MerdekaOto – Bagi pemilik kendaraan listrik, biaya pengisian daya adalah pengganti biaya bensin. Dan jika biaya itu bisa ditekan hingga nol selama tiga tahun, kalkulasi kepemilikan EV berubah drastis. Itulah yang ditawarkan VinFast kepada pelanggannya di Indonesia, India, dan Filipina melalui perpanjangan program pengisian daya gratis hingga 31 Maret 2029.
Program ini bukan kebijakan baru dari nol. VinFast sebelumnya sudah menjalankan program serupa dan mendapat respons positif. Perpanjangan selama tiga tahun ke depan adalah kelanjutan dari strategi yang terbukti bekerja, sekaligus sinyal bahwa perusahaan tidak terburu-buru mencabut insentif begitu basis pelanggan mulai terbentuk.
Fasilitas pengisian gratis berlaku di seluruh jaringan stasiun yang dikembangkan dan dioperasikan oleh V-Green, anak usaha Vingroup yang fokus pada infrastruktur pengisian daya. Program ini mencakup pemilik kendaraan VinFast yang sudah ada maupun yang akan membeli, termasuk pengemudi taksi listrik Green SM di Indonesia.
“Ketika biaya operasional kendaraan dapat ditekan hingga mendekati nol, konsumen akan semakin percaya diri dan termotivasi untuk beralih ke mobilitas ramah lingkungan,” ujar Duong Thi Thu Trang, Deputy CEO of Global Sales VinFast.
Pernyataan itu bukan retorika semata. Riset industri secara konsisten menunjukkan bahwa biaya operasional yang rendah dan dapat diprediksi adalah salah satu pendorong terkuat adopsi EV, bahkan lebih berpengaruh dari insentif pembelian awal sekalipun.

Bersamaan dengan perpanjangan program pengisian gratis, Vingroup juga mengaktifkan program “Trade Gas for Electric” yang berlaku hingga 31 Maret 2026 di Indonesia, India, Filipina, dan Vietnam.
Konsumen yang beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke mobil listrik VinFast mendapat diskon tambahan 3 persen, sementara yang beralih ke motor listrik mendapat potongan 5 persen.
Insentif ini bisa digabungkan dengan program lain yang berlaku di masing-masing pasar, menjadikan kombinasinya cukup menarik bagi calon pembeli yang selama ini masih menimbang-nimbang.
Pengguna layanan taksi listrik Green SM di Indonesia, Laos, dan Vietnam turut mendapat keuntungan dari program “GreenForAll”, berupa diskon tarif 10 persen yang berlaku pada periode yang sama, 11 hingga 31 Maret 2026.
Di luar insentif jangka pendek, VinFast juga membangun ekosistem kepemilikan yang dirancang untuk mengurangi hambatan di setiap tahap. Program langganan baterai memungkinkan konsumen membeli kendaraan dengan harga awal lebih rendah karena baterai tidak termasuk dalam harga beli.
Jaminan nilai jual kembali memberikan kepastian bagi konsumen yang khawatir kendaraan listriknya akan anjlok harganya seiring perkembangan teknologi. Opsi pembayaran fleksibel dan garansi kompetitif melengkapi paket yang berupaya menjawab hampir setiap keberatan yang biasa muncul dari calon pembeli EV.
Infrastruktur pengisian daya V-Green juga terus diperluas seiring bertambahnya jumlah kendaraan VinFast di jalanan. Tanpa jaringan pengisian yang memadai, program pengisian gratis pun tidak akan banyak berarti. Ekspansi ini menjadi fondasi yang memastikan janji gratis tiga tahun itu bisa benar-benar dinikmati, bukan hanya tertulis di kertas.
Bagi pasar Indonesia yang masih dalam tahap akselerasi adopsi EV, kombinasi pengisian daya gratis tiga tahun, diskon tukar kendaraan bensin, dan ekosistem pendukung yang terus dibangun menempatkan VinFast pada posisi yang cukup agresif. Pertanyaannya bukan lagi apakah EV lebih hemat dari kendaraan bensin, melainkan seberapa lama konsumen masih menunggu sebelum benar-benar beralih.

