untuk menekan waktu henti armada dan mengoptimalkan siklus kerja harian.
Daya tarik lain datang dari pendekatan biaya total kepemilikan. VinFast menawarkan harga kompetitif, opsi berlangganan baterai yang fleksibel, pengisian daya gratis melalui jaringan V-Green, serta garansi jangka panjang.
Paket ini dirancang untuk membantu operator mengendalikan ongkos operasional sekaligus menjaga performa armada dalam horizon penggunaan yang panjang.
General Manager RVE, Michael Rudolf, menilai kolaborasi ini melampaui urusan produk. “Kualitas kendaraan, ekosistem mobilitas hijau, dan visi jangka panjang VinFast memberi keyakinan kuat bagi kami. Limo Green membantu efisiensi operasional sekaligus menjadi fondasi peran aktif kami dalam transformasi mobilitas berkelanjutan,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan General Manager Sentrik, Gede Sastrawan. Menurutnya, rancangan kendaraan yang solid, biaya operasional rendah berkat pengisian daya gratis, garansi panjang, hingga program jaminan nilai jual kembali menjadi faktor penentu.
“Semua itu memperkuat keputusan kami untuk memilih Limo Green dalam rencana ekspansi dan elektrifikasi armada,” kata dia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menegaskan bahwa dipilihnya Limo Green oleh dua operator besar sekaligus menunjukkan kesesuaian model ini untuk kebutuhan komersial.
VinFast, katanya, akan terus mendukung mitra melalui produk berkualitas, kebijakan fleksibel, dan ekosistem layanan yang komprehensif guna mempercepat transisi transportasi ramah lingkungan.
Dalam kurun kurang dari dua tahun hadir di Tanah Air, VinFast telah membangun fondasi bisnis yang terstruktur dari peluncuran berbagai model EV lintas segmen hingga operasional fasilitas produksi di Subang.
Ekspansi jaringan diler dan purnajual, pembangunan infrastruktur pengisian daya bersama V-Green, serta kemitraan pembiayaan menjadi bagian dari strategi mengikis hambatan adopsi EV. Dengan langkah-langkah ini, VinFast mendorong Indonesia bergerak lebih cepat menuju masa depan transportasi yang bersih dan berkelanjutan.

